
Air mata Beatrice jatuh tidak beraturan saat dokter yang selam ini menangani penyakit kanker darinya mengatakan umur Beatrice sudah tidak lama lagi. Mungkin Beatrice akan segera menghadap sang pencipta. Mengingat kanker dari Beatrice tersebut sudah menjalar cukup banyak. Menjangkiti beberapa organ penting dari seorang Beatrice.
Beatrice keluar dari ruang perawatan dengan perasaan hancur. Impian Beatrice yang masih banyak, seakan harus mati perlahan dengan penyakit kanker yang menyerang tubuhnya. Memiliki tubu yang ideal di usianya kini. Hingga melihat ketiga anaknya menikah, adalah sebagian dari impian kecil Beatrice.
Namun semuanya terancam hancur begitu saja dengan realita yang hancur di alami oleh Beatrice. Beatrice harus menerima jika umur dirinya tidak akan lama lagi. Mungkin Beatrice akan pergi dalam hitungan bulan. Ada beberapa hal yang sudah mulai Beatrice rasakan dari tubuhnya yang sudah mulai mati.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang, wajah Beatrice yang pucat. Terus menunjukkan bagaimana dia terlihat begitu lelah dengan penyakit yang di alami oleh dirinya tersebut. Beatrice ingin segera sembuh dari penyakitnya tersebut. Tapi semua hanyalah angan-angan semata saja. Penyakitnya jauh lebih ganas dari semangat Beatrice untuk bisa kembali sehat.
Tiba di rumahnya, Beatrice tidak langsung turun. Dia masih terus memikirkan apa yang harus di lakukan oleh dirinya di sisa waktu yang ada. Apa yang mungkin Beatrice lakukan untuk tetap bertahan dengan situasi sulit tersebut.
Hal pertama yang harus Beatrice pikirkan adalah bagaimana dia menemukan seseorang yang bisa menggantikan posisi dia sebagai istri resmi dari Julien's. Baginya Nania tidak layak untuk mendapatkan jatah sebagai istri utama. Nania yang telah menjadi madunya selama ini. Tidak mendapatkan izin dari Beatrice untuk menjadi istri utama dari seorang Julien's.
__ADS_1
Tidak hanya perihal istri ideal untuk Julien's nantinya. Beatrice juga berharap ketiga anaknya tidak akan pernah menyukai seorang Nania. Mungkin bagi Marrie itu sudah berhasil. Tapi bagi Romeo dan Theo, rasanya begitu sulit untuk membuat keduanya membenci seorang Nania. Apalagi Nania telah dekat selama ini dengan kedua anak Beatrice. Sehingga akan sangat sulit bagi Beatrice untuk memisahkan seorang Nania dari kedua anaknya tersebut.
Beatrice juga berharap segera bisa memisahkan seorang Marrie dengan Oscar. Hubungan Marrie yang Beatrice anggap dengan Oscar tidak layak. Harus segera Beatrice pisahkan. Mengingat Marrie tidak akan memiliki masa depan yang cerah bagi seorang Marrie.
Semua keinginan dari seorang Beatrice itu harus segera realisasikan. Beatrice tidak ingin saat dia meninggal nantinya. Masih ada sekelumit masalah yang terus menerpa hidupnya. Beatrice tidak ingin itu menjadi hambatan berarti untuk dirinya. Sehingga Beatrice harus bisa merubah semuanya dari sekarang.
__ADS_1
Beatrice yang tak kunjung keluar dari dalam mobilnya. Akhirnya turun, setelah Beatrice di minta turun oleh kedua putranya. Theo dan Romeo ingin Beatrice membantu mereka mengerjakan tugas sekolah mereka. Walaupun pada akhirnya tugas itu langsung di kerjakan oleh Nania dengan begitu baik.
Melihat bagaimana Nania yang begitu siap dalam memberikan kasih sayang pada kedua anaknya. Sempat membuat Beatrice terlihat terpukau. Namun menurut Beatrice Nania adalah seorang perempuan tidak baik, sehingga Nania tidak layak untuk melanjutkan tugas sebagai ibu sambung bagi kedua anaknya.