SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
SERANGAN TIBA-TIBA DARI ALEX UNTUK JULIEN'S


__ADS_3

Merasa begitu lelah, Alex akhirnya menunggu Nania di rumah Julien's. Kembali ke kamarnya yang digunakan sewaktu tinggal di rumah Julien's. Alex membaringkan tubuhnya diatas kasur. Sembaring memainkan ponselnya, Alex berusaha menghibur diri dengan semua hiburan yang ada di ponselnya.


Dari scrolling media sosial yang berpindah-pindah. Hingga bermain game secara online dan offline. Tapi kebosanan tak kunjung enyah dari dalam benaknya. Ia tetap merasa bosan dengan semua yang ada. Sehingga tak sabar untuk bertemu dengan Nania.


Segelas kopi mungkin bisa membuat pikiran Alex sedikit tenang. Ia langsung beranjak dari posisi berbaring untuk pergi ke dapur. Membuat segelas kopi yang bisa membuka jalan pikiran serta ketenangan dalam hidupnya.


Sedikit gula mungkin lebih baik. Terlebih Alex kurang menyukai minuman manis. Walaupun rasa pahit kopi yang nampol. Tapi Alex tetap tak memperdulikannya. Ia lebih memperdulikan kesehatan serta prinsipnya.


Segelas kopi panas telah terhidang. Alex membawa kopi tersebut kedalam kamar. Ia ingin menikmati kopi itu didalam kamar. Kembali dengan posisi rebahan yang membuatnya malas-malasan.

__ADS_1


Baru membenarkan bantal yang akan digunakan untuk kepalanya. Suara klakson mobil Julien's, langsung membuat Alex terbangun. Dengan segera Alex bergegas menuju keluar rumah. Dia ingin segera menemui Nania yang sudah pasti berada didalam mobil Julien's.


Benar saja, Nania ada didalam mobil tersebut. Dia terlihat begitu bugar, dengan senyum merekah yang terlukis di wajah cantiknya. Tak ada lagi wajah lemas seperti hari-hari kemarin. Dia terlihat begitu sehat.


Disamping pintu mobil kemudi, Julien's keluar dengan membawa tas besar. Dia juga terlihat begitu bahagia, layaknya Nania. Kebahagiaan yang ditunjukkan oleh Julien's, seketika menjadi pertanyaan besar dalam diri Alex. Ia mempertanyakan sikap membingungkan dari Alex tersebut. Tidak seperti biasanya.


Sebuah pukulan telak langsung dilayangkan oleh Alex di wajah Julien's. Kerasnya pukulan yang dilayangkan oleh Alex, langsung membuat Julien's tersungkur jatuh.


Nania langsung menolong Julien's yang langsung terkapar disamping mobilnya. Nania meminta Alex untuk tidak kembali memukul Julien's. Tapi Alex yang kadung marah pada Julien's, kembali melayangkan pukulan kerasnya di wajah Julien's.

__ADS_1


Dua pukulan keras yang dilayangkan oleh Alex di wajah Julien's. Cukup membuat Julien's terkapar tak berdaya. Sedangkan Nania terus memohon pada Alex untuk segera mengakhiri aksi kekerasan yang dilakukannya pada Julien's. Dia tak tega melihat Julien's yang semakin terkapar dengan serangan sporadis yang dilayangkan oleh Alex.


Tak tega melihat Nania memohon. Alex sedikit melunak. Tapi tetap ada amarah dalam hatinya. Kekesalan yang dibuat oleh Julien's, telah membuat Alex begitu marah pada kakak kandungnya tersebut. Mengingat apa yang Julien's lakukan tak begitu etis.


Nania mempertanyakan akan serangan yang Alex layangkan pada Julien's. Dengan nada penuh emosi, Alex menjelaskan semua serangan yang dia layangkan pada Julien's. Berawal dari kekecewaan akan sikap Julien's yang tak menghargai. Padahal Alex ingin mengantar Nania pulang. Tapi Julien's membawa Nania begitu saja. Mengingat Alex begitu mencintai Nania. Sehingga dia berharap bisa mengantar Nania pulang.


Nania seketika kecewa pada Alex. Apa yang dilakukan oleh Alex begitu berlebihan. Dia terkesan kekanak-kanakan. Hanya tak mendapat kabar kepulangan Nania. Alex semarah itu pada Julien's. Sebuah hal yang tak logis.


Nania tak ingin berbicara lagi pada Alex. Dengan wajah penuh kekecewaan pada Alex, Nania pergi dengan memapah Julien's kedalam rumah. Sementara Alex hanya terdiam menyesali semua tindakan bodohnya. Mengingat hal itu semakin membuat Nania benci padanya.

__ADS_1


__ADS_2