
Romeo nampak menyukai sebuah thriller film bertajuk super hero melintas dilayar tv-nya. Dia menyukai super hero itu. Sehingga dia mengajak ayahnya untuk menonton film itu.
Disekolah, Theo beberapa kali mendapatkan spoiler tentang film tersebut. Sehingga Theo juga ingin menonton film itu di bioskop. Sama seperti Romeo, Theo juga mengajak Julien's untuk nonton bersama-sama.
Melihat kedua anaknya begitu antusias untuk menonton film di bioskop. Akhirnya Julien's pun menyetujui permintaan kedua anaknya. Sore nanti selepas pulang kerja, Julien's bakal akan mengajak Romeo dan Theo untuk menonton film tersebut. Sorak kegembiraan langsung diluapkan oleh Romeo dan Theo. Keduanya begitu bahagia dengan janji Yang diberikan oleh Julien's.
Tak hanya Julien's yang diharapkan untuk ikut menonton film tersebut. Nania juga mereka ajak. Keduanya bahkan memohon pada Nania untuk ikut menonton film itu. Nania yang ingin membuat Theo dan Romeo bahagia, menyetujui permintaan keduanya. Dia akan ikut menonton film itu.
Beatrice cemburu, dia nampak begitu kesal saat kedua anaknya lebih memilih mengajak Nania. Dia langsung melempar sendok keatas piringnya, lalu dia segera bergegas menuju kamar. Kedua anaknya nampak ketakutan dengan sikap tak dewasa dari Beatrice. Nania dengan sigap langsung memeluk keduanya. Sehingga Romeo dan Theo bisa menjadi tenang.
Sebelum berangkat kerja, Julien's masuk kedalam kamar Beatrice. Dia duduk disamping Beatrice yang nampak kesal kedua anaknya mengacuhkan dia. Perlahan Julien's merangkul pundak Beatrice.
"Kalau sikap kamu seperti ini terus. Bagaimana anak-anak mau suka sama kamu." Ucap Julien's.
Beatrice terdiam dengan tatapan kosong.
"Nania selalu ada buat anak-anak kita. Makanya mereka begitu dekat dengan Nania. Coba kamu tiru gaya pendekatan dari Nania. Kamu juga pasti bisa dekat dengan mereka." Lanjut Julien's.
Beatrice tetap tak bersuara. Namun perlahan air matanya menetes. Mungkin dia sudah tak dapat membendung kesedihan yang harus dia alami. Sehingga dia tak mampu menahan air matanya untuk tidak jatuh.
Julien's yang larut dalam kesedihan yang Beatrice alami. Berusaha mengeringkan air mata yang menetes deras dari wajah Beatrice. Namun ketika tangan dia mulai akan mengusap. Beatrice dengan cepat menahannya.
"Cepat kamu pergi. Tinggalkan aku sendiri!" Pinta Beatrice.
Julien's tak dapat berbuat apapun lagi. Dia akhirnya menuruti permintaan Beatrice. Namun perhatian kecil tetap dia berikan. Dia mengingatkan Beatrice untuk tidak lupa meminum obat-obatan untuk daya tahan tubuhnya.
Nania sudah siap di depan pintu rumah untuk mengantar Julien's berangkat kerja menuju mobil. Nania tetap mempesona dengan sweater merah muda yang menutup pakaian tidurnya.
__ADS_1
Ciuman di kening selalu Julien's berikan pada Nania sebelum berangkat kerja. Kebiasaan baru yang membuat cinta diantara keduanya terus bersemi. Tak lupa satu kalimat I love U, cukup menjadi obat penenang dikala rindu. Walaupun hanya berpisah beberapa jam, akibat bekerja.
Mobil Julien's berangkat, itu tandanya dia harus segera bersiap untuk mengantar Theo ke sekolah. Nania harus belajar dari kejadian kemarin, dimana dia harus merasakan makian dari Beatrice. Setelah dia tidak mengantar Theo pergi ke sekolah.
