SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
ALEX GALAU


__ADS_3

Hidup seakan tak berpihak padanya. Rasa cintanya yang besar pada Nania, seakan tak terbalaskan. Alex hanya bisa menangisi kekecewaan Nania padanya. Dimana dia tak bisa berbuat apapun lagi untuk Nania. Mengingat Nania kini begitu kecewa akan sikap tempramen yang Alex tunjukkan.


Alex menepikan mobilnya tepat di parkiran sebuah kafe. Dia ingin menenangkan pikiran kacaunya dari perasaan bersalah pada Nania. Beberapa rokok dan bir dirasa bisa membuat pikirannya menjadi lebih tenang lagi. Hingga setibanya di dalam kafe, Alex langsung menyalakan korek untuk menyulut rokok miliknya.


Alex tertegun dengan air mata yang mulai membasahi kedua kelopak matanya. Wajahnya mulai memerah, dia bersedih mengingat semua kejadian yang membuat Nania membencinya.


Seorang pelayan kafe mendatangi meja tempat Alex berada. Dia menawarkan buku menu yang bisa menjadi rekomendasi untuk untuknya memilih jenis bir yang hendak diminum olehnya.


Alex yang tak fokus dengan kedatangan dari pelayan itu. Malah menatap pelayan itu dengan tatapan bingung. Wajahnya menegaskan bahwasanya ia tak paham dengan maksud si pelayan mendatang.


Pelayan perempuan itu sebenarnya bingung juga. Dia mengangguk rambut bagian belakangnya. Sebelum akhirnya ia menjelaskan kedatangannya ke meja tempat Alex duduk.


"Bapak ingin pesan minuman jenis apa. Bisa lihat daftar minuman kami di buku menu ini." Terang si pelayan.


"Baik. Taruh saja di meja. Nanti jika saya ingin pesan, saya akan panggil kamu." Titah Alex sambil kembali menghisap rokok.


Mematikan rokoknya terlebih dahulu. Alex langsung melihat buku menu yang hendak dipilih Alex untuk memesan bir.


Selembar demi selembar buku menu dibuka oleh Alex. Tak ada satu pun minuman yang dirasa cocok untuknya. Sehingga ia langsung kembali menutup buku menu tersebut. Alex kembali mengeluarkan sebatang rokok untuk dihisap olehnya.


Dihisapan pertama itu, Alex dikejutkan akan kedatangan seorang Aurille. Dengan pakaian super seksi, Aurille tanpa sungkan langsung menyapa Alex. Tak ada keraguan dalam dirinya. Aurille langsung menyapa Alex yang masih terlihat galau.

__ADS_1


"Dokter Alex. Dokter suka nongkrong disini juga?" Sapa Aurille penuh antusias.


"Terkadang. Ketika saya sedang merasa butuh ketenangan. Saya akan kesini untuk dapat sedikit ketenangan." Jawab Alex kembali menghisap rokok miliknya.


Aurille tersenyum melihat keberadaan Alex disana. Ia begitu senang Alex suka dengan salah satu kafe miliknya. Alex langsung meminta Aurille untuk duduk. Seketika Aurille langsung duduk disamping Alex.


"Kamu sendiri sedang apa disini?" Tanya Alex.


"Ini salah satu kafe milikku. Jika ada waktu luang, aku sering mengecek kafe ini." Terang Aurille.


Alex kembali menghisap rokoknya. Kemudian dengan wajah antusias, Alex memuji Aurille sedikit langit.


"Wow keren banget. Ternyata kamu seorang pengusaha sukses juga." Puji Alex.


"Kamu baru datang juga?" Tanya Aurille.


"Enggak. Mungkin sekitar 10 menit aku sudah ada disini." Jawab Alex.


"Kenapa belum ada minuman diatas meja kamu?" Tanya Aurille kembali.


"Aku tidak menemukan racikan minuman baru yang fresh. Semua minuman disini sudah aku coba. Jadi aku ingin sesuatu yang berbeda hari ini." Terang Alex dengan mendetail.

__ADS_1


Aurille tersenyum dengan penuh percaya diri. Ada sesuatu yang baru yang hendak diberikan oleh Aurille pada Alex. Sehingga Alex begitu tertarik untuk mengetahui apa yang hendak diberikan oleh Aurille.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu. Ada sesuatu yang salah dengan ucapan dariku?" Tanya Alex bingung.


"Aku ada sesuatu yang baru. Aku ingin tunjukan itu pada kamu hari ini." Jawab Aurille penuh keyakinan.


Aurille meminta Alex untuk menunggu. Sementara dia menuju tempat barista untuk meracik minuman special yang akan dihidangkan pada Alex.


Aurille mengenakan celemek coklat yang digunakan oleh para barista. Mengingat rambutnya, sebelum memulai aksinya untuk meracik minuman yang hendak dihidangkan pada Alex.


Alex sendiri terlihat tertarik dengan aksi dari Aurille. Kembali menghisap rokok, Alex terlihat penasaran dengan apa yang hendak disajikan oleh Aurille. Mungkin sebuah aktraksi yang menarik yang akan membuat semuanya deg-degan. Itu membuat Alex begitu tertarik dengan apa yang akan disajikan oleh Aurille.


Lihainya Aurille ketika menuangkan minuman, berhasil membuat decak kagum dari Alex hadir untuknya. Dia begitu terpesona akan aksi memukau dari Aurille. Hingga kegalauan yang sempat melanda hatinya, seketika terobati dengan aksi yang disuguhkan oleh Aurille.


Aksi hampir 10 menit yang dilakukan oleh Aurille pun akhirnya berakhir. Minuman racikan baru yang dijanjikan oleh Aurille telah siap. Alex yang sudah tak sabar meminum minuman itu, langsung tertarik untuk mencoba minuman racikan dari Aurille tersebut.


Alex tak sabar untuk mencicipi minuman yang menurut Aurille begitu lezat. Mengingat Alex salah satu orang yang menyukai minuman keras. Sehingga ia begitu antusias menunggu apa yang hendak disajikan Aurille padanya.


Aurille langsung menghidangkan minuman itu diatas meja Alex. Dengan rasa percaya diri yang tinggi. Aurille yakin Alex akan suka dengan minuman yang dibuatnya. Mengingat minuman itu memiliki cita rasa yang berbeda dari menu yang ada di kafe.


Sebelum meminum minuman itu, Alex dengan penuh perhatian. Mengambil sedikit sisa benang yang menempel dengan ribuan helai rambut Aurille. Aurille seketika dibuat melayang dengan perhatian yang ditunjukkan oleh Alex. Terlebih Alex sendiri yang mengambil benang tersebut. Hal itu semakin membuat Aurille terbang.

__ADS_1


Alex dengan satu tegukan, langsung meminumnya. Sempat memejamkan matanya. Sebelum Alex memuji minuman yang Aurille hidangkan. Segelas minuman yang cukup sempurna untuk mengobati kegalauan yang tengah melanda hati Alex.


Aurille semakin bahagia dengan respon positif yang ditunjukkan oleh Alex akan minuman yang dihidangkan olehnya. Dengan minuman yang dibuatnya itu, Aurille berharap Alex akan membuka pintu hatinya untuk Aurille.


__ADS_2