SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PERHATIAN OSCAR PADA MARRIE


__ADS_3

Bel pulang berbunyi dengan kerasnya, tapi setiap siswa di larang untuk keluar kelas. Sebelum mereka mengumpulkan tugas rumah yang di berikan oleh guru di hari sebelumnya. Tugas itu yang akan menjadi syarat mutlak bagi setiap siswa untuk pulang dengan cepatnya.


Sial bagi Marrie, dia lupa mengerjakan tugasnya. Selain dia harus menemani Julien's bertemu dengan walikota. Marrie juga harus mengerjakan tugas lain yang belum dia kerjakan sepenuhnya. Dia terlihat bingung untuk mencari alasan yang tepat, sementara dia ingin segera pulang bersama dengan teman-temannya. Pulang secara tepat waktu.


Oscar yang duduk di bangku belakang Marrie, menepuk pundak Marrie. Dia dapat merasakan kepanikan yang tengah di rasakan oleh Marrie. Marrie pun menoreh ke arah Oscar yang ada di belakang bangkunya.


"Ada apa?" tanya Marrie.


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, ada apa. Kenapa kamu panik seperti itu?"


Marrie terdiam dengan wajah lesuh. Pandangannya juga perlahan mulai mengarah ke bawah. Dia terlihat begitu bersedih dengan pekerjaan rumah yang belum dia kerjakan.

__ADS_1


"Mungkin hari ini aku akan di hukum. Aku lupa mengerjakan tugas rumah itu." ucap Marrie.


Oscar menaikan kepala Marrie yang perlahan menunduk. Dia meminta Marrie untuk tetap semangat. Oscar juga menjamin Marrie akan pulang cepat dan tepat waktu. Oscar siap memastikan itu.


Marrie tidak mengerti dengan maksud Oscar, tapi Marrie pemasaran juga dengan maksud ucapan dari Oscar tersebut. Hingga Marrie begitu penasaran dengan nasibnya kini. Apakah sesuai dengan apa yang Oscar ucapkan pada dirinya.


Semua buku tugas telah berad di meja guru. Satu persatu murid di panggil untuk menerima buku mereka. Tentu mereka pun bisa pulang, setelah menerima buku tersebut.


Lambat laun kelas mulai sepi dengan kepergian teman-teman Marrie. Marrie menoleh ke kanan-kiri, di mana sudah tidak ada orang yang berada di dalam kelas. kini hanya ada dua orang saja di dalam kelas. Ada seorang Marrie, juga Oscar yang berada di dalam kelas. Sementara di depan meja guru, hanya sisa satu buku saja. Marrie sudah yakin, dirinya yang akan tinggal di kelas untuk mendapatkan tugas yang lebih banyak lagi sebagai hukuman.


Namun pada kenyataannya, semua itu salah. Ternyata nama Marrie di panggil ke depan oleh guru matematika tersebut. Hingga Marrie pun begitu terkejut dengan namanya yang di panggil oleh guru matematika tersebut. Padahal dirinya tidak mengerjakan tugas yang di minta oleh guru itu.

__ADS_1


Saking terkejutnya, Marrie sampai terdiam sejenak. Dia merasa ini keajaiban, atau memang ini adalah bentuk perhatian lebih dari seorang Oscar pada dirinya. Hingga Marrie merasa begitu bersyukur akan perhatian yang tetap di berikan oleh seorang Oscar pada dirinya.


Marrie menatap wajah Oscar. Memberikan senyum terbaik pada seorang Oscar. Kemudian di balas oleh Oscar dengan sebuah hari jempol yang di angkat tinggi. Hingga Marrie mengucapkan syukur atas apa yang telah di lakukan oleh Oscar pada dirinya.


Marrie yang masih tidak percaya, terlihat masih cukup terkejut dengan pengorbanan yang di lakukan oleh Oscar. Bagi Marrie apa yang telah di lakukan oleh Oscar adalah sebuah perhatian. Hingga Marrie merasa beruntung dapat perhatian lebih dari seorang Oscar.


Ingin membalas kebaikan dari seorang Oscar pada dirinya. Marrie pun dengan sengaja menunggu Oscar dari luar kelas. Marrie mendengar betul, bagaimana Oscar di maki oleh guru itu. Rasanya jika Marrie yang di maki, mungkin dia akan menangis. Tapi Oscar yang sudah kenyang dengan perkataan dari orang-orang, tidak ambil pusing dengan ucapan guru tersebut. Dia merasa itu hal yang wajar, sebab tugas selain untuk mendapatkan nilai. Juga sebagai bentuk penghargaan pada guru yang memberikan tugas tersebut. Hingga tugas itu harus dapat di selesaikan sebagaimana mestinya.


Selain mendapatkan makian, Oscar juga harus mendapatkan sedikit hukuman dari apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Oscar di hukum oleh guru itu dengan tugas 2 kali lipat dari teman-temannya. Hingga pekerjaan Oscar akan jauh lebih banyak dari teman-temannya. Pekerjaan yang akan membuat Oscar menjadi super sibuk. Tapi itu adalah bagian dari resiko yang harus di terima oleh Oscar. Resiko tidak mengerjakan tugas rumah yang di berikan oleh gurunya sendiri.


Oscar tetap tersenyum saat menemui Marrie di luar kelasnya. Sementara Marrie begitu merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Oscar. Marrie meminta maaf pada Oscar, sebab berkat dirinya. Oscar harus menanggung semuanya. Marrie merasa bersalah akan hal tersebut. Hingga Marrie berharap Oscar tidak akan marah pada dirinya.

__ADS_1


Oscar pun mengatakan apa yang dia lakukan akan bentuk cinta. Oscar siap menunjukkan rasa cintanya pada Marrie. Rasa cinta yang lebih besar lagi. Tapi Oscar tetap berpesan pada Marrie untuk tidak lupa mengerjakan tugas sekolah. Sebab itu adalah salah satu kewajiban seorang Marrie sebagai siswa. Marrie pun berjanji akan selalu mengerjakan tugas rumah sebagai bagian dari tanggung jawabnya.


__ADS_2