Pagi ini tak hanya Theo saja. Nania juga mengajak Romeo untuk ikut bersamanya mengantar Theo. Sehingga suasana perjalanan menuju sekolah Theo, dipenuhi keributan antara dua kakak beradik.
Seperti biasa, begitu bel sekolah berbunyi. Theo segera bergegas masuk kedalam kelas. Sementara Nania menunggu didalam mobil. Namun Nania merasa kasihan jika Romeo juga menunggu tanpa melakukan aktivitas apapun.
Nania meminta sopirnya untuk membawa mobilnya menuju pusat perbelanjaan terdekat. Nania ingin mengajak Romeo jalan-jalan sambil jajan disana.
Benar saja, Romeo begitu senang begitu masuk pusat perbelanjaan tersebut. Dia berlari kesana-kemari untuk menemukan arena permainan yang ada disana.
Puncaknya ketika Romeo menginginkan sebuah mobil-mobilan besar. Nania tanpa ragu langsung membelinya. Namun Nania tanpa membeli untuk Romeo saja. Dia juga membeli untuk Theo juga. Dia tidak ingin ada keributan antara Romeo dan Theo, yang imbasnya menjadi amarah Beatrice.
Bel pulang sekolah berbunyi. Tepat ketika Theo menuju parkiran, mobil Nania sudah sampai. Sehingga Theo langsung masuk kedalam mobil.
Theo begitu senang dengan hadiah mobil-mobilan yang Nania belikan untuknya. Dia langsung mencium dan memeluk Nania, sebagai ucapan terima kasih. Nania juga semakin senang, sebab anak tirinya sudah semakin dekat dengannya.
Menggunakan bantuan internet super cepat dirumahnya. Nania mengikuti setiap langkah-langkah memasak dari jejaring video. Dia nampak serius mengikuti setiap langkah yang ada. Walaupun sebagai gantinya, Nania memasak cukup lama hanya untuk satu masakan saja.
Bangga, begitulah perasaan Nania begitu masakan yang dibuat jadi. Dia langsung memotretnya untuk dia kirimkan pada Julien's. Perasaan bangganya semakin bertambah, ketika Julien's memuji penyajian Nania yang cantik seperti wajahnya. Dia seketika tersipu malu begitu membaca pesan dari Julien's tersebut.
Tak ingin lama-lama lagi. Nania langsung membawa menu makanan yang dibuat keatas meja makan. Disana Romeo dan Theo sudah siap dengan piringnya masing-masing.
Namun kebahagiaan Nania sedikit terganggu, dengan sindiran dari Beatrice. Beatrice yang tiba-tiba datang ke meja makan, langsung mengucap kalimat sinis pada Nania.
"Berjam-jam di dapur cuman buat satu menu saja. Dimana letak istimewanya kamu sebagai istri?" Ucap Beatrice.
__ADS_1
Nania ingin membalas ucapan dari Beatrice. Namun dia sadar, kesehatan mental Beatrice yang memang sedikit terganggu. Mamaksa dia untuk bungkam, dan menerima kritikan dari Beatrice.
Kebahagiaan Nania kembali, kala Romeo dan Theo menyantap makanannya dengan begitu lahap. Mereka berdua menyukai makanan yang dibuat oleh Nania, keduanya kompak mengatakan délicieuse yang artinya lezat dalam bahasa Prancis.
Tak ingin kehilangan tumbuh kembang kedua anak tirinya. Nania juga menemani kedua anaknya tidur siang di kamar. Nania mengelus lembut punggung Romeo. Begitu juga ketika Theo ingin Nania memeluknya, Nania memeluk Theo dengan penuh kehangatan. Sehingga dia bisa tidur dengan lelap.
Langit berganti warna, seiring matahari yang kembali pulang kearah barat. Tiba waktunya untuk Julien's dan keluarganya menonton film yang ingin Romeo dan Theo tonton.
