
Mendapatkan kabar akan Beatrice yang kembali di rawat di rumah sakit. Marrisa yang baru menyelesaikan tugasnya sebagai salah satu panitia pembukaan acara olahraga. Terlihat begitu panik saat mengetahui Beatrice kembali di rawat di rumah sakit. Tapi kepanikan dari Marrisa juga, menjadi berkah tersendiri untuk dirinya. Mungkin Marrisa akan kembali mendekati seorang Julien's. Tentu ini akan jadi momen yang pas untuk Marrisa kembali mendekati seorang Julien's.
Marrisa tiba di rumah sakit. Dia langsung mendatangi seorang staf rumah sakit untuk mencari tahu keberadaan dari seorang Beatrice. Marrisa pun menunjukkan wajah kesedihan yang teramat. Mungkin dengan begitu, Julien's akan yakin pada seorang Marrisa. Perempuan yang tulus serta memiliki rasa empati yang tinggi.
Setelah mendapat nama kamar perawatan dari Beatrice. Marrisa pun segera mendatangi kamar perawatan dari Beatrice tersebut. Dia tak sabar untuk bertemu dengan Julien's yang tentunya ada di dekat ruang perawatan dari Beatrice. Bukan untuk bertemu dengan Beatrice, tapi bertemu dengan Julien's. Itu jadi tujuan utama dari seorang Marrisa.
__ADS_1
Marrisa langsung di sambut oleh tangis Beatrice yang begitu kuat. Tangis Beatrice itu juga membuat seluruh anggota keluarga Beatrice semakin panik. Julien's pun langsung melihat apa yang terjadi jadi pada seorang Beatrice. Sementara Marrie semakin tidak ingin mendengar tangisan dari ibunya tersebut. Tangis yang membuat telinga hati seorang Marrie langsung teriris dengan begitu kuatnya.
Romeo dan Theo yang biasanya tidak pernah terlihat sedih. Kini menunjukkan wajah yang sangat frustasi. Mungkin keduanya merasa begitu sedih dengan apa yang terjadi pada Beatrice. Orang yang melahirkan keduanya tersebut, kini sedang berjuang melawan penyakit kankernya.
Nania langsung menenangkan Romeo dan Theo. Sementara Alex berusaha membuat Marrie lebih semangat lagi. Melihat Marrie yang begitu payah mendengar jeritan yang keluar dari ruang perawatan seorang Beatrice.
__ADS_1
Tim dokter melakukan upaya yang cukup masive untuk membuat Beatrice bisa lebih tenang. Meredakan rasa sakit di seluruh yubu. Beatrice. Sementara Beatrice yang menahan sakitnya dengan menangis, hanya bisa berpasrah diri. Dia sudah tidak memiliki semangat untuk melawan penyakitnya tersebut. Hingga Beatrice harus siap-siap menerima kenyataan terpahit dalam hidupnya. Kenyataan yang mengharuskan Beatrice untuk meninggalkan dunia ini selamanya.
Julien's terus memberikan semangat pada seorang Beatrice. Dia meyakinkan Beatrice untuk tetap semangat. Hari ini tidak akan jadi hari terakhir bagi seorang Beatrice, sehingga Beatrice tidak boleh menyerah begitu saja. Ada 3 anak Beatrice yang setia menanti seorang Beatrice. Sehingga Beatrice harus bisa sembuh dari penyakitnya tersebut.
Semangat yang di berikan oleh Julien's, benar-benar membuat Beatrice bisa kembali semangat. Dia terlihat bisa lebih tenang dengan semua yang ada. Dia tidak lagi berpasrah diri dengan keadaan. Kini Beatrice mulai berani untuk melawan penyakitnya tersebut. Hingga Beatrice bisa mengikuti setiap arahan dari tim dokter dalam mengobati penyakitnya tersebut.
__ADS_1
Julien's berulang kali mencium kening Beatrice, dia memberikan seluruh cintanya pada seorang Beatrice. Cinta yang tulus dan penuh dengan kasih sayang coba terus di berikan Julien's pada seorang Beatrice. Dengan begitu, Beatrice bisa lebih kuat lagi dalam menghadapi penyakitnya. Penyakit yang membuat Beatrice hampir menyerah dengan keadaan yang ada pada dirinya tersebut.