
Dengan wajah penuh semangat, Julien's memasuki restoran. Tangannya masih berselimut perban yang membungkus luka bakar yang dia alami. Beberapa rekan Julien's meminta Julien's untuk tetap beristirahat. Namun Julien's kekeh untuk mulai kembali bekerja.
Dia mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja yang biasa dia gunakan. Sedikit merasakan sakit ketika mengganti pakaiannya. Namun ini keputusan dia, sehingga rasa sakit itu coba Julien's tahan dengan sekuat tenaga.
Dia memasuki area kitchen dengan wajah yang begitu sumringah. Semuanya Julien's sapa dengan pelukan hangat yang diberikan. Julien's mencoba membawa aura positif yang bisa membuat semua rekan kerjanya menjadi lebih baik lagi.
Hari ini Julien's hanya memberikan arahan saja. Tidak seperti biasanya yang selalu turun langsung. Dia begitu aktif memberikan setiap instruksi untuk tim kitchen ketika mempersiapkan makanan untuk para pelanggan. Arahan yang baik, membuat semuanya begitu senang.
Hari ini pelanggan begitu membludak. Mereka banyak menghabiskan uang di restoran Julien's. Memilih menu-menu terbaik yang bisa mengenyangkan perut mereka.
Ramainya pelanggan membuat waktu tak terasa. Tanpa disadari, jam istirahat sudah hampir tiba. Beberapa staf kitchen mulai meminta izin pada Julien's untuk beristirahat. Termasuk juga Thomas. Dia meminta izin untuk istirahat di jam pertama.
Kumpulan staf kitchen perlahan berkurang dengan istirahatnya beberapa staf itu. Beberapa staf yang masih ada di area kitchen harus bekerja ekstra untuk menutup celah yang ditinggal staf yang beristirahat.
Thomas beristirahat di taman yang letaknya tidak jauh dari restoran tempatnya bekerja. Dia duduk di bangku taman sambil memainkan ponsel pintarnya yang semakin canggih. Dia memutar sebuah lagu dengan earphone tanpa kabel. Kepalanya perlahan mengangguk mengikuti irama musik yang keluar dari lagu yang dia putar.
Namun seseorang yang mirip Nania melintas dihadapannya. Dia terkejut, kemudian berusaha mengikuti orang tersebut. Dia ingin memastikan orang itu Nania atau bukan.
__ADS_1
Berjarak 4 meter dari perempuan itu, tanpa disadari. Thomas larut dalam pencarian identitas orang tersebut. Dia penasaran dengan perempuan itu. Thomas yakin itu Nania, meskipun dia hanya melihat dengan sekilas saja.
Thomas melewati banyak toko, berjalan di trotoar. Dia terus mengikuti langkah dari perempuan tersebut. Thomas ingin memastikan itu adalah Nania.
Begitu sampai di depan sebuah hotel. Thomas akhirnya memberanikan diri untuk menyentuh perempuan itu. Perempuan itu berbalik, emmm ternyata dia bukan Nania. Hanya rambut panjang yang hampir mirip dengan Nania yang terlihat sama dengan Nania. Sementara untuk wajah, nampak jauh berbeda. Thomas sedikit merasa malu, sehingga dia langsung meminta maaf pada perempuan itu.
Thomas kecewa, pengejarannya berbuah kegagalan. Ternyata perempuan yang dia pikir Nania itu ternyata bukan. Hasrat besar yang ada dalam diri Thomas , perlahan membuat Thomas menjadi hilang kontrol. Sehingga dia berhalusinasi, setiap hal yang memiliki kemiripan dengan Nania. Akan terlihat nampak seperti Nania. Walaupun itu bukan.
Thomas menyalakan ponselnya. Matanya langsung terbuka lebar, ketika melihat jam. Dia istirahat cukup lama. 15 menit lebih lama dari waktu yang telah ditetapkan oleh restoran. Dia berlari untuk memangkas waktu, sehingga dia tidak akan semakin terlambat.
Di restoran Julien's mencari Thomas. Dia bertanya pada staf lain perihal keberadaan Thomas. Sebab orderan yang semakin banyak, membutuhkan tenaga kerja yang banyak pula. Namun dengan ketidakadaan Thomas, membuat staf kitchen menjadi Jomblang.
Sampai di depan restoran, Thomas nampak begitu kelelahan. Dengan napas yang ngos-ngosan. Dia berjalan menuju kedalam restoran. Dia masuk kedalam ruangan karyawan. Kemudian mengganti pakaiannya untuk masuk ke area kitchen.
Baru di depan area kitchen. Wajah marah Julien's sudah ia jumpai. Kemudian dengan nada tinggi, Julien's meminta Thomas untuk ikut bersamanya. Julien's ingin menegur Thomas yang datang terlambat.
Thomas dan Julien's duduk saling berhadapan dengan meja kecil sebagai pemisah keduanya. Mata tajam yang terlihat seperti akan keluar dari tempatnya. Terlihat jelas dari raut wajah Julien's. Dia marah, Julien's benar-benar marah dengan ketidak profesionalan seorang Thomas.
__ADS_1
"Kamu dari mana?" Tanya Julien's.
"Saya habis istirahat?" Jawab Thomas menunduk.
"Kamu tahu berapa lama waktu istirahat setiap staf?" Tanya Julien's kembali menahan emosi.
"30 menit." Jawab Thomas tetap menunduk.
"Terus kenapa kamu istirahat hampir 1 jam?" Tanya Julien's dengan amarah sambil memukul meja.
Thomas terkejut. Dia berusaha mencari alasan. Namun Julien's tidak menerima alasan dari Thomas. Hal itu membuat Thomas begitu marah pada Julien's.
Sebagai hukuman, Thomas dilarang pulang di jam seperti biasanya. Dia harus lembur 2 jam tanpa dibayar.
Thomas menolak hukuman dari Julien's yang langsung direspon Julien's dengan amukan. Dia menarik kerah baju kitchen milik Thomas. Kemudian menatap tajam wajah Thomas dengan wajah yang teramat sangat marah.
"Kamu kurang ajar juga, kalau kamu gak mau buat lembur. Sekalian saja kamu keluar dari restoran ini!" Tegas Julien's.
__ADS_1
Mau gak mau, Thomas akhirnya menerima hukuman yang diberikan Julien's. Dia menerima hukuman lembur 2 jam yang diberikan oleh Julien's. Thomas langsung kembali ke kitchen, begitu Julien's tak lagi berbicara. Tanpa permisi atau apa, dia melenggang begitu saja menuju area kitchen.
Hukuman dari Julien's membuat Thomas semakin membenci Julien's. Terlebih dia telah merebut Nania dari hidupnya. Perempuan yang hampir menjadi istrinya, sebelum akhirnya pernikahan mereka batal.