
Beatrice yang begitu yakin dengan ucapan dokter pribadinya akan umurnya yang tidak akan lama lagi. Masih menyimpan sebuah wasiat yang harus dia sampaikan pada seorang Marrie. Wasiat ini cukup penting Beatrice sampaikan pada seorang Marrie. Sehingga Marrie bisa menjalankan amanat yang Beatrice berikan pada dirinya.
Beatrice menghampiri Marrie yang sedang berada di dalam kamarnya. Beatrice pun duduk di samping Marrie yang tengah berbaring di atas kasurnya. Sedikit mengelus lembut rambut Marrie, Beatrice terlihat begitu bahagia berada di samping puteri cantiknya tersebut.
Marrie yang baru menyadari kedatangan Beatrice saat Beatrice mengelus lembut rambut panjangnya. Begitu terkejut saat melihat Beatrice berada di samping dirinya. Marrie pun langsung mengubah posisinya menjadi duduk seperti Beatrice.
Marrie menatap wajah Beatrice yang terlihat begitu bersedih. Hingga Marrie meminta Beatrice untuk tidak bersedih, sebab Marrie mungkin saja akan bersedih dengan apa yang dia lihat dari wajah Beatrice. Sehingga Marrie meminta Beatrice untuk tidak bersedih.
Beatrice yang awalnya begitu bersedih, akhirnya perlahan bisa mengubah ekspresi wajahnya. Dia pun kini terlihat lebih segar, setelah Marrie meminta Beatrice untuk tidak bersedih lagi.
__ADS_1
"Gimana sekolah kamu sayang?" tanya Beatrice dengan wajah pilu.
"Baik Mah. Baik banget." jawab Marrie menggenggam tangan Beatrice.
"Kamu sekolah yang baik, dan Mama cuman nitip satu pesan sama kamu. Jangan lupa jaga adik-adik kamu." Pinta Beatrice dengan wajah mengharap.
Ekspresi bahagia yang sempat terlihat di wajah Beatrice, perlahan mulai berubah kembali. Dia terlihat kembali bersedih dengan apa yang terjadi. Sehingga Marrie kembali meminta Beatrice untuk tersenyum. Namun itu sepertinya begitu sulit untuk Beatrice lakukan. Mengingat kesedihan akan diagnosa dari dokter sulit untuk Beatrice hilangkan. Hingga Beatrice harus bisa ikhlas dengan apa yang ada.
Marrie semakin bersedih saat Beatrice menceritakan diagnosis dari dokter atas Beatrice. Dimana umur Beatrice sudah tidak akan lama lagi. Sehingga Beatrice menitipkan pesan pada seorang Marrie.
__ADS_1
Selain meminta Beatrice untuk bersekolah dengan baik, serta menjaga kedua adiknya. Beatrice juga meminta Marrie untuk tidak berpacaran terlebih dahulu. Bagi Beatrice usia Marrie masih belum cukup untuk memiliki pasangan. Sehingga Beatrice berharap Marrie untuk memutuskan hubungan dirinya dengan seorang Oscar.
Pilihan yang berat bagi seorang Marrie. Baginya Oscar adalah sosok pria yang sempurna, dia adalah orang yang membuat Marrie menjadi kuat. Hingga akan sangat sulit bagi seorang Marrie untuk melepaskan seorang Oscar di hatinya.
Marrie ingin menolak permintaan dari ibunya tersebut. Tapi dia sadar akan sangat membuat ibunya bersedih. Namun Marrie tidak mungkin juga memutuskan hubungan dirinya dengan Oscar. Sehingga Marrie harus berada dalam dua pilihan super sulit dalam hidupnya.
Marrie hanya terdiam dengan permintaan dari ibunya tersebut. Dia tidak bisa memberikan jawaban secepatnya untuk permintaan dari ibunya tersebut. Sebab Marrie harus berpikir ratusan kali untuk menjawab semua itu. Marrie butuh waktu yang banyak dalam menentukan jawaban yang akan di berikan dirinya pada ibunya.
Beatrice pun berharap Marrie akan memberikan jawaban yang di harapkan oleh dirinya. Sebab permintaan dari Beatrice itu cukup sederhana, sehingga tidak akan sulit bagi Marrie untuk menjawab permintaan dari Beatrice tersebut.
__ADS_1