
Selepas pulang kerja, Thomas langsung berangkat menuju tempat pertemuan dengan Nick. Sebuah kafe kopi dari waralaba Amerika, dipilih Nick untuk membahas rencana jahat bersama Thomas.
Dengan baju serba hitam, Nick datang lebih dulu dibanding dengan Thomas. Di mejanya telah terisi secangkir penuh kopi panas dengan hembusan asap yang menari-nari diatas cangkir kopi miliknya.
Nick lebih asyik memainkan ponsel, dibanding menyeruput kopi pesanannya. Nick terus membiarkan kopinya menjadi dingin dengan sentuhan udara pendingin yang ada di kafe tersebut.
Tak lama Thomas datang dengan tas ransel besar berwarna hitam. Didalam tas tentu menyimpan baju kerja Thomas serta perlengkapan Thomas selama bekerja. Thomas duduk dengan sedikit dua kursi. Dimana satu kursi untuk kursi untuknya. Satu lagi menjadi tempat Thomas menyimpan tas ranselnya.
"Sorry telah lama menunggu." Ucap Thomas.
"Tidak apa. Saya belum lama juga disini."
Thomas memperhatikan sekitar area kafe yang nampak dipadati pengunjung.
"Oh iya saya lupa. Kamu mau pesan kopi juga. Biar saya pesankan." Tawar Nick.
"Tidak usah. Biar saya sendiri saja yang memesan." Tolak Thomas.
Thomas segera mendatangi meja kasir untuk memesan kopi yang ingin dia pesan. Sama dengan Nick yang memesan Cafucinno, tetapi Thomas juga memesan sebuah roti untuk teman menyeruput kopi. Dalam 10 menit kedepan, pesanan Thomas akan segera tiba. Thomas kembali ke tempat duduknya.
"Mau apa kamu mengajak saya bertemu disini?" Tanya Nick.
"Saya mau menerima tawaran kerjasama yang ditawarkan anda. Saya ingin menghancurkan chef Julien's juga." Terang Thomas.
__ADS_1
Nick tersenyum.
"Saya suka kamu anak muda." Puji Nick memegang bahu Thomas.
Seorang pelayan kafe mengantar pesanan Thomas. Satu persatu pesanan Thomas dia letakan diatas meja.
Thomas langsung menyeruput kopi miliknya. Dia yang haus, menghabiskan setengah isi dari kopi tersebut. Nick tertawa melihat cara Thomas menyeruput kopi. Thomas seperti bukan orang yang sedang ingin minum kopi, seperti ingin melepas dahaga hausnya.
"Kamu haus, kenapa tidak pesan air putih saja?" Tanya Nick.
"Seperti minum kopi jauh lebih menantang." Jawab Thomas.
"Apanya yang menantang. Justru kamu tidak bisa menikmati sensasi kopi tersebut." Bantah Nick.
Nick hanya menggelengkan kepala dengan sikap sedikit konyol dari Thomas. Kemudian dia juga mulai menyeruput kopi miliknya. Tetapi baru setetes menyentuh lidah. Nick langsung kembali menaruh kopi miliknya.
"Kenapa gak jadi diminum?" Tanya Thomas.
"Dingin. Saya tidak suka kopi yang sudah dingin." Jawab Nick.
"Tidak ada sensasi. Tapi tetap itu sebuah kopi yang memiliki harga. Jadi harus tetap kita habiskan." Ucap Thomas.
Mendengar ucapan dari Thomas itu, Nick mulai berpikir akan karakter Thomas yang seperti orang-orang oportunis. Dimana dia memanfaatkan segala cara untuk keberhasilan. Satu karakter yang sepertinya cocok untuk menghancurkan bisnis dari Julien's.
__ADS_1
"Kenapa? Ada yang salah dengan ucapan saya?" Tanya Thomas semakin lahap menyantap roti miliknya.
"Tidak ada. Justru saya semakin yakin dengan kamu yang tentu bisa diajak berkerjasama untuk menghancurkan Julien's." Puji Nick.
"Terus bagaimana cara kita menghancurkan chef Julien's?" Tanya Thomas.
"Kita hancurkan dia dari dalam." Ide Nick.
"Bagaimana caranya?" Thomas kembali bertanya.
"Kamu buat pegawai lama di restoran Julien's dikeluarkan. Sehingga Julien's tak memiliki lagi pegawai loyalitas yang mumpuni." Beber Nick.
"Maksudnya bagaimana?" Tanya Thomas mendalam.
"Jadi kamu jebak beberapa orang di restoran yang akan membuat mereka dikeluarkan. Semisal kamu tambahkan benda atau sesuatu yang akan membuat masakan mereka menjadi aneh dan kurang sedap. Sehingga mereka akan di pecat oleh Julien's." Terang Nick.
"Tapi apa itu bisa berhasil? Disana banyak kamera pengawas pak." Ucap Thomas.
"Kamu harus main cantik dong. Tapi saya yakin kamu bisa melakukan itu, tanpa ketahuan oleh siapapun. Termasuk CCTV." Ucap Nick.
"Baiklah kalau memang itu harus saya lakukan. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik, demi membalaskan dendam saya pada chef Julien's." Thomas dengan menggebu-gebu.
"Kita punya dendam yang sama. Oleh sebab itu kita harus bekerjasama untuk menghancurkan Julien's. Kita buat dia hancur." Ucap Nick dengan muka liciknya.
__ADS_1