
Kurang dari seminggu di rumah sakit, rasanya sudah cukup bosan bagi seorang Oscar. Dia tak sabar untuk kembali merasakan kerasnya jalanan kota Nice dengan segala problematika yang ada. Mungkin Nice bukan Paris yang ramai, tapi Nice selalu memiliki cerita yang menarik untuk di jalani. Hingga Oscar tak sabar untuk kembali merasakan bagaimana Nice memberikan dirinya sebuah pelajaran hidup yang penuh makna.
"Aku pikir aku akan pulang hari ini." ucap Oscar sambil mengunyah sarapannya.
"Apa kamu sudah sembuh total?" tanya Marrie.
"Tidak, tapi aku rasa lama terbaring di tempat ini. Semakin membuatku terlihat lemah. Aku ingin segera pergi dari tempat ini." jawab Oscar.
"Tidak Oscar. Jika dokter belum mengizinkan kamu untuk pulang. Mungkin kamu tidak akan pulang di hari ini. Masih ada beberapa pemeriksaan yang harus di lakukan. Jadi kamu masih harus bersabar untuk pulang." ucap Marrie.
__ADS_1
"Tidak! Aku ingin pulang, aku sudah tidak betah di sini." balas Oscar dengan teguhnya.
Di tengah perdebatan antara Marrie dan Oscar. Tiba-tiba dokter datang untuk memeriksa kembali kondisi Oscar. Marrie langsung mempersilakan dokter itu untuk kembali memeriksa Oscar.
Stetoskop kembali di letakkan di dada seorang Oscar. Mungkin alat itu akan mengecek bagaimana detak jantung seorang Oscar masih berdetak dengan baik, atau sebaliknya. Oscar nampak begitu rileks saat stetoskop itu mulai menyentuh bagian dada bidangnya.
Tak ada wajah kepanikan dari sang dokter. Hanya ada sebuah senyum kecil yang terlukis di wajah tampannya. Dia mengatakan kondisi Oscar semakin membaik, bahkan cukup menunjukkan perkembangan yang signifikan.
"Sepertinya masih belum bisa. Kamu harus masih di rawat di sini untuk dua hari ke depan. Jadi belum boleh pulang." jawab dokter dengan tegasnya.
__ADS_1
"Tapi saya sudah merasakan sehat dok. Bahkan jauh lebih sehat dari kemarin. Mungkin dokter bisa check ulang saya." Pinta Oscar dengan begitu antusias.
"Tidak perlu, kamu memang masih perlu di rawat dalam tempo dua hari ke depan. Memang sudah ada perkembangan. Tapi belum sepenuhnya sembuh." balas dokter tersebut.
Oscar nampak begitu kecewa dengan keputusan dokter yang masih belum mengizinkan dirinya untuk pulang. Tentu ini sebuah kekecewaan yang cukup mendalam bagi seorang Oscar. Mengingat Oscar sudah sangat bosan berada di rumah sakit. Terlebih dengan peralatan medis yang masih harus di pasang di tubuhnya. Ini cukup membuat Oscar merasa ribet, gerakannya seolah di batasi oleh peralatan medis yang harus di pasang di tubuhnya tersebut.
Marrie meyakinkan Oscar jika dirinya akan segera pulang dari rumah sakit. Mengingat kondisi Oscar yang sudah cukup baik. Oscar hanya perlu bersabar saja. Menunggu hingga dua hari ke depan. Ini hanya soal sabar saja, nanti pun Oscar akan segera pulang dengan waktu yang telah di tentukan.
Marrie kembali menyuapi Oscar yang nampak masih cukup kesal. Oscar benar-benar sudah tidak nyaman berada di rumah sakit tersebut. Suapan yang Marrie berikan pada dirinya, di makan Oscar dengan tidak begitu lahap. Sehingga Oscar kerap menyisakan sedikit makanan di sendok yang Marrie suapkan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Untuk menghibur Oscar yang tengah di landa ke bosanan, Marrie melakukan hiburan sederhana. Dia memainkan sendok itu seolah pesawat yang akan mendarat di mulut Oscar. Terlihat klasik, tapi bagi Oscar itu cukup menghibur. Terlebih, sedari kecil Oscar tidak pernah mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya. Dia harus tinggal bersama neneknya yang sudah renta.