
Kondisi tubuh Beatrice yang terlihat begitu payah. Akhirnya membuat Beatrice harus mengalami perawatan intensif. Suhu tubuhnya meningkat drastis, dengan wajah pucat terlihat jelas. Dia benar-benar membutuhkan perawatan segera.
Beatrice nampak stress dengan rencana yang dirinya buat telah gagal. Usaha Beatrice untuk membuat Nania di benci oleh mertuanya sendiri, justru malah mendekatkan Nania dengan mertuanya itu. Mereka justru semakin dekat, terlebih setelah ibu mertuanya itu sakit. Nania yang mengurus ibu mertuanya, mendapat perhatian lebih dari ibu mertuanya. Hingga ibu mertuanya itu langsung berubah 360 derajat pada Nania.
Hal itu yang membuat Beatrice stress berat, hingga mempengaruhi situasi tubuhnya. Beatrice akhirnya jatuh sakit. Kekebalan dalam tubuhnya tak mampu melawan kuman yang menyerang. Hingga akhirnya Beatrice tumbang.
__ADS_1
Kondisi tubuh Beatrice yang memburuk, turut mempengaruhi penyakit yang menyerang tubuhnya. Usai di lakukan pemeriksaan terhadap tubuh Beatrice. Tim dokter menemukan sel kanker baru di tubuh Beatrice. Sehingga mungkin kanker dalam tubuh Beatrice akan semakin gila dalam menyerang tubuh Beatrice. Itu benar-benar akan membuat tubuh Beatrice semakin rintih dalam serangan penyakit lainnya.
Julien's nampak bersedih melihat kondisi Beatrice yang semakin memburuk. Dia tak tega melihat tubuh Beatrice yang harus terbaring kembali di atas ranjang rumah sakit. Mungkin faktor stress dan lainnya, membuat Beatrice kembali mengalami pertumbuhan sel kanker yang baru lagi.
Usai mendapatkan banyak penjelasan dari tim dokter akan kondisi Beatrice. Julien's masuk ke dalam ruang perawatan Beatrice. Dia ingin melihat kondisi Beatrice secara langsung. Dia mendekat ke arah tubuh Beatrice yang begitu payah di atas ranjang perawatan. Infus terpasang di tubuhnya. Begitu juga dengan peralatan rumah sakit lainnya. Hingga tubuh Beatrice terlihat seperti robot yang terpasang banyak selang.
__ADS_1
"Bagaimana pun sikap kamu terhadap Nania. Kamu tetap istriku juga Beatrice. Aku harap kamu segera sembuh. Agar kita bisa berkumpul kembali di rumah. Berkumpul bersama anak-anak. Bercerita dan sebagainya. Aku harap kamu akan segera sembuh sayang." Ucap Julien's sambil mengelus lembut rambut Beatrice.
Sebelum kembali ke posisi berdirinya. Julien's menyempatkan untuk mencium kening seorang Beatrice. Memberikan ciuman yang begitu tulus. Julien's begitu berharap Beatrice akan segera pulih kembali. Sekali pun sel kanker baru dalam tubuh Beatrice muncul. Tapi Julien's tetap berharap ada keajaiban untuk Beatrice. Sebuah keajaiban yang tentu akan membuat Beatrice menjadi lebih kuat lagi.
Berat untuk Julien's meninggalkan ruangan perawatan dari seorang Beatrice. Julien's ingin melihat setiap detik perkembangan istrinya tersebut. Hingga Julien's memutuskan untuk tidak masuk kerja di hari ini.
__ADS_1
Julien's mengeluarkan ponselnya dari saku kanan celana. Dia mulai mencari nomor salah satu rekannya. Julien's ingin menghubungi rekannya itu, mengabarkan hari ini dia tak bisa masuk kerja. Tentu itu bukan hal yang mudah bagi Julien's. Meninggalkan pekerjaannya sehari, membuat dirinya merasa tak enak hati pada rekan lainnya. Mengingat Julien's adalah seorang yang gila kerja. Begitu juga dengan sikap dirinya yang terkadang tak enak hati. Hingga tak masuk kerja satu hari saja, terasa berat untuk dirinya.
Namun demi menjaga Beatrice di rumah sakit. Julien's harus melakukan hal tersebut. Mengingat kesehatan dari seorang Beatrice jauh lebih baik dari apapun. Hingga Julien's harus memastikan Beatrice dalam keadaan sehat serta sembuh total.