
Julien's mulai mengumpulkan beberapa ranting untuk di bakar sebagai api unggun. Sementara di dalam tenda, Nania mulai mempersiapkan beberapa bahan makanan yang akan di bakar. Tentu salah satunya adalah jagung. Bahan makanan yang paling wajib di bakar ketika berkemah di lakukan.
Tak hanya jagung saja yang akan di bakar malam ini. Ada juga beberapa sosis serta daging babi yang di tusuk dengan tusukan sate. Beberapa saus juga sudah Nania siapkan untuk semakin menambah lezatnya suasana di malam ini.
Semua bahan makanan yang akan di bakar telah siap. Nania segera membawa bahan makanan itu menuju Julien's. Dia begitu bersemangat untuk membakar jagung dan beberapa tusuk daging babi serta sosis tersebut.
Julien's yang pernah menjadi seorang pecinta alam. Tak menemui kesulitan berarti untuk membuat api unggun. Dengan ranting dan kayu yang di susun begitu rapi. Julien's sukses membuat api unggun dengan nyala api yang begitu besar.
Sebelum di lakukan proses pembakaran pada jagung bakar tersebut. Julien's terlebih dahulu melumuri jagung bakar itu dengan beberapa saus racikannya. Tak hanya itu mentega juga di oleskan Julien's pada jagung bakar tadi. Sudah pasti mentega itu akan menjadi salah satu bahan yang akan membuat rasa jagung bakar nanti terasa lebih nikmat lagi.
Julien's yang sudah terbiasa dengan panas api. Tak ada kesulitan berarti ketika membakar jagung bakar di hadapan api unggun yang panas. Begitu juga ketika Julien's membakar daging babi dan sosis. Dia melakukan itu dengan cukup baik.
Berbeda dari Julien's, Nania justru begitu kepanasan saat berada di dekat api unggun tersebut. Belum lagi dengan asap yang terkadang mengepul di hadapannya. Semakin menambah rasa sesak daripada Nania.
Julien's beberapa kali tertawa melihat Nania yang tak kuasa menahan rasa panas dari api tersebut. Apalagi ketika Nania meneteskan air mata. Julien's semakin tak bisa menahan tawa melihat air mata Nania yang mengucur deras.
Tak tega melihat Nania yang menangis dengan kucuran air mata. Julien's juga yang pada akhirnya mengelap air mata seorang Nania. Hingga Nania menghentikan tangisannya.
Jagung, daging babi dan sosis pun telah siap untuk di santap. Menggunakan daun sebagai piring seadanya. Semua menu di letakkan di atas sebuah daun besar. Dengan panorama kota Brest yang indah. Julien's dan Nania bersiap untuk menyantap semua menu makanan yang mereka bakar tadi.
__ADS_1
Nania ingin mencoba jagung pertama kali. Satu gigitan saja, sudah langsung membuat Nania ketagihan. Saus yang di buat oleh Julien's, benar-benar membuat rasa jagung tadi menjadi semakin lezat. Hingga Nania tidak bisa berhenti untuk menyantap jagung tersebut.
Berbeda dengan Nania, Julien's justru menyantap sosis dan daging babi terlebih dahulu. Mungkin dengan begitu Julien's bisa merasakan sensasi makan malam yang lebih lezat lagi. Julien's nampak begitu lahap menyantap daging babi yang dia bakar.
"Jangan banyak-banyak makan daging babinya. Nanti kolesterol." ucap Nania kembali menggigit jagung bakar miliknya.
"Kata siapa daging babi buat kolesterol?" tanya Julien's menyantap daging babi tersebut.
"Kata aku barusan. Hehehe." jawab Nania sambil tertawa.
"Ada-ada saja kamu." ucap Julien's kembali menyantap daging babi tersebut.
Habis satu jagung. Kini Nania siap menyantap sosis yang mulai mengecil. Padahal saat di bakar, sosis itu nampak besar dengan ukuran tegap. Tapi setelah terkena hembusan angin. Sosis itu langsung melembek dengan sendirinya.
"Sama kek punyaku berarti." jawab Julien's sambil tersenyum.
"Sosis yang mana? Kamu jualan sosis?" tanya Nania memancing.
"Mau lihat? Kan sudah sering, jadi pasti tahu sendiri." ucap Julien's semakin menggoda.
__ADS_1
"Sering lihat, tapi sekarang sudah jarang pegang." Nania yang semakin menggoda.
Julien's mendekat ke arah Nania. Dia berbisik pada tepat di telinga Nania. Kemudian menawarkan pada Nania untuk memegangnya.
"Ayo pegang di dalam tenda." tawar Julien's pada Nania dengan menggoda.
Nania yang mulai terangsang, tanpa ragu langsung menerima tawaran dari Julien's. Dia meraih tangan Julien's. Lalu ikut bersama Julien's menuju ke dalam tenda.
Beberapa minggu tidak melakukan hubungan sebagai sepasang suami istri. Rasanya sedikit membuat Nania dan Julien's agak kagok. Untuk memulai apa yang harus mereka lakukan. Keduanya terlihat masih cukup malu-malu. Padahal mereka sudah sering melakukan sebelumnya.
Julien's yang lebih agresif, akhirnya memulai dengan sebuah ciuman yang manis di bibir Nania. Di lanjutkan dengan mencumbu seluruh bagian leher Nania. Hingga perlahan melepaskan satu persatu pakaian yang menutupi tubuh Nania.
Tak kalah agresif dari seorang Julien's. Nania yang mulai terangsang dengan sentuhan yang di berikan oleh Julien's. Mulai memainkan tangan nakalnya di tubuh Julien's. Dia mulai menyentuh bagian sensitif dari tubuh Julien's. Area tubuh yang langsung membuat tubuh Julien's panas dingin di sentuh oleh Nania.
Sama seperti Nania, satu persatu pakaian Julien's pun di lepaskan oleh Nania. Hingga tak ada sehelai pakaian yang menutupi tubuh kekar Julien's. Nania pun dengan mudah menyentuh tubuh Julien's yang tak mengenakan apapun lagi.
Beberapa minggu tak melakukan kewajiban sebagai sepasang suami istri. Rasanya begitu banyak rindu yang di pendam oleh keduanya. Hingga begitu keduanya bertemu dalam sebuah pertemuan. Tumpah semua kerinduan yang ada di hati Julien's dan Nania. Hingga keduanya begitu menikmati malam yang panas di dalam tenda tersebut.
Hampir *******, namun suara panggilan dari ibu Nania langsung Membuat Julien's dan Nania terkejut. Keduanya langsung segera mengenakan pakaian masing-masing. Keduanya terlihat begitu malu-malu saat ibunya memanggil nama keduanya.
__ADS_1
Kedatangan ibunya tidak lain untuk mengabarkan jika ada beberapa panggilan telepon pada Julien's. Tentu panggilan telepon itu adalah panggilan telepon yang penting bagi Julien's. Sehingga harus segera di sampaikan oleh ibunya pada Julien's.
Ternyata benar, panggilan yang berasal dari ibu Julien's. Dimana esok hari Julien's di minta untuk membawa Beatrice pulang ke rumah. Mengingat kondisi Beatrice yang sudah mulai membaik.