SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
OSCAR MENDAPATKAN BUNGA


__ADS_3

Seorang pelanggan Oscar kali ini adalah seorang pemilik toko bunga. Seperti biasa, Oscar mengantar pesanannya dengan sebuah senyuman ramah. Dia memberikan pesanan dari pemilik bunga itu dengan begitu baiknya. Hingga pemilik toko bunga itu memberikan tips pada Oscar berupa setangkai bunga mawar merah yang cantik.


"Buat kamu, ini tips dari saya." Ucap pemilik bunga memberikan bunga pada Oscar.


Oscar yang sempat bingung dengan bunga yang di berikan kepada dirinya. Tidak langsung menerima bunga tersebut. Dia menatap beberapa saat pemilik toko bunga tersebut. Sebelum akhirnya menerima bunga tersebut.


Ucapan terima kasih, tak lupa Oscar ucapkan pada pemilik toko bunga tersebut. Saat Oscar mencium aroma bunga tersebut. Oscar begitu merasakan ketenangan. Bunga itu begitu harum, hingga Oscar betah untuk mencium aroma bunga tersebut. Oscar pun berulang kali mencium aroma bunga mawar tersebut.

__ADS_1


Oscar membawa bunga mawar itu kedalam mobilnya. Dia kembali mencium aroma bunga mawar yang harum tersebut. Oscar mungkin ingin memberikan bunga tersebut pada Marrie. Oscar rasa bunga itu cocok untuk Marrie. Hingga Oscar berniat untuk memberikan bunga mawar yang cantik nan harum itu pada Marrie.


Sambil sesekali melirik ke arah bunga mawar yang dia letakkan di samping kursi kemudi mobilnya. Oscar terus membayangkan senyum Marrie saat menerima bunga mawar tersebut. Mungkin Marrie akan sangat senang dengan bunga mawar pemberian dari Oscar.


Namun Oscar lupa, dia belum memberitahu pada Marrie. Jika dirinya akan segera datang ke sekolah dari Marrie. Hingga Oscar pun harus menepikan mobilnya terlebih dahulu untuk menelpon Marrie.


Akhirnya Oscar tetap memacu mobilnya menuju sekolah Marrie. Oscar berharap Marrie akan keluar dari kelasnya untuk sekedar pergi keluar gerbang. Walaupun angan-angan seorang Oscar itu terlalu tinggi. Namun tentu itu bukan hal yang tidak wajar, mengingat apapun bisa terjadi di dunia ini. Sekalipun menurut kita mustahil, tapi ketika sang maha kuasa berkehendak. Maka itu akan terjadi.

__ADS_1


Tiba tepat di depan gerbang sekolah Marrie. Terlihat seluruh siswa sedang berada di dalam kelas masing-masing. Namun Oscar tetap memutuskan untuk menunggu di luar gerbang sekolah Marrie. Menunggu keajaiban yang selalu dia pikirkan itu akan terjadi pada dirinya.


Namun ternyata keajaiban itu tidak kunjung tiba. Hingga Oscar sudah di telepon oleh manajer restoran untuk segera mengantar makanan kembali. Oscar yang tidak ingin mendapatkan hukuman dari manajer restoran, dengan segera bersiap kembali menuju restoran.


Namun sebelum memacu mobilnya menuju restoran. Oscar menyempatkan diri untuk memberikan bunga mawar itu pada sekuriti. Bukan di berikan pada sekuriti itu. Melainkan di titipkan pada sekuriti tersebut. Untuk selanjutnya di berikan pada Marrie. Oscar yang sudah di tunggu oleh manajer restoran, harus segera pergi. Hingga Oscar tidak mungkin akan menunggu Marrie lebih lama lagi.


Sekuriti sekolah Marrie pun menerima setangkai mawar merah itu. Dia siap memberikan bunga itu pada Marrie. Dia juga begitu menyukai aroma dari bunga mawar yang harus tersebut. Hingga sekuriti yang genit itu juga meminta bunga yang sama pada Oscar.

__ADS_1


__ADS_2