
Tak hanya menerima Hubert sebagai pegawai baru Nick. Tetapi Nick juga meminta Hubert u membujuk Louise untuk menerima tawaran pekerjaan yang diberikan oleh Nick. Sebuah kompensasi siap diberikan oleh Nick, jika Hubert berhasil membujuk Louise untuk mau menerima tawaran dari Nick.
Hubert menerima tawaran dari Nick. Selepas pertemuan dengan Nick, Hubert segera mungkin mendatangi kediaman Louise. Hubert mencoba meyakinkan Louise jika tawaran yang diberikan oleh Nick itu baik untuk karier Louise selanjutnya.
Tiba di rumah Louise, Hubert langsung mengetuk pintu rumah Louise. Bukan Louise yang keluar, melainkan istrinya.
"Chef Hubert... Silakan masuk chef." Ucap istri Louise.
"Apakah Louise ada di rumah?" Tanya Hubert.
"Semenjak pemecatan yang dilakukan oleh chef Julien's. Louise nampaknya masih bersedih. Dia murung didalam kamar. Menolak melakukan aktivitas apapun." Cerita istri Louise.
"Jadi apakah saya boleh ketemu dia sekarang?" Tanya Hubert kembali.
"Tentu boleh chef. Mari masuk." Jawab istri Louise membukakan pintu.
Hubert yang ditemani oleh istri Louise masuk kedalam rumah. Sembari berjalan menuju kamar Louise. Istri Louise menceritakan kehidupan Louise setelah di pecat dari restoran Julien's.
__ADS_1
Tiba di kamar Louise. Hubert kembali meminta izin pada istri Louise untuk masuk. Tanpa keberatan sedikit pun, istri Louise mempersilakan Hubert masuk kedalam kamar. Dia juga bertanya minuman apa yang ingin diminum oleh Hubert selama mengobrol dengan Louise. Hanya segelas teh hangat yang diminta oleh Hubert untuk menemaninya mengobrol dengan Louise.
Hubert mendekati Louise yang nampak asyik membaca buku di depan lemari hias istrinya. Sambil menyilangkan kaki, Louise begitu fokus membaca setiap informasi yang dimuat didalam buku tersebut.
"Selamat siang Louise." Sapa Hubert.
Louise langsung terkejut dengan kehadiran Hubert di kamarnya.
"Hubert..." Ucap Louise terheran-heran.
"Saya baik. Tetapi hanya sedikit masih terkejut dengan keputusan chef Julien's." Ucap Louise.
Hubert terdiam sambil menatap tubuh Louise yang nampak kurus. Mungkin kejadian yang terjadi waktu itu telah membuat Louise cukup frustasi. Terlebih banyak korban yang keracunan usai memakan saus yang dia buat.
"Ada keperluan apa anda datang ke rumah saya?" Tanya Louise.
"Saya hanya ingin membicarakan sesuatu." Jawab Hubert.
__ADS_1
"Baik. Sepertinya kita bisa bicara di di ruang tamu agar lebih baik lagi." Ajak Louise.
"Iya sepertinya itu jauh lebih baik." Ucap Hubert.
Louise mengajak Hubert untuk menuju ruang tamu rumahnya. Dengan segelas teh manis hangat yang telah mengisi meja ruang tamu rumah Louise. Louise duduk di kursi Utara, sementara Hubert berada di samping kanan Louise.
"Kembali melanjutkan pembicaraan kita. Tujuan chef Hubert ke rumah saya untuk apa?" Tanya Louise secara frontal.
"Mohon maaf sebelumnya. Apakah saya boleh bertanya sesuatu pada chef Louise?" Jawab Hubert.
"Tentu. Jika pertanyaan yang anda lempar adalah suatu hal yang wajar dan baik." Ucap Louise.
"Apakah chef Louise mendapatkan tawaran pekerjaan dari tuan Nick?" Tanya Louise.
Bukan Louise yang menjawab, tetapi justru istri Louise yang menjawab pertanyaan Hubert. Sambil menaruh beberapa toples makanan ringan keatas meja. Dia mengatakan benar jika tuan Nick menawarkan pekerjaan pada Louise.
"Dua hari yang lalu tuan Nick menawarkan pekerjaan pada Louise. Tetapi Louise masih bingung. Sebab dia cukup tidak nyaman jika bekerja di restoran pesaing chef Julien's. Terlebih chef Julien's telah banyak menolong kami. Begitu juga dengan pesangon besar yang dia berikan."
__ADS_1