SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
NANIA PINDAH KE RUMAH JULIEN'S


__ADS_3

Pasca resepsi sederhana disebuah hotel mewah. Sehari setelah pernikahan, Julien's dan Nania memutuskan untuk langsung pindah ke rumah Julien's.


Membawa koper kecil berisi baju. Nania percaya diri berjalan menuju rumah Julien's dari arah parkiran mobil di rumah Julien's. Ini bukan mimpi untuknya menjadi salah satu penghuni rumah mewah Julien's, sebagai permaisuri Julien's.


Dibelakang Nania Julien's yang sedang menerima telepon berjalan mengikuti Nania. Dia nampak fokus berbicara dengan orang yang diteleponnya. Sehingga langkahnya tertinggal jauh oleh Nania.


Tepat didepan pintu rumah, Beatrice dengan wajah pucat dengan sweater berongga dan sebuah syal yang melingkar di lehernya menyambut kedatangan Nania. Tidak dengan senyuman, dia menyambut Nania dengan wajah yang ketus.


"Saya pikir kalian akan bulan madu terlebih dahulu." Ucap Beatrice ketus.


"Enggak mbak. Kita belum ada rencana bulan madu sejauh ini." jawab Nania dengan pandangan menunduk.


Julien's yang berada di belakang Nania, akhirnya sampai juga di depan pintu rumah.


"Kok masih disini, kenapa gak masuk?" Tanya Julien's merangkul pundak Nania.


Melihat tangan Julien's yang begitu mesra merangkul pundak Nania. Seketika hati Beatrice terbakar api cemburu. Dia marah, namun itulah kenyataan yang harus dia terima. Tak ingin hatinya terus terbakar api cemburu. Dia kembali masuk kedalam kamarnya.


Julien's dengan penuh perhatian menggandeng Nania untuk masuk kedalam rumahnya. Kemudian Julien's memberikan Nania kamar di lantai dua. Kamar yang cukup besar, namun belum memiliki furniture yang banyak seperti kamar utama yang ditempati oleh Julien's dan Beatrice.

__ADS_1


Hanya sebuah lemari berbahan dasar kayu yang bisa Nania gunakan untuk menyimpan pakaiannya. Pastinya kasur empuk untuk Nania dan Julien's bermesraan, sebelum pukul 12.


Keduanya menjatuhkan tubuh keatas Kasur. Kemudian Julien's menggenggam tangan Nania diatas dada bidangnya. Ia mengatakan begitu bahagia dengan pernikahan mereka. Dia juga berjanji akan membahagiakan Nania dengan sepenuh hati. Untuk memenuhi materi dan kebutuhan lainnya.


Nania juga begitu bahagia dengan pernikahan mereka. Perlahan Nania membalikkan posisi tubuhnya yang awalnya terlentang, menjadi menghadap kearah Julien's. Dengan kata-kata manis Nania mengatakan begitu bersyukur menjadi istri dari seorang chef terkenal.


Mendengar Nania mengucapkan kata-kata manis untuknya dengan nada menggoda. Seketika Julien's terangsang. Dia seketika membalikkan tubuhnya juga. Perlahan mulai mengarahkan bibirnya untuk menyentuh bibir Nania. Namun ketika bibir keduanya saling menyentuh, Pintu kamar Nania yang terbuka membuat Marrie yang sedang melewati kamar. Melihat Nania dan Julien's yang nyaris berciuman. Dengan wajah penuh tanya, Marrie membuat Julien's dan Nania terkejut.


"Ayah!" Ucap Marrie dari luar kamar.


Nania dan Julien's yang terkejut, seketika langsung bangun dari kasur. Julien's langsung menghampiri Marrie. Dia membuat suasana seakan tidak terjadi apapun dihadapan Marrie.


Marrie tak memperdulikan sapaan dari Julien's. Dia kemudian dengan wajah penuh tanya menghampiri Nania.


"Kenapa perempuan ini ada di rumah kita ayah?" Tanya Marrie dengan suara yang mulai meninggi.


