SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PERTEMUAN JULIEN'S DENGAN IBU NANIA


__ADS_3

Teleponnya berdering keras, nama Nania yang dia ganti dengan emoticon hati membuatnya tersenyum di pagi hari. Julien's yang sedang momong anak bungsunya yang bernama Henry mengangkat telepon Nania secara diam-diam. Dia mengangkat telpon itu dibelakang rumahnya.


Tak panjang lebar, Nania hanya mengingatkan Julien's untuk jangan telat sarapan. Selain itu Nania juga mengingatkan Julien's akan makan malam yang akan dilakukan bersama ibu Nania dimalam ini. Nania khawatir Julien's lupa dengan semua itu.


Julien's pun berterima kasih pada Nania yang telah mengingatkan dia untuk sarapan. Begitu juga dengan makan malam yang akan dilakukan bersama ibunya. Julien's tidak lupa, bahkan memasukkan itu kedalam list kegiatan utamanya.


Nania mencuri pandang pada ibunya. Satu isyarat meminta pendapat sang ibunda. Ibunya mengangguk dan mengatakan ya. Dukungan penuh pada Nania untuk menerima lamaran dari Julien's. Sehingga Nania dengan sepenuh hati menerima Julien's sebagai calon suaminya. Official.


Walaupun Nania dan Julien's belum resmi berpacaran. Namun kedekatan intsens yang terjadi antara keduanya. Seakan telah menyiratkan akan hubungan jauh dari mereka berdua.


Tak banyak yang dibahas. Sebab Nania sudah harus berangkat ke restoran. Begitu juga Julien's yang harus kembali bermain bersama putra bungsunya, Henry.


Julien's yang tak biasanya mengangkat telpon secara diam-diam dan dibelakang rumah. Timbul perasaan curiga dari Beatrice yang merupakan istrinya sah. Walaupun hubungan Julien's dan Beatrice berantakan pasca diagnosa kanker serviks yang di dapat Beatrice 4 tahun lalu. Namun Beatrice dan Julien's belum resmi bercerai.


Julien's terkejut begitu melihat Beatrice berada dibelakangnya, begitu dia membalikkan badan. Dengan tatapan penuh curiga, Beatrice menanyakan siapa yang menelpon Julien's di pagi hari seperti ini. Julien's yang sedikit ketakutan tiba-tiba gugup menjawab pertanyaan dari Beatrice. Dia begitu gugup dan jawabnya berubah-ubah. Julien's layaknya seorang yang tertangkap basah telah mencuri sesuatu. Dia begitu gugup untuk menjelaskan. Hingga Beatrice makin curiga padanya.


Julien's yang sudah sering ribut dengan Beatrice. Memilih pergi tanpa menjelaskan secara penuh pada Beatrice. Hingga Beatrice semakin murka pada Julien's. Namun Julien's memilih diam dan mengacuhkan semua umpatan yang dilontarkan oleh Beatrice padanya. Sampai amarah Beatrice benar-benar mereda dengan sendirinya.


Thomas yang tidak menyukai kedekatan Nania dengan Julien's terus meneror Nania. Terbaru Thomas mencoba membuat Nania membenci Julien's, dengan mengatakan Julien's adalah seorang predator seksual. Julien's adalah seorang pria yang memiliki hasrat seksual yang tinggi. Sehingga tak jarang dia menyewa pelacur untuk memuaskan hasrat seksualnya.


Nania yang sudah tidak mempercayai semua omongan dari Thomas tak sedikit pun terpengaruh dengan ucapan Thomas. Dia tetap meyakini Julien's sebagai pria baik yang selama ini dia idamkan. Sehingga omongan dari Thomas dia anggap seperti angin yang berlalu.


Hatinya penuh keceriaan, sehingga Nania tak mampu menyembunyikan perasaan senang itu ketika sedang bekerja. Semua teman-teman heran dengan kebahagiaan yang Nania rasakan. Mereka begitu heran dengan setiap senyum yang Nania berikan. Sebab senyum yang berbeda dari biasanya. Senyum yang penuh tanda tanya bagi semuanya.


