SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S RINDU NANIA


__ADS_3

Sebelum masuk ke area dapur, Julien's harus terlebih dahulu menyelesaikan tugasnya sebagai seorang pemilik perusahaan. Beberapa email serta dokumen penting harus ia tanda tangan. Bukