SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S MEMUJI MASAKAN NANIA


__ADS_3

Sebuah lagu berirama beat membuat Nania terus bernyanyi. Sambil mencuci piring-piring di wastafel dapurnya. Nania begitu asyik mengikuti setiap iringan musik yang keluar dari ponselnya.


Sedapnya lagu yang diputar Nania. Theo dan Romeo yang turut mendengar lagu itu pun menjadi turut ikut bernyanyi. Keduanya mulai mengikuti irama lagu yang semakin terdengar enak tersebut.


Nania pun begitu bahagia dengan keaktifan dari Theo dan Romeo. Nania bersyukur dua anak tirinya itu selalu mendapatkan kesehatan serta berkat dari Tuhan. Nania selalu berharap, keduanya bisa terus sehat untuk tumbuh kembang yang lebih optimal lagi.


Usai berjoget ria dengan lagu yang diputar oleh Nania. Theo dan Romeo seperti kehabisan bensin. Keduanya tiba-tiba tak berenergi. Mereka butuh asupan makanan yang bisa mengembalikan lagi energi mereka yang hilang, usai berjoget ria bersama Nania.


Tak ingin melewatkan waktu kosong Nania begitu saja. Baik Theo maupun Romeo meminta untuk disuapi oleh Nania. Keduanya ingin terus bermanja-manja pada Nania. Terlebih Romeo yang tak mau jauh-jauh dari Nania.

__ADS_1


Beatrice dengan gelas kosongnya, hendak mengambil minum ke dapur. Langkahnya terhenti, kala melihat kedua anaknya yang sudah sangat dekat dengan Nania. Ada perasaan sedih pada dirinya. Sebab dia tak bisa sedekat itu lagi dengan keduanya. Padahal Beatrice adalah ibu kandung Theo dan Romeo. Tetapi keduanya justru malah dekat dengan Nania yang merupakan orang lain.


Beatrice yang tak kuat menerima realita hidupnya. Memilih mengurungkan niatnya untuk mengambil minum di dapur. Dia tak ingin semakin sakit hati melihat kedekatan yang semakin intens antara kedua anaknya dengan Nania.


Nania sendiri mulai mengambil piring untuk menyendok beberapa menu makanan yang hendak di makan oleh Theo dan Romeo. Makanan yang dibuat oleh Nania dengan panduan dari buku resep pemberian Julien's. Nania berharap menu makanan yang dibuatnya akan disukai oleh Romeo dan Theo. Begitu juga dengan Julien's, Nania berharap dia akan memberikan penilaian yang bagus untuk menu makanan yang telah dibuatnya.


Benar saja, suasana halaman rumah yang asri dengan rimbun pepohonan. Semakin menambah cita rasa dari masakan Nania. Masakan Nania itu pun terasa begitu lezat di makan dengan hembusan angin yang menari-nari menerbangkan apapun yang dilewatinya.


Suasana makan itu semakin meriah. Julien's yang baru pulang dari restoran, turut bergabung dengan Nania dan kedua anaknya. Julien's tak ragu mencium kening Nania dihadapan kedua anaknya. Sehingga mereka nampak seperti sebuah keluarga bahagia.

__ADS_1


Melihat Theo dan Romeo begitu lahap dengan suapan yang diberikan oleh Nania. Julien's merasa cemburu. Dia ingin Nania menyuapinya juga, sama seperti Nania menyuapi Theo dan Romeo.


Nania yang awalnya malu-malu. Akhirnya menuruti permintaan dari Julien's. Meskipun masih ada sedikit rasa malu, tetapi Nania tetap menyuapkan satu sendok penuh makanan kedalam mulut Nania.


Emmm... Julien's menutup matanya. Entah dia merasakan betapa enaknya masakan yang dibuat oleh Nania. Atau mungkin sebaliknya, Julien's mencoba menelan sekuat tenaga dengan masakan yang dibuat Nania.


Tapi ternyata dugaan awal yang benar. Julien's menyukai masakan yang dibuat oleh Nania. Rasanya begitu enak. Sehingga Julien's ingin kembali mencoba masakan yang dibuat oleh Nania.


Dengan hati yang berbunga-bunga. Nania kembali mengambil masakan yang dibuatnya. Dirinya begitu bahagia dengan penilaian enak yang diberikan oleh Julien's padanya. Sehingga Nania tak merasa sedih lagi, tidak bisa masak untuk sang suami.

__ADS_1


__ADS_2