Ketika waktu pulang tiba. Akhirnya semuanya menyadari senyum bahagia yang Nania rasakan. Julien's yang menjemput Nania dengan sebuah mobil mewah tepat didepan pintu restoran. Membuat pegawai lain dapat melihat Nania yang pergi bersama pria idamannya. Meskipun tidak ada yang menyadari pria itu adalah Julien's yang merupakan Chef sekaligus pemilik setengah restoran dari semua gerai yang ada.


Tak jauh dari lokasi restoran. Julien's memarkir mobil mewahnya di depan sebuah pusat perbelanjaan. Kemudian meminta Nania untuk menunggu sebentar didalam mobil. Nania yang kebingungan hanya menuruti saja permintaan Julien's. Dia tidak bergeming dan hanya mengatakan iya saat Julien's memintanya untuk menunggu.


Tak berselang lama, Julien's memasukkan beberapa kantung berisi sesuatu kedalam mobilnya. Entah barang itu apa isinya. Hanya Julien's yang tahu. Nania juga tidak mengetahui barang itu apa. Pertanyaan Nania akan barang itu juga tak mendapat jawaban dari Julien's. Julien's hanya mengatakan itu beberapa barang saja.

__ADS_1


Perjalanan dari Nice menuju Brest dimulai. Namun sebelum melakukan perjalanan yang menempuh waktu berjam-jam tersebut. Julien's mengajak Nania untuk makan terlebih dahulu. Disebuah restoran mahal, Julien's mengajak Nania makan. Pengalaman langka yang jarang Nania rasakan. Atau mungkin tidak pernah dalam hidupnya.


Dari semua barang yang tersedia, terdapat sebuah paper bag berisi dress panjang berwarna merah. Julien's meminta Nania untuk mengganti pakaian kerjanya dengan dress tersebut. Dia ingin melihat Nania semakin cantik saat makan bersamanya.


Nania mengganti pakaiannya didalam mobil. Sementara Julien's menunggu diluar mobil dengan pandangan kearah luar. Disana juga Nania diminta untuk menggunakan make up mahal yang Julien's belikan untuknya.


Bom... hampir 20 menit mengganti pakaian dan make up didalam mobil. Nania keluar bak bidadari. Dia begitu cantik dan tampil sempurna. Hingga mata Julien's tak henti menatapnya dan terkagum-kagum.


"Kamu cantik banget Nania." Puji Julien's.


Nania terkejut dengan pujian yang diberikan oleh Julien's. Hingga dia tak mampu berkata dengan pujian tersebut.


Tak seperti biasanya, Julien's menggenggam erat tangan Nania ketika berjalan memasuki restoran. Tangan Nania sedikit tegang. Hingga begitu kaku ketika Julien's menggenggamnya.


Panas dingin ditubuh Nania, dengan tangan lembutnya. Julien's membersihkan sedikit sisa lipstik yang menempel disisi kiri bibirnya.


Perhatian Julien's tak berhenti sampai disitu. Dia menarik kursi untuk Nania duduk. Dengan senyuman dan tangan di dada. Julien's mempersilakan Nania untuk duduk.


"Apa ini gak kebanyakan?" Tanya Nania menatap wajah Julien's.


"Kalau enggak habis. Bisa kita bungkus. Kemudian bisa kita berikan pada gelandang yang ada di jalanan kota." Jawab Julien's.


Nania terkejut dengan jawaban itu. Satu hal baru yang Nania tahu tentang Julien's. Dia adalah pria yang begitu peduli terhadap sesama.


Let's eaten! Nania dan Julien's mulai menyantap makanan mereka. Namun Nania sedikit grogi ketika menyantap makanan. Sebab mata Julien's tak henti menatap indahnya kecantikan Nania.


Nania makan dengan anggun dan penuh kehati-hatian. Dia begitu pelan-pelan menyuap setiap makanan yang dia sendok. Cara mengunyahnya pun tak kalah anggun. Nania mengunyah dengan lembut dan pelan. Sembaring sesekali tersenyum kecil ketika dua bola matanya bertatapan langsung dengan Julien's.


