
Sebuah roti dan kopi hangat, mungkin akan menjadi sarapan terakhir bagi Nania dan Julien's di rumah ibu Nania. Hari ini Beatrice harus segera pulang ke rumah. Sebagai tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Julien's harus mengantarkan Beatrice pulang ke rumahnya.
Tak ingin melewatkan sarapan terakhir bersama Julien's dan Nania. Ibu Nania mengirimkan nasehat pada Julien's dan Nania agar bisa lebih dewasa lagi dalam berumah tangga. Jangan sampai, ketika ada masalah sedikit. Keduanya bertengkar dan memilih untuk saling diam. Usahakan setiap masalah yang ada di selesaikan dengan kepala dingin.
Nania sebagai seorang istri harus bisa menurunkan egonya. Begitu juga dengan Julien's yang harus bisa lebih bersabar lagi dalam menghadapi seorang Nania. Mengingat Nania adalah seorang yang terkadang egonya masih tinggi. Perlu bimbingan dari seorang Julien's.
__ADS_1
Nania tak menampik dirinya yang masih cukup egois. Hingga janji berjanji di hadapan Julien's dan ibunya, dia akan merubah sikap egois dari dirinya. Nania tak akan pulang untuk meninggalkan Julien's lagi. Mungkin ini akan jadi kali terakhir bagi Nania untuk pergi dari rumah. Nania berjanji untuk tidak pulang lagi, ketika ada masalah rumah tangga menderanya.
Tak hanya Nania yang mengakui kesalahannya sebagai seorang istri yang masih banyak kekurangan. Julien's sebagai seorang suami juga tak kalah dewasa dalam mengakui kesalahannya. Julien's yang masih sering kurang dewasa dalam menyikapi sebuah permasalahan. Terkadang menjadi pemicu konflik dalam rumah tangganya bersama Nania. Hingga Julien's berjanji akan merubah sikap cemburunya itu menjadi lebih dewasa lagi. Hingga Julien's tak akan lagi cemburu pada Nania. Julien's berjanji akan hal tersebut.
Usai menyantap sarapan. Julien's segera mengajak Nania untuk bergegas dari rumah ibunya. Julien's pun meminta izin pada mertuanya untuk kembali pulang ke rumah mereka. Sebuah doa langsung di panjatkan oleh ibu Nania akan keselamatan Julien's dan Nania sampai di tujuan.
__ADS_1
Ibu Nania kembali mengingatkan Nania dan Julien's akan komitmen keduanya ketika menikah dulu. Mungkin komitmen itu yang harus selalu di pegang oleh Julien's dan Nania ketika mereka bertengkar. Hingga Julien's dan Nania bisa selalu menjaga keharmonisan rumah tangga mereka berdua.
Lagi dan lagi, Julien's dan Nania berjanji untuk menjadi lebih dewasa lagi untuk hari-hari ke depan. Ibunya banyak memberikan masukan, mungkin masukan itu juga yang akan di ingat oleh Julien's dan Nania di hari mendatang. Sebab masukan positif yang di dapat oleh Nania dan Julien's dari ibunya cukup bagus. Hingga masukan itu akan jadi salah satu pondasi kepercayaan di rumah tangga Julien's dan Nania.
Lambaian tangan dari ibunya mengakhiri perjalanan Julien's dan Nania di Brest. Begitu mobil Julien's berjalan, maka berakhir pula hari-hari yang menyenangkan di rumah ibu Nania. Sebenarnya baik Julien's dan Nania, lebih nyaman tinggal di rumah ibunya. Sebab banyak aktivitas menarik yang bisa di lakukan. Berbeda dengan di rumah mereka yang lebih banyak di lakukan dengan rutinitas klasik yang cukup membosankan.
__ADS_1