
Usai idenya diterima oleh Julien's. Nania segera menyusun rencana untuk membuat konten menarik dari beberapa publik yang sedang trending. Nania tak mungkin menyelesaikan semuanya sendiri saja. Sehingga Nania meminta bantuan Aurille untuk membuat konten menarik tersebut.
Tanpa memberitahu Aurille sebelumnya, Nania langsung bergegas menuju apartemen Aurille yang tak jauh dari rumahnya. Sembari mencari ide-ide kreatif yang bisa dijadikan konten. Nania berharap idenya tersebut bisa membuat restoran Julien's kembali ramai oleh pengunjung.
Baru tiba di parkiran, Aurille yang baru membeli makan siang. Bertemu dengan Nania di parkiran apartemennya. Aurille langsung menghampiri Nania yang baru turun dari mobil.
"Nan kamu mau kemana?" Tanya Aurille dengan menenteng sebuah tas belanjaan.
"Baru aku mau ke apartemen kamu." Jawab Nania.
"Ahhh... Gue tahu. Loe pasti mau kasih kabar tentang dokter Alex!" Tebak Aurille penuh semangat.
Nania melipat kedua tangannya diatas perut.
"Ada kabar apa tentang dia. Pasti dia mau ngajakin aku buat makan gitukan?" Aurille semakin frontal.
"Emmm bukan soal Alex sih." Jawab Nania.
__ADS_1
"Terus tentang apa dong Nan?" Tanyanya penasaran.
"Kita masuk dulu ke apartemen kamu. Kita cerita di dalam apartemen kamu." Ajak Nania.
Aurille memimpin perjalanan menuju apartemennya. Sepanjang perjalanan Aurille tak henti bertanya perihal Alex. Dari kabarnya, hingga pertanyaan pribadi perihal Alex. Aurille benar-benar penasaran dengan Alex yang dikenal kalem tersebut.
Masuk kedalam apartemen, Aurille mempersilakan Nania untuk duduk di sofa. Sementara dia membuat segelas minuman untuk Nania. Tanpa harus bertanya minuman apa yang ingin diminum oleh Nania. Aurille yakin Nania menyukai teh manis dingin dengan lemon yang menjadi hiasan diatas gelas.
Tara... Aurille menyajikan minuman yang langsung diminum oleh Nania. Segar, sensasi yang dirasakan oleh Nania. Hingga hanya tersisa setengah dari keseluruhan isi teh manis yang ada di gelas tersebut.
"Sebenarnya kamu mau ngomongin apa sih Nan?" Aurille mengangkat kakinya keatas sopa.
"Minta tolong apa?" Tanya Aurille.
"Kamu tahu permasalahan yang dihadapi oleh restoran Julien's. Dimana ada sedikit masalah yang menjerat restoran Julien's. Sehingga omzet restoran Julien's menurun drastis. Jadi aku pengen naikin lagi omzet restoran Julien's." Terang Nania.
"Oh soal keracunan yang terjadi waktu itu yah. Bagaimana itu bisa terjadi Nan?" Aurille mulai penasaran.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu permasalahannya. Tetapi akibat kejadian itu, restoran Julien's menjadi sepi. Akibatnya pendapatan itu menurun juga. Ditambah investor terus menuntut Julien's buat segera naikin omzet. Jika tidak, dua investor yang ada di restoran Julien's mengancam akan mencabut investasi mereka dari restoran Julien's." Papar Nania dengan sedikit kesedihan.
"Yang sabar Nan. Aku tahu itu berat buat keluarga kamu saat ini. Terutama Julien's." Ujar Aurille mengelus lembut punggung Nania.
Nania tertunduk lesuh.
"Terus apa yang bisa aku tolong buat kamu Nan?" Tanya Aurille.
"Aku ingin minta tolong buat bantu aku cari selebgram atau publik figur yang punya pesona yang bisa meyakinkan orang lain bahwa aman 100% makan di restoran Julien's." Jawab Nania kembali semangat.
"Maksud kamu endorse artis gitu?" Tanya Aurille kembali.
"Kurang lebih seperti itu. Bagaimana, kamu bisa bantukan?" Nania penuh harap.
"Bisa sih. Asal sebagai imbalannya aku jalan sama Alex." Pinta Aurille.
"Sepakat!" Nania menyodorkan tangannya.
__ADS_1
"Deal." Aurille menjabat tangan Nania dengan penuh keyakinan.
Keduanya telah sepakat untuk membuat konten video berisi tentang keamanan yang dapat dirasakan oleh para pelanggan ketika makan di restoran Julien's. Mereka akan mencari publik figur yang dianggap bisa meyakinkan banyak orang untuk kembali makan di restoran Julien's. Sehingga mereka tidak perlu takut untuk kembali makan di restoran Julien's.