
Badan Nania terasa begitu letih. Kepalanya begitu pusing seperti ada seseorang yang menggoyangkan isi kepalanya. Udara dingin yang masuk kedalam kamar Nania, semakin membuat tubuh Nania menggigil hebat. Dia pun tak bisa melepaskan selimut dari tubuhnya.
Tak hanya itu saja, rasa mual juga mulai menyerangnya. Beberapa kali Nania harus bolak-balik kamar mandi untuk muntah. Wajah pucat tak bisa Nania sembunyikan akan kondisi sakitnya tersebut.
Beberapa obat yang dibelikan oleh Julien's coba dijadikan doping untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Mulai dari obat sakit kepala, hingga obat meriang masuk kedalam tubuh Nania. Tetapi belum ada reaksi yang cukup dengan semua obat yang diminum olehnya.
Tenggorokan Nania yang juga gatal, membuatnya tak nyaman kala menelan makanan yang hendak ia makan. Mungkin minuman jahe bisa sedikit membuat tenggorokannya kembali hangat. Sehingga bisa lebih nyaman lagi ketika makan sesuatu.
Nania beranjak dari kamarnya untuk membuat minuman jahe tersebut. Dengan langkah berat, Nania terus berjalan menuju dapur. Sesekali dia menyedot ingusnya yang berusaha keluar dari hidungnya. Kedua tangannya juga mendekap kuat tubuhnya yang menggigil.
Baru tiba di dapur, perut Nania kembali mual. Sehingga dia harus berlari ke wastafel yang berada di dapur untuk muntah. Beatrice yang sedang mengambil air hangat untuk dirinya meminum obat. Seketika terkejut ketika Nania muntah-muntah.
Beatrice menghampiri Nania, tanpa membawa gelas minumnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" Tanya Beatrice.
"Enggak tahu mbak. Tiba-tiba saya pusing, lemas dan mual-mual." Jawab Nania mematikan air keran.
Melihat gejala Nania yang seperti orang hamil. Beatrice langsung berpikir Nania hamil. Beatrice tak ingin melihat Julien's memiliki anak dari perempuan lain. Sehingga dia begitu marah dengan kondisi Nania tersebut.
"Jangan-jangan kamu hamil? Ingat Nania, selama saya masih hidup. Saya tidak ingin melihat suami saya memiliki anak dari perempuan lain. Terlebih itu dari kamu." Tegas Beatrice.
"Kamu pikir orang yang minum pil KB tidak akan hamil. Kamu salah Nania. Sebelum saya hamil Romeo, saya juga minum pil KB. Tapi kenyataannya saya bisa hamil Romeo. Jadi kamu harus hati-hati lagi." Papar Beatrice.
"Tapi saya yakin ini bukan hamil. Tapi akibat sakit saja. Jadi saya seperti ini." Bantah Nania.
"Terserah! Tapi saya kembali ingatkan kamu. Jangan pernah hamil anak Julien's selama saya masih hidup di dunia ini." Ancam Beatrice dengan mata melotot.
__ADS_1
Ancaman yang dilayangkan oleh Beatrice akhirnya reda, setelah Julien's datang ke dapur. Dia ingin sekedar mengambil cemilan. Namun fokusnya langsung beralih kala melihat Beatrice dan Nania yang terlihat sedang mengobrol serius di dekat wastafel.
"Kalian lagi membicarakan apa?" Tanya Julien's yang mengejutkan Beatrice dan Nania.
Tanpa menjawab sedikit pun pertanyaan dari Julien's. Beatrice pergi begitu saja. Sementara wajah pucat Nania yang disebabkan oleh sakit serta ancaman dari Beatrice. Langsung menjadi perhatian dari Julien's.
"Nania, wajah kamu kenapa pucat seperti itu?" Tanya Julien's panik.
"Aku baik-baik saja sayang." Jawab Nania begitu lemas.
"Baik-baik darimana. Muka kamu pucat banget sayang. Kamu sakit." Ucap Julien's sambil mengusap kepala Nania yang begitu panas.
Nania yang sudah begitu lemas, tak mampu untuk bertahan lagi. Nania pun akhirnya pingsan. Untung Julien's sigap, sehingga dia langsung menangkap tubuh Nania yang terjatuh.
__ADS_1