
3 jam menuju kepulangan dari seorang Alex ke rumah. Nania berinisiatif untuk membuat menu makan malam untuk Alex makan. Beberapa menu sederhana telah terkonsep didalam otak Nania. Tinggal mengimplementasikan semua menu itu kedalam proses pemasakan.
Nania membuka lemari pendingin yang ada di dapur. Lemari pendingin besar itu menyimpan banyak bahan makanan yang bisa Nania gunakan untuk masak hari ini. Beragam jenis bahan itu, kembali membuka opsi Nania untuk memasak beragam menu.
Bahan-bahan utama seperti daging, ayam, telur serta beragam sayuran. Nania ambil dari lemari pendingin itu. Bahan-bahan itu merupakan bahan utama yang bisa Nania gunakan untuk memasak menu makanan yang mungkin akan dihidangkan untuk Alex.
Mengingat Alex kembali, Nania tentu tidak bisa membuat makanan sesuai keinginan dia. Tentu Nania harus tahu terlebih dahulu, selera makan seorang Alex. Walaupun Alex sering menyantap makanan gurih, ketika berada di rumah Julien's. Tapi bukan berarti itu adalah makanan kegemaran dari dia. Bisa saja, Alex menyantap makanan itu dengan sedikit keterpaksaan. Mengingat tidak ada opsi makanan lain yang bisa dia makanan. Sehingga apa yang Julien's sajikan, maka dia makan saja.
Siapa orang yang bisa Nania tanya akan selera makan Alex tersebut. Aurille, mungkin dia tahu makanan kesukaan dari Alex. Tapi Aurille bukan orang lama yang dekat dengan Alex. Dia bahkan baru mengenal Alex. Jadi wajar jika Nania tidak memasukkan Aurille kedalam list, orang yang tahu akan selera makan dari Alex.
Naman berikutnya tentu Julien's. Sebagai seorang kakak dari Alex, tentu dia tahu selera dari adiknya tersebut. Tapi apa waktu ini tidak menggangu dua beristirahat. Nania juga khawatir akan jadi kesalahpahaman, jika Nania bertanya pada Julien's. Mengingat Julien's bukan adalah suami dari Nania. Dia kerap cemburu, jika Nania bertanya perihal Alex. Demi menghindari hal itu semua terjadi, lebih baik Nania tidak melakukan hal tersebut. Mengingat resikonya jauh lebih besar dari yang dia pikirkan.
Ibu dari Alex sebenarnya adalah orang yang paling tepat untuk bertanya akan selera makan dari Alex. Dia sudah pasti tahu seluk beluk seorang Alex. Tentu untuk selera makan dari Alex, juga dia ketahui. Tak salah jika Nania bertanya pada ibu mertuanya tersebut. Mengingat dia adalah ibu kandung dari seorang Alex.
Tapi Nania ragu untuk bertanya pada ibu mertuanya sendiri. Sudah pasti dia akan menolak untuk menjawab pertanyaan dari Nania tersebut. Dia kurang menyukai Nania, terlebih dengan fitnah dari Beatrice yang telah melekat didalam pikirannya. Hal yang tentu akan membuat dia enggan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan dari Nania tersebut.
Nania membuang semua pikiran negatif terhadap ibu mertuanya itu. Mungkin dia sudah tidak begitu, hingga dia mau membagi rahasia pada Nania akan Alex. Terlebih ini untuk makan malam dari Alex dan dirinya sendiri.
__ADS_1
Nania segera mendatangi kamar dari ibu mertuanya tersebut. Mengetuk pintu kamarnya yang tertutup rapat. Sebelum akhirnya ibu mertuanya itu membuka pintu kamar itu.
"Mau apa kamu datang ke kamar saya?" Tanya ibu mertuanya dengan begitu sewot.
"Boleh saya tanya sesuatu bu." Pinta Nania.
"Dengar kamu perempuan tidak benar, jangan sekali-kali kamu panggil saya ibu. Saya bukan ibu kamu. Panggil saya nyonya. Sebab kamu disini hanya seorang kacung. Jadi drajat kita berbeda jauh." Amuk dari ibu mertua Nania.