Julien's dengan kemeja biru yang tipis, memperlihatkan dada bidangnya dengan jelas. Jeans ketat berwarna navy, semakin menambah kemodisan penampilannya.
Baik Romeo dan Theo juga tampil dengan begitu modisnya. Keduanya kompak dengan setelan kaos berwarna merah. Tentu bergambar super hero yang akan mereka berdua saksikan.
Nania juga tak mau kalah tampil mempesona. Dengan sebuah rok pendek berwarna biru tosca. Dengan kaos yang ketat, dia benar-benar begitu seksi. Bentuk tubuhnya betul-betul terlihat mempesona. Make up tipis yang dia pilih, semakin membuat Nania benar-benar cantik.
Julien's duduk di kursi kemudi, dengan Nania disampingnya. Sementara kedua anaknya berada di bangku kedua. Mereka berdua nampak begitu akur dengan Snack yang dimakan masing-masing.
Mobil di jalankan, namun seksinya penampilan Nania malam. Secara tak langsung membangkitkan gairah seksual dari Julien's. Dia berulang kali mencuri pandang melihat dua buah dada Nania yang terlihat menonjol dengan baju ketat yang dipakainya. Sehingga Julien's begitu ingin menyentuhnya.
Tak hanya di dalam mobil saja, mata nakal Julien's mencoba menikmati keindahan yang Nania suguhkan. Ketika berjalan menuju kedalam bioskop, tangan Nakal Julien's berulang kali meremas bagian bokong Nania yang juga menonjol dengan rok seksinya. Tak ada rasa risih sama sekali, Nania justru senang bisa membuat Julien's terus bergairah.
Kenakalan Julien's tak sampai disitu. Dia kembali menunjukkan kenakalannya begitu berada didalam gedung bioskop. Meskipun terhalang oleh dua kursi yang diduduki oleh Romeo dan Theo yang berada ditengah-tengah mereka berdua. Namun tangan Julien's yang mampu merayap menuju buah dada Nania. Tetap mengelusnya. Tetap tenang, namun dia begitu merasakan gairah yang memuncak.
Hampir 2 jam penayangan film, Julien's tetap berada di puncak gairah. Dia tetap begitu bergairah dengan Nania yang tetap cantik dengan baju seksinya.
Kesempatan bagus untuk Julien's begitu melihat kedua anaknya yang pulas tertidur menuju akhir film. Julien's memangku Theo, sedangkan Nania menggendong di depan Romeo. Kembali keduanya diletakkan dibagian belakang mobil. Kemudian Julien's dan Nania tetap diposisi masing-masing.
Julien's tak menyalakan mobilnya. Bahkan dia tidak memasukkan kunci mobilnya untuk menyalakan mobil tersebut. Dia hanya menatap Nania dengan gesture yang sudah diketahui Nania. Namun apakah mereka akan bercinta dengan keadaan mobil seperti itu, dimana kaca mobil Julien's terlihat dari luar. Namun Julien's segera menaikan penutup kaca mobilnya yang seketika menutup seluruh kaca mobil menjadi hitam, yang tentunya tak tembus pandang.
__ADS_1
Tanpa ragu Julien's langsung mencium bibir Nania yang semakin seksi dengan lipstik pink menyala. Dia mencium setiap bagian tubuh Nania, hingga kedua buah dadanya. Nania yang tak kalah bergairah, mulai memainkan tangannya untuk membuka gesper celana Julien's. Dia membukanya, kemudian langsung menurunkan jeans celana Julien's.
Keduanya begitu berkobar, hingga tak terelakkan untuk berhubungan badan. ******* yang keluar dari Nania dan Julien's membuat Theo terbangun. Dengan polosnya, Theo menanyakan apa yang sedang Julien's dan Nania lakukan. Hingga membuat Julien's dan Nania begitu malu. Keduanya langsung mengenakan kembali baju masing-masing. Dengan tingkah seolah tidak terjadi apapun pada keduanya.