Julien's terdiam. Secara tiba-tiba Beatrice muncul. Kemudian dia mengatakan dengan wajah datar jika Julien's telah menikah dengan Nania.


Marrie terkejut! Dia begitu tak menyangka ayahnya telah menikah dengan perempuan lain, disaat ibunya masih ada. Tangis Marrie pecah, kemudian dengan sekuat tenaga mencoba memukuli Nania yang berada dihadapannya.

__ADS_1


Tak tinggal diam, Julien's yang melihat Nania tak melakukan perlawanan pada Marrie. Seketika mencoba menahan amarah Marrie pada Nania. Dia meminta Marrie untuk menghentikan tindakannya tersebut. Namun Marrie tetap berusaha menyakiti Nania. Sehingga Julien's yang sudah naik pitam, menampar keras wajah Marrie. Semua terkejut, termasuk Nania dan Beatrice


Marrie terdiam dengan berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Sementara Julien's yang merasa bersalah, langsung mencoba meminta maaf pada Marrie. Namun ketika Julien's akan menyentuh wajah Marrie. Marrie segera mungkin bergegas meninggalkan semuanya menuju kamar.


Julien's duduk diatas kasur dengan penuh penyesalan dengan tamparan keras ke wajah Marrie. Nania hanya tertunduk sembaring mencoba menenangkan Julien's. Sedangkan Beatrice memilih untuk pergi dengan perasaan yang cukup puas. Sebab dia telah membuat Marrie membenci Julien's dan Nania.


Julien's yang masih merasa bersalah pada Marrie. Berusaha meminta maaf padanya. Julien's berulang Kali mengetuk pintu kamar Marrie. Dia berusaha meminta maaf pada Marrie. Namun Marrie yang tak henti menangis, tak merespon sedikit pun usaha dari Julien's. Dia tetap tak membuka pintu kamarnya.


Nania menghampiri Julien's yang nampak putus asa setelah mendapatkan penolakan maaf dari Marrie. Kemudian Nania mengajak Julien's untuk sarapan terlebih dahulu. Mengingat keduanya belum sarapan.


Julien's mengikuti saran Nania. Dia bergegas ke meja makan untuk menyantap sekedar roti sarapannya. Pandangannya begitu kacau, sehingga Nania harus menuntunnya menuju meja makan.


Di meja makan, nampak Beatrice sedang menyantap sarapan bersama kedua anak. Melihat Nania dan Julien's yang bergegas menuju kearah meja makan. Beatrice memilih untuk pergi kembali ke kamarnya. Sementara anaknya dibiarkan. Itu alasan yang membuat Julien's mencari istri. Sebab perlahan Beatrice mulai tak peduli pada anaknya sendiri.


Namun kesempatan itu dimanfaatkan Nania untuk mendekati dua anak Julien's tersebut. Nania dengan wajah penuh senyum menyapa dua anak Julien's. Pertama Nania menyapa si tampan Theo yang begitu asyik menyantap roti, namun sedikit malu-malu ketika Nania datang. Kemudian Romeo yang emang sudah mengenali Nania langsung meminta untuk digendong Nania. Pagi itu terasa begitu hangat dengan kedekatan Nania dengan kedua anak Julien's.


Kehangatan itu makin terasa ketika Nania dengan sabar dan penuh kasih sayang menyuapi Romeo. Begitu juga dengan Theo yang malu-malu ingin mendapatkan perhatian dari Nania juga. Kedua anak Julien's begitu akrab dengan Nania.


Kehangatan yang terjadi antara Nania dengan kedua anak Julien's. Seketika menghapus kesedihan Julien's yang masih belum mendapat maaf dari Marrie. Dia begitu senang dengan perhatian yang Nania berikan kepada kedua anaknya. Julien's tak salah memilih Nania menjadi istri keduanya. Sebab Nania benar-benar sesuai harapan dia.

__ADS_1


__ADS_2