SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
COKLAT DARI PASIEN ALEX


__ADS_3

"Ibu yang tenang yah. Sebentar lagi dokter Alex akan memeriksa ibu." Ucap seorang keluarga pasien Alex menenangkan ibunya yang hendak di periksa oleh Alex.


"Mana dokter Alex? Kenapa dia belum datang juga?" Tanya si ibu yang merupakan pasien dari Alex tersebut.


"Mungkin sebentar lagi dokter Alex akan datang. Ibu sabar terlebih dahulu." Ucap anaknya kembali.


Benar apa yang diucapkan oleh anaknya itu. Alex akhirnya datang dengan stetoskop yang telah terpasang di telinganya. Dia siap melakukan pemeriksaan terhadap pasien tersebut. Pasien itu merupakan pasien tetap Alex, yang begitu menyukai dengan keramahan dari seorang Alex. Selain di kenal sebagai seorang yang ramah, Alex yang tampan juga menjadi daya tarik bagi para pasien. Hingga terkadang Alex menjadi objek photo dari para pasien, maupun keluarga pasien.


"Selamat siang." Sapa Alex dengan begitu ramahnya.


"Siang dok." Sapa balik anak pasien itu.


"Siang dokter ganteng." Sapa pasien Alex.

__ADS_1


Dengan segera Alex langsung membalas sapa dari pasiennya itu dengan senyuman manis. Terutama kepada pasiennya yang telah berusia lanjut itu. Alex terus memberikan senyuman manisnya itu padanya.


"Dokter Alex tampan sekali hari ini." Ucap pasien itu.


"Terima kasih Bu. Ibu juga terlihat lebih cantik di hari ini." Balas Alex dengan begitu ramahnya.


"Dokter Alex sudah memiliki pacar?" Tanya pasiennya.


"Kenapa gak di jawab dokter. Ibu cuman ingin tanya. Jika belum, mungkin ibu bisa jadi salah satu calonnya." Goda si pasien dengan begitu genitnya.


Alex langsung tertawa kecil dengan ucapan dari pasiennya itu. Mungkin dengan senyuman manis, Alex bisa membalas dengan baik ucapan dari pasiennya itu.


Anak dari pasien yang tengah di obati oleh Alex itu, meminta maaf atas sikap ibunya yang begitu genit pada Alex. Mungkin dia akan bisa menjaga mulut ibunya untuk sedikit lebih sopan lagi pada Alex. Terlebih apa yang dikatakan oleh ibunya itu sangat tidak pas untuk di sampaikan pada Alex. Sehingga Alex mungkin merasa tidak nyaman dengan ucapan darinya tersebut.

__ADS_1


"Maafkan ibu saya dok. Nanti mungkin akan saya bisa tahan lagi, mulut genit dari ibu saya itu." Ucap dari anak pasien tersebut dengan sedikit rasa malu.


"Tidak masalah, mungkin itu hanya bercanda. Semuanya baik-baik saja. Tidak harus di jadikan masalah. Saya senang jika pasien yang saya tangani senang seperti ini. Jadi pemeriksaan akan berjalan baik. Itu sangat bagus untuk pemeriksaan kita di siang ini." Ungkap Alex dengan begitu ramahnya.


"Terima kasih dok." Ucap anak dari pasien tersebut.


Alex langsung melakukan pemeriksaan terhadap pasien tersebut. Senyum dari Alex tak pernah hilang dari wajahnya. Alex terus memberikan senyuman itu. Hingga pasien yang sedang Alex periksa, begitu bahagia. Terlebih senyuman Alex itu sangat manis. Mungkin gula tidak ada apa-apanya, dengan senyuman Alex itu. Sebab manisnya tidak mengandung penyakit sedikit pun. Justru banyak mengandung kebahagiaan. Meningkatkan imun serta mengandung vitamin yang menyehatkan.


Begitu selesai melakukan pemeriksaan. Alex langsung mendapat hadiah dari pasien genitnya itu. Sebuah coklat dengan bungkusan unik di berikan pada Alex. Coklat yang berasal dari sebuah brand ternama itu, terlihat begitu mewah dengan bungkusan yang berlapis plastik berwarna emas.


Alex menerima coklat itu dengan senang hati. Mungkin ini akan menjadi coklat yang lezat untuk di makan bersama Nania. Apalagi Nania begitu menyukai coklat. Nania pastinya akan begitu bahagia saat nantinya Alex memberikan coklat itu kepadanya.


Alex jadi tidak sabar untuk memberikan coklat itu pada Nania. Jam pulang yang masih cukup panjang, terasa ingin segera Alex akhiri. Mengingat ada coklat yang ingin Alex berikan pada Nania. Sehingga dia ingin segera bertemu dengan Nania.

__ADS_1


__ADS_2