SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
KEBERANGKATAN NANIA


__ADS_3

Berat rasanya untuk Julien's bisa melepas Nania pergi menuju rumah ibunya sendiri. Seminggu mungkin akan menjadi waktu yang panjang baginya. Tanpa melihat wajah Nania sehari saja, rasanya hidup Julien's sudah tidak berwarna. Apalagi waktu seminggu yang mungkin akan terasa seperti setahun. Julien's akan semakin merasa kehilangan, serta hampa.


Dibalik pintu kamar Nania, Julien's melihat istrinya itu mulai merapikan pakaiannya kedalam sebuah tas besar. Pakaian yang mungkin akan digunakan Nania selama berada di rumah ibunya. Hanya beberapa kaos, serta celana saja yang Nania bawa. Mungkin aktivitas Nania hanya akan berkutat diseputaran rumah ibu Julien's. Tak ada tempat lain yang mungkin akan dijamah Nania selama disana. Meskipun rumah ibu Julien's berada di pusat kota yang sudah tentu memiliki banyak tempat wisata yang ramai.


Julien's perlahan mendekat kearah Nania. Dirinya memeluk Nania dari belakang. menyandarkan kepalanya dipunggung Nania. Seperti seorang bayi yang sedang manja pada ibunya. Julien's mendekap tubuh Nania dengan begitu eratnya.


"Aku akan merindukan kamu. Ini akan jadi kerinduan yang teramat besar untukku. Seminggu mungkin akan jadi terasa setahun. Satu dekade atau bahkan satu abad." Ucap Julien's dengan begitu sedihnya.


"Jika kita tidak hidup di era modern ini. Mungkin kita akan menukar surat untuk melepas rindu yang berat ini. Tapi kita hidup di era modern, dimana kita bisa saling berkomunikasi dengan teknologi yang ada. Jadi satu minggu itu mungkin akan terasa satu hari, satu jam atau satu menit saja. Raga kita terpisah, tapi hati kita tetap dekat." Nania mencoba membuat Julien's kuat.


Julien's melepaskan pelukannya dari tubuh Nania. Tangannya kini mulai menggenggam erat tangan Nania. Mengelus lembut, sebelum beberapa kali menciumi tangan mulus Nania tersebut.


"Aku tidak dapat berpikir apa-apa. Mungkin rasa takutku yang berlebih. Aku harap kamu akan baik-baik saja disana. Menjaga cinta kita tetap utuh. Aku juga akan menjaga cinta ini tetap pada tempatnya." Pesan menyentuh dari Julien's untuk Nania.

__ADS_1


Nania melepaskan genggaman erat tangan Julien's. Dia lalu memeluk tubuh rintih Julien's. Beberapa detik memejamkan kedua matanya. Sebelum berjanji pada Julien's untuk menjaga cinta sucinya untuk Julien's.


"Tidak akan ada satu pun gelombang yang akan menenggelamkan cintaku. Aku akan melewati semua pasang surut, bahkan mungkin juga ombak besar yang menerjang. Semuanya akan baik-baik saja saat akan pulang dari pelayaran yang melelahkan ini." Tangkas Nania dengan begitu meyakinkan.


Julien's kembali melepaskan pelukannya. Kemudian kembali menggenggam erat kedua tangan Nania. Berulang kali Julien's mencium tangan Nania. Mengucapkan jutaan kata cinta untuk Nania. Cintanya yang besar pada Nania, adalah sebuah do'a yang akan mengiringi Nania selama dalam pelayaran yang tentunya melelahkan. Dimana sebuah misi akan dijalani oleh Nania dalam mempertahankan cintanya pada Julien's.


Hari semakin siang, waktu perpisahan itu sudah hampir habis. Jadi saat ini adalah waktu yang tepat untuk Nania segera bergegas menuju rumah ibu Julien's. Mengingat sesuai perjanjian, Nania akan berangkat dari rumah Julien's tepat pukul sepuluh pagi. Seminggu kemudian, Nania akan pulang tepat di jam sepuluh pagi juga. Diwaktu yang sama, Nania berangkat ke rumah ibu Julien's.


Hanya menyisakan 10 menit menjelang pukul sepuluh itu. Julien's kembali memeluk erat Nania. Rasanya begitu sulit untuk Julien's melepas kepergian Nania. Terlebih Nania akan pergi ke rumah ibunya, dimana disana Alex berada. Kesempatan yang bagus untuk Alex bisa bebas mendekati Nania. Mungkin ini akan rumit untuk Julien's. Walaupun dia begitu percaya akan Nania. Tapi ada sedikit rasa khawatir yang masih membelenggu dalam hatinya.


"Saya pikir Bruce sudah lama menunggu kamu. Dia dari tadi sudah memanaskan mesin mobilnya. Tapi kenapa kamu masih belum siap juga." Ucap Beatrice tepat di depan pintu kamar Nania.


"Iya mbak. Aku akan segera menyusul kesana." Jawab Nania yang segera merapikan semua barang bawaannya.

__ADS_1


Beatrice pergi meninggalkan kamar Nania. Kemudian diikuti oleh Nania yang juga meninggalkan kamar miliknya. Sementara Julien's yang masih belum bisa melepas kepergian seorang Nania. Hanya bisa terdiam diatas kasur Nania. Masih ada sedikit rasa keberatan dalam hati Julien's untuk melepas Nania pergi. Itu yang membuat Julien's, terasa berat melepas Nania pergi dari rumahnya.


Tak hanya Julien's yang berat melepas kepergian Nania dari rumah. Theo dan Romeo juga sulit untuk melepas kepergian dari ibu tirinya tersebut. Sebelum Nania memasuki mobil. Theo dan Romeo menghampiri Nania. Keduanya memeluk erat tubuh Nania. Beberapa kali keduanya, meminta Nania untuk mengurungkan niat untuk pergi dari rumah mereka. Terlebih Romeo yang sampai meneteskan air mata melepas kepergian Nania.


"Theo dan Romeo jangan bersedih. Bunda Nania hanya pergi seminggu saja dari rumah ini. Nanti habis seminggu itu. Bunda akan kembali lagi kesini." Janji Nania pada Theo dan Romeo.


"Tapi kenapa bunda harus pergi dari sini. Terus siapa yang nanti akan mengantar Theo ke sekolah?" Theo merajuk.


"Nanti akan ada baby sitter baru yang akan menggantikan bunda Nania untuk sementara waktu. Jadi Theo tidak usah takut." Pinta Nania.


"Kalau yang menemani aku tidur siapa bunda?" Tanya Romeo dengan begitu polosnya.


Ketika Nania akan menjawab pertanyaan dari Romeo tersebut. Secara mengejutkan Beatrice datang menghampiri Theo dan Romeo. Kemudian Beatrice langsung menimpali ucapan dari Romeo tersebut.

__ADS_1


"Mama. Kamu tidak usah khawatir, mama yang akan menemani kamu tidur nanti. Biarkan perempuan ini pergi dari rumah kita." Tegas Beatrice dengan raut wajah kesalnya.


Melihat ekspresi wajah kesal dari Beatrice. Nania yang tak ingin terpancing emosi. Memilih untuk segera masuk kedalam mobil. Namun sebuah ciuman diberikan Nania pada Theo dan Romeo. Sebuah ciuman perpisahan yang akan menjadi penawar akan kerinduan keduanya pada Nania. Selepas itu, Nania benar-benar masuk kedalam mobil. Lalu mobil itu pun pergi meninggalkan rumah Julien's. Lambaian tangan diberikan Nania pada Romeo dan Theo. Lambaian tangan perpisahan dari Nania untuk keduanya.


__ADS_2