
D imana dan kemana Nania pergi, masih jadi tanda tanya besar bagi seorang Alex. Perempuan yang di sukainya itu entah berada di mana. Dia tak tahu keberadaan seorang Nania sekarang. Hingga Alex benar-benar merasakan sebuah kehampaan.
Malam yang dingin dengan hembusan angin yang kencang, tak menyurutkan semangat Alex untuk mencari keberadaan seorang Nania. Dari taman kota, hingga alun-alun yang mulai sepi. Tak ada tanda-tanda keberadaan dari seorang Nania. Alex terus mencari keberadaan Nania berada.
Kemana lagi Alex harus mencari Nania. Orang yang dia cintai itu benar-benar hilang. Meninggalkan kota Nice tanpa jejak sedikit pun. Hingga Alex harus merasakan kehilangan teramat akan kepergian dari seorang Nania.
Nania duduk di bangku taman yang biasa dia dan Nania tempati. Mungkin dengan duduk di bangku taman itu, Alex bisa segera menemukan Nania. Dia terus menghubungi Nania, walaupun panggilan telepon dari Alex tak pernah tersambung dengan Nania. Sebab ponsel Nania yang memang sengaja di matikan oleh Nania.
__ADS_1
"Kemana kamu pergi Nania?" Gumam Alex yang nampak begitu putus asa.
Alex menatap ke arah jam di tangannya. Melihat bagaimana waktu yang sudah berjalan cukup cepat. Tak terasa waktu pun berlalu dengan begitu cepatnya. Hingga rasa kantuk dalam diri Alex sudah tidak bisa terbendung lagi.
Melawan yang kantuk yang terus bergelut di dalam otaknya. Alex tetap berusaha untuk mencari seorang Nania. Aku pikir lebih baik mati, di sebabkan rasa kantuk yang teramat ini. Daripada harus mati menahan rindu pada seorang Nania. Pikiran buruk seorang Alex yang tak bisa berhenti untuk mencari Nania.
Alex kembali masuk ke dalam mobilnya. Mendatangi sudut kota Nice untuk menemukan keberadaan dari seorang Nania. Jika tidak ada di taman, mungkin Nania ada di tempat lain. Salah satunya adalah restoran 24 jam. Beberapa restoran 24 jam di kota Nice, Alex sambangi. Tapi Nania tidak berada di satu tempat pun. Alex tetap tak menemukan keberadaan Nania yang begitu dia rindukan tersebut.
__ADS_1
"Aku pikir, kita tidak akan bertemu lagi Nania. Aku sudah lelah, mungkin ini adalah titik lelah dari ku. Aku menyerah." Ucap Alex menyambut fajar di ufuk timur.
Air matanya terus menetes, ketika Alex memandangi wajah seorang Nania di ponsel pintar miliknya. Mungkin hanya gambar itu yang bisa menenangkan pikiran seorang Alex. Menenangkan pikiran dirinya yang begitu kacau akan Nania.
Mungkin Alex akan melapor polisi, jika dalam waktu 2 X 24 jam dia tak menemukan keberadaan seorang Nania. Alex khawatir Nania di culik oleh orang jahat. Sehingga Nania tak bisa di temukan lagi oleh Alex. Dengan bantuan polisi, mungkin saja Alex akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi akan Nania. Informasi yang begitu dia butuhkan saat ini..
Alex membawa mobilnya di tengah fajar yang semakin terang dari ufuk timur. Mungkin ini waktu yang tepat bagi Alex untuk beristirahat. Badannya sudah cukup lelah, hingga Alex harus segera beristirahat. Agar besok Alex akan lebih fresh lagi dan bugar.
__ADS_1
Tiba di rumahnya, Alex kembali teringat akan Nania. Photo Nania yang terpajang di atas laci miliknya. Kembali mengingatkan memori Alex akan Nania. Kenangan yang harus membawa Alex pada kondisi dirinya dan Nania yang begitu penuh cinta.
Alex mengambil photo Nania tersebut. Lalu mulai sedikit berbincang dengan photo itu. Alex mengutarakan kerinduan pada Nania lewati photo itu. Sebelum Alex memeluk erat photo itu. Hingga akhirnya Alex membawa tidur photo itu.