SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
HARI TERAKHIR ALEX MENEMANI ANNE


__ADS_3

Cekrek... Seorang suster membuka pintu kamar perawatan Anne. Semangkuk sereal untuk sarapan Anne telah siap. Dengan segera Anne meminta Alex untuk menyuapi sereal itu kedalam mulutnya.


Alex menolak, tetapi Anne seperti bayi yang lapar merengek meminta Alex untuk menyuapinya. Terpaksa, Alex akhirnya menyuapi Anne. Walaupun dengan wajah yang begitu kesal.


Dorongan sendok yang dilakukan Alex nampak kasar. Dia mendorong sendok itu begitu kasar kedalam mulut Anne. Hingga dia sedikit merasakan kesakitan, kala sendok itu menyentuh giginya.


Anne kembali merengek, dia tak semakin menunjukkan karakter kekanakannya di depan Alex. Alex yang benci pada Anne semakin merasa tak nyaman dengan sikap kekanakan yang ditunjukkan oleh Anne. Alex pun berulang kali meminta Anne untuk lebih dewasa, mengingat sikapnya itu justru semakin membuat Alex muak dengan Anne.


Alex menyuapi kembali sereal Itu kedalam mulut Anne. Anne menatap wajah cemberut Alex yang nampak tak senang menyuapinya.


"Kamu gak suka menyuapi aku?" Tanya Anne menatap penuh harap wajah Alex.


Alex diam dengan tetap menunjukkan wajah cemberut. Dia tetap mencoba menyendok sesendok sereal untuk disuapkan kedalam mulut Anne.


"Alex... Jawab." Pinta Anne sambil menutup mulutnya.


"Udah gak usah berisik, kalau kamu gak mau makan. Aku mau ke toilet dulu." Amuk Alex menaruh semangkuk sereal itu.


Alex dengan mempertahankan wajah cemberut. Pergi meninggalkan Anne yang terus memanggil namanya untuk tidak pergi. Tetapi Alex tetap berjalan pergi meninggalkan Anne didalam ruang perawatan.


Alex membilas wajahnya dengan air yang mengalir dengan derasnya. Alex begitu dibuat stress menghadapi sikap konyol Anne. Dia tak sanggup menghadapi Anne yang sengaja untuk berdekatan dengannya.

__ADS_1


Alex bercermin dengan wajah basah. Dia menatap wajahnya yang nampak tak berdaya dibuat oleh Anne. Alex ingin marah, tetapi kesalahannya yang membuat tangan Anne terkilir. Dengan jiwa ksatria harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Usai membasuh wajah, Alex menenangkan pikirannya terlebih dahulu di kantin rumah sakit. Segelas kopi hangat rasanya bisa membuat pikiran Alex sedikit tenang. Mengingat Anne cukup mengurus emosi Alex.


Alex hanya termenung membiarkan kilapan asap yang keluar dari kopinya pergi begitu saja. Pikirannya kembali menuju Nania. Alex yang telah jatuh cinta pada Nania ingin mengungkapkan perasaan cintanya tersebut. Tetapi dia ragu untuk mengungkapkan perasaannya itu hari ini. Sebab kondisi keluarga Alex yang menentang hubungannya dengan Nania, membuat saat ini bukan waktu yang tepat.


Belum meminum kopi yang dia pesan. Anne menelpon Alex. Malas sebenarnya untuk Alex mengangkat telepon dari Anne tersebut. Tetapi demi membayar lunas kesalahannya. Akhirnya Alex mengangkat telepon dari Anne.


"Hallo." Ucap Alex sambil menyeruput kopi


"Kamu dimana sayang. Aku kangen sama kamu." Jawab Anne dengan lebaynya.


"Suka-suka aku. Mau panggil sayang, honey atau apapun. Sebab aku masih sayang sama kamu." Jawab Anne.


Alex tak menjawab lagi ucapan dari Anne. Dia hanya menunjukkan raut wajah muak mendengar ucapan dari Anne.


"Pokoknya kamu harus segera ke kamar perawatan aku. Aku pengen makan buah sayang. Tentunya sambil disuapin sama kamu." Pinta Anne.


Alex langsung mematikan telepon tersebut. Dia melempar ponsel miliknya keatas meja. Dia menggaruk kepala untuk meluapkan kekesalannya pada Anne. Anne benar-benar memanfaatkan momen kebersamaannya bersama Alex untuk bermesraan. Alex yang tak nyaman merasa kesal dan muak akan sikap Anne tersebut.


Hanya satu seruputan, Alex membayar kopi itu hampir 3 kali lipat. Alex tidak mengambil uang kembalian dari kopi yang dia pesan. Alex memilih langsung bergegas ke kamar perawatan Anne dengan wajah marah.

__ADS_1


Anne nampak asyik melakukan video call bersama teman-temannya, begitu Alex masuk kedalam kamarnya. Anne mengarahkan ponselnya kearah tubuhnya Alex. Anne ingin memamerkan Alex yang kembali ke pelukannya.


Alex yang tak terima, langsung membanting ponsel milik Anne ke lantai. Dia memperingatkan Anne untuk tidak menyebut Alex pacarnya. Sebab Alex bukan pacarnya lagi.


Melihat Alex yang begitu marah hebat, Anne hanya terdiam. Dia hanya bisa meratapi ponsel mahalnya yang harus rusak dibanting oleh Alex.


Sesuai permintaan Anne, Alex mulai mengambil buah apel. Alex mengupas secara perlahan buah tersebut. Kemudian menyuapi kedalam mulut Anne.


"Besok aku bakal pulang ke rumah. Aku pikir luka kamu sudah sembuh." Ucap Alex menyuapkan buah ke mulut Anne.


"Alex aku mohon jangan." Pinta Nania menggenggam tangan Alex.


"Lepasin tangan aku. Aku gak sudi tangan kotor kamu menyentuh tanganku." Pintanya dengan tegas.


Ketakutan, Anne secara perlahan melepaskan tangannya.


"Aku mohon temanin aku sehari lagi Alex." Pinta Anne.


"Tidak! Sekali tidak, tetap tidak!" Tegas Alex.


Anne hanya bisa menunduk menerima kenyataan hari ini adalah hari terakhir Alex merawatnya di rumah sakit. Besok Anne harus kehilangan Alex kembali.

__ADS_1


__ADS_2