Kehati-hatian yang Nania lakukan justru malah membuat makanan yang dia siap sedikit berantakan. Terbukti ada sedikit sauce yang mengotori bibir kanannya. Namun moments itu malah menjadi kesempatan bagi Julien's melakukan hal romantis pada Nania. Dengan penuh perhatian, Julien's membersihkan sisa sauce yang menempel itu dengan tangannya. Tatapan mata Julien's benar-benar membuat jantung Nania seakan terjatuh. Dia begitu grogi dengan tindakan Julien's padanya.

__ADS_1


Te. Terimakasih Julien's." Nania gugup.


"Sayang banget kalau sedikit sauce itu membuat kecantikan mu terganggu." Julien's merayu.


Nania membalas dengan senyuman yang menggoda. Hingga membuat Julien's semakin jatuh hati pada kecantikan wajah Nania.


Tak ingin menyia-nyiakan makanan yang tersisa. Julien's meminta untuk dibungkus semua menu yang masih tersisa. Dia berniat membagikan pada gelandangan yang ada di sepanjang jalanan yang mereka lewati.


Julien's tak segan menemui para gelandangan yang berada di jalanan. Dia tanpa sungkan memberikan setiap makanan yang dibungkus untuk diberikan pada gelandangan yang dia temui di jalan.


Mirisnya gelandangan yang dia temui. Sampai Julien's tak segan memberikan uang juga pada mereka. Julien's merasakan kesusahan yang mereka hadapi saat ini. Sehingga hatinya tergerak untuk menolong mereka.


Lagi-lagi Nania dibuat terkesima pada kedermawanan hati Julien's. Seorang pria yang peduli pada sesama, tanpa melihat derajat mereka. Dia begitu peduli. Dua jempol diberikan Nania pada Julien's yang dibalas Julien's dengan sebuah ciuman di pipi oleh Julien's.


Menempuh perjalanan yang cukup jauh. Wajah lelah nampak begitu terlukis di wajah Julien's. Matanya terlihat penat dengan tatapan yang sedikit kabur. Sehingga Nania langsung meminta Julien's untuk langsung istirahat di kamar, begitu tiba di rumah ibunya. Dengan penuh keterbukaan, ibu Nania pun menerima Julien's dengan penuh suka cita.


"Itu yang ingin kamu kenalin ke ibu?" Tanya ibu Nania.


"Iya, dia orangnya." Jawab Nania


Ibunya hanya tersenyum kecil.


"Terus bagaimana, ibu setuju?" Nania bertanya kembali.


"Jika kamu suka. Ibu dukung kamu sepenuhnya." ucap ibu Nania.


Kini giliran Nania yang tersenyum lebar mendengar ucapan dari ibunya.


Langit gelap sudah pergi. Berganti dengan matahari yang bersinar begitu terik. Birunya air danau tak jauh dari rumah Nania menarik Julien's untuk bersantai di sana. Dimana Julien's memberikan sebuah cincin berlapiskan berlian pada Nania. Berlian seharga rumah Nania Julien's berikan sebagai tanda keseriusan dari Julien's pada Nania. Meskipun Julien's tidak mengatakan dan meminta Nania menjadi pacarnya. Namun Julien's cukup serius pada Nania.

__ADS_1


moments manis yang diberikan Julien's pada Nania ditutup di meja makan rumah Nania. Tepat didepan ibu Nania. Julien's berniat menjadikan Nania sebagai istrinya. Baik Nania maupun ibunya terkejut. Mengingat Julien's baru mengenal Nania hanya dalam hitungan minggu. Waktu yang sebentar, namun tetap membuat Julien's yakin. Nania adalah jodohnya.


Nania mencuri pandang pada ibunya. Satu isyarat meminta izin pada ibunya. Mengangguk dengan satu kata iya. Menjadi satu dukungan penuh sang ibu pada lamaran Julien's pada Nania. Dukungan penuh. Nania pun menerima sepenuhnya lamaran Julien's untuk menjadi calon istrinya. Julien's pertama kalinya mencium bibir kecil Nania yang begitu indah. Semakin menambah suasana romantis di pagi ini.


__ADS_2