
Prak..... Sebuah tamparan langsung diberikan Nick di pipi kanan Thomas. Tamparan itu merupakan hukuman yang di berikan oleh Nick akan Thomas yang tak fokus dalam menghancurkan Julien's. Thomas justru malah tercebur dalam urusan restoran Nick, yang sebenarnya itu bukan ranah Thomas menurut Nick.
"Restoran itu sudah ada manajer tersendiri. Mengapa saya berikan jabatan manajer pada kamu. Sebab saya tidak ingin kamu patah semangat. Bukan malah ingin terlihat jadi manajer sungguhan. Kamu itu bodoh, tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah yang ada di restoran. Jadi berhenti untuk terlihat cerdas. Dan fokus dalam usaha kamu untuk menghancurkan Julien's." Pinta Nick dengan nada tinggi.
Thomas tak menjawab ucapan dari Nick. Dia hanya menunduk menatap meja. Sesekali dia mencukil kukunya. Menunjukkan rasa gugup teramat di rasakan akan makian yang diberikan oleh Nick kepadanya.
"Apa yang telah kamu lakukan dalam seminggu ini?" Tanya Nick semakin emosi.
Thomas tidak menjawab. Dia tetap terdiam dengan wajah yang semakin ketakutan.
Nick yang emosi melihat Thomas yang terus terdiam tanpa suara. Langsung menarik kerah baju Thomas. Matanya nyaris keluar dari tempatnya. Nick terlihat begitu marah pada Thomas.
"Jawab bodoh! Kamu tidak punya?" Bentak Nick dengan begitu kerasnya.
__ADS_1
Thomas akhirnya menjawab pertanyaan dari Nick itu. Tetap dengan wajah ketakutan, Thomas berusaha menjawab sebaik mungkin pertanyaan yang di lontarkan Nick kepadanya.
"Saya sudah berusaha membuat Julien's khawatir dengan anaknya pak. Saya meminta Oscar untuk memotret anak chef Julien's dalam keadaan bugil. Mungkin dengan photo bugil itu, nama baik seorang chef Julien's akan hancur." Jelas Thomas.
"Tapi hasil mana?" Tanya Nick kembali.
"Mungkin dalam waktu beberapa hari kedepan Oscar akan melakukan itu. Saya janji pak Nick." Jawab Thomas tetap tak mampu menatap wajah Nick.
"Hari ini Oscar sedang pergi bersama temannya ke Toulouse. Sehingga mungkin dia tidak bisa menemui anak chef Julien's. Jadi mungkin Oscar akan melakukan itu di hari-hari mendatang." Terang Thomas dengan meyakinkan.
"Apa yang bisa kamu janjikan sebagai jaminan?" Pinta Nick.
Thomas terdiam.
__ADS_1
"Jawab bodoh!" Bentak Nick sambil memukul meja.
"Jabatan manajer saya." Ucap Thomas.
"Ok, jika kamu tidak bisa melakukan itu dalam beberapa hari kedepan. Kamu harus siap kehilangan jabatan manajer yang kamu miliki itu." Ucap Nick dengan begitu kerasnya.
Thomas pun tetap tak mampu berbicara. Dia hanya menunduk saja dengan pandangan kosong.
Nick meminta Thomas untuk memberikan dirinya sedikit uang. Tentu uang itu akan Nick gunakan untuk menyogok petugas kepolisian yang menjaga. Dengan uang itu, Nick bisa melakukan apapun di dalam sel. Tidak perlu takut akan mendapat teguran dari pihak penjaga.
Beberapa lembar uang di berikan Thomas kepada Nick melalui bawah meja. Dengan cara seperti itu, Thomas tidak akan ketahuan oleh petugas penjaga. Jika dirinya memberikan sejumlah uang pada Nick.
Dengan segera Nick menerima uang tersebut. Nick langsung mengambil uang yang di sodorkan oleh Thomas kepadanya. Dengan uang itu, Nick akan merasa bebas.
__ADS_1