SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
ALEX SALAH TINGKAH


__ADS_3

Selepas dari taman, Nania ingin segera kembali ke rumah. Tapi Alex menolaknya, dia malah meminta Nania untuk menunggu di taman. Sementara Alex sendiri akan mengambil mobil pribadinya untuk menjemput Nania. Nania sempat menolak permintaan dari Alex itu, tapi Alex hari ini tak ingin di bantah. Sehingga Alex meminta Nania menurut saja akan permintaan darinya tersebut.


Nania yang sempat berdiri dari bangku itu. Akhirnya kembali duduk di bangku tersebut. Untuk mengusir rasa bosannya, mungkin melakukan scrolling di sosial media bisa dilakukan oleh Nania. Hingga Nania tidak akan terlalu bosan menunggu Alex mengambil mobil dari rumah.


Beberapa menit melakukan scrolling di ponselnya. Akhirnya Alex yang di tunggu oleh Nania, tiba juga. Alex langsung membuka kaca mobilnya, kemudian meminta Nania masuk ke dalam mobilnya. Nania dengan segera masuk kedalam mobil Alex tersebut.


Alex langsung meminta maaf pada Nania, begitu Nania menutup pintu mobil. Dia meminta maaf pada Nania yang telah lama menunggu dirinya. Nania sendiri tidak mempersoalkan akan hak tersebut. Baginya itu bukan waktu yang lama untuk menunggu.


Alex langsung membawa mobilnya menuju restoran. Alex meminta saran pada Nania akan restoran yang akan didatangi oleh keduanya. Makan makanan Prancis, rasanya sudah bosan. Mungkin rasa makanan dari negara lain, bisa dirasakan oleh Alex dan Nania.


Nania yang setiap hari dihidangkan makanan Prancis oleh Julien's. Memang merasakan sedikit kebosanan. Mengingat rasa yang sama, harus dinikmati oleh Nania. Sesuatu yang berbeda, bisa dirasakan oleh Nania. Salah satunya adalah sensasi dari makanan Jepang yang di kenal memiliki rasa umami. Suatu hal yang berbeda, mungkin akan dirasakan oleh Nania.


Permintaan dari Nania adalah perintah. Keinginan dari Nania itu, langsung dituruti oleh Alex. Dia langsung membawa mobilnya menuju restoran Jepang yang cukup terkenal di Nice.


Setiba di restoran itu, Alex tak ingin melewatkan momen untuk melepaskan sabuk pengaman Nania. Dia begitu baik dan perhatian, tapi aku tidak akan mungkin membalas kebaikan Alex dengan cinta. Nania berkata didalam hatinya, dengan kedua bola matanya yang tak henti menatap wajah Alex.

__ADS_1


Alex yang mulai kesulitan melepaskan sabuk pengaman itu. Langsung dibantu oleh Nania dengan begitu lembutnya.


"Biar aku saja Alex yang melepaskan sabuk pengaman ini." Ucap Nania memegang tangan Alex.


Alex begitu gemetar, saat Nania menatap wajahnya. Tatapannya seakan meluluhkan hati seorang Nania. Dia begitu tak tahan akan tatapan dari Nania tersebut.


"Iya, biasanya ini gampang banget. Tapi kenapa sekarang jadi susah seperti ini." Ucap Alex melepaskan tangannya di sabuk pengaman Nania.


Nania akhirnya melepaskan sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya. Tanpa kesusahan sedikitpun, Nania dengan mudahnya melepaskan sabuk pengaman itu.


Sebenarnya Alex sungkan untuk meminta tolong pada Nania. Mengingat itu akan merendahkan dirinya di hadapan Nania. Seorang Alex tak mampu melepaskan sabuk pengaman. Tentu itu tidak terlihat baik di mata Nania.


Namun sabuk pengaman itu entah mengapa sulit dilepaskan oleh Alex. Hingga dia harus meminta bantuan Nania yang begitu mudah melepaskan sabuk pengaman itu.


Tak harus kesulitan seperti Alex. Cukup satu kali, Nania langsung melepaskan sabuk pengaman itu. Disaat itu, Alex benar-benar merasa malu. Dirinya tak mampu melepaskan sabuk pengaman saja. Satu hal yang memalukan.

__ADS_1


Seakan ingin melupakan apa yang terjadi padanya. Alex langsung mengalihkan pembicaraan dengan Nania perihal Theo dan Romeo. Alex tak henti menghujani Nania dengan pertanyaan seputar Theo dan Romeo saat akan mask kedalam restoran. Pertanyaan itu seakan membuat suasana makan siang romantis dari Nania dan Alex tidak tercapai. Semula menjadi serba canggung.


Baru duduk di kursi, Alex kembali membuat dirinya terlihat payah di hadapan seorang Nania. Alex tanpa sengaja menyenggol beberapa botol berisi bubuk cabe serta nori bubuk yang berada di atas meja. Seketika botol itu jatuh, membuat suasana restoran menjadi sedikit berisik.


Seorang pelayan pria dengan sigap mendatangi meja tempat Alex berada. Dia meminta Alex tidak perlu memunguti botol yang jatuh tersebut. Itu akan menjadi urusan si pelayan. Hingga Alex tidak harus repot untuk mengambil botol yang terjatuh itu.


"Ada apa Alex? Aku lihat kamu terlihat gugup?" Tanya Nania sedikit tersenyum.


"Tidak ada. Sama sekali tidak ada. Aku hanya kedinginan saja." Jawab Alex sedikit berbohong.


Nania tak memperdulikan sikap gugup dari seorang Alex. Dia membuka buku menu yang berad di atas meja. Mungkin dia bisa melihat secara visual dari buku menu yang dia baca.


Beberapa menu langsung membuat Nania tertarik untuk mencoba. Menu ikan mentah atau sashimi menjadi menu yang cukup menarik untuk Nania coba. Mungkin akan semakin enak, merasakan ikan mentah yang akan dicampur dengan soyu asin dan wasabi yang pedas. Sensasi yang tentu tidak akan begitu saja Nania lewatkan.


"Kamu mau pesan apa Alex?" Tanya Nania menutup buku menu itu.

__ADS_1


"Aku tidak cukup tahu banyak akan makanan Jepang. Tapi aku dengar sushi cukup lezat untuk disantap." Jawab Alex meyakinkan.


__ADS_2