Nania menunduk bersedih dengan ucapan yang diberikan oleh ibu mertuanya itu. Ibu mertuanya begitu membenci Nania, hingga dia memaki Nanis seperti itu.
"Saya hanya ingin bertanya perihal makanan kesukaan dari Alex nyonya. Saya berniat masak, makanan kesukaan dari Alex." Jawab Nania sedikit ketakutan.
"Kamu gak usah masak segala. Nanti biar saya pesan makanan untuk Alex. Saya takut kamu kasih racun lagi di masakan yang kamu buat. Kamu perempuan gak benarkan. Jadi segala hal bisa kamu lakukan. Termasuk memberikan racun di makanan yang kamu buat juga." Tuduh ibu mertua Nania.
Nania semakin kaget dengan tuduhan yang diberikan oleh ibu mertuanya. Dia merasa apa yang diucapkan oleh ibu mertuanya tidaklah benar. Bagaimana bisa dia berpikiran sejahat itu pada Nania.
Tak ingin terus-menerus menjadi bahan hinaan dari ibu mertuanya sendiri. Nania akhirnya memilih untuk pergi. Tak ada penyesalan dalam dirinya usai bertanya pada ibu mertuanya. Hanya saja Nania sedikit kecewa dengan ucapan yang dilontarkan oleh mertuanya tersebut.
__ADS_1
Tak harus tahu makanan yang menjadi favorit dari seorang Alex. Nania kini masak sesuai dengan apa yang ada didalam pikiran dia saja. Jika Alex suka, mungkin dia akan menyantap makanan yang Nania buat. Tetapi sebaliknya, jika Alex kurang menyukai makanan yang Nania buat. Mungkin dia akan menolak untuk menyantap makanan itu. Sesederhana itu, tapi kadang seseorang butuh apresiasi dari apa yang dia lakukan.
Nania terpikir hari ini dia akan memasak menu makan malam ala orang-orang Prancis terdahulu. Julien's pernah mengajari Nania cara membuat beberapa menu klasik dari Prancis itu. Tapi Nania yang seorang manusia biasa yang kerap lupa dengan apa yang telah dia lakukan. Mencoba kembali mengingat beberapa menu makanan yang pernah dibuat bersama Julien's.
Nania mengingat nama menu-menu yang dulu pernah dia buat itu. Tapi Nania lupa cara membuat menu-menu tersebut. Terlebih Nania membuat menu makanan itu beberapa bulan yang lalu. Hingga secara proses Nania sudah pasti lupa.
Teknologi tentu diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia menjadi lebih sederhana lagi. Dengan bantuan teknologi, segala aktivitas dari manusia itu sendiri bisa berjalan dengan baik. Terlebih banyak hal yang bisa dilakukan manusia dalam mengakses teknologi yang ada.
Melalui jejaring video berbayar di salah satu aplikasi. Nania mencari tutorial cara memasak menu-menu Prancis klasik yang ingin dibuat. Tanpa harus menunggu lama, ratusan video dari berbagai jenis orang. Mempraktekkan cara masak dari beberapa menu yang Nania ingin buat tersebut.
Nania tertarik pada sebuah video yang dibuat oleh Julien's di jejaring sosial media tersebut. Itu video lama dari Julien's, saat perutnya masih cukup rata. Sebelum menjadi buncit seperti sekarang. Dia masih terlihat begitu gagah dengan segala pesona yang dimilikinya.
Bukannya langsung mempraktekkan tutorial yang diberikan Julien's di jejaring video itu. Nania malah terus tertawa melihat wajah imut Julien's yang mengisi layar ponselnya.
Tawa keras yang keluar dari mulut Nania. Sedikit menganggu ibu mertua ketika menuju dapur. Dia menegur Nania yang tertawa cukup keras. Baginya itu sangat tidak sopan, hingga Nania harus menghentikan suara tertawanya tersebut. Terlebih saat ini Nania berada di rumahnya. Jadi Nania harus mengikuti segala peraturan yang ada di rumah ini.
Akhirnya Nania mulai untuk memasak menu makan malam untuk Alex. Tetap dengan tutorial dari video yang dibuat Julien's. Nania mempraktekkan setiap langkah-langkah yang Julien's instruksikan dalam video itu.
__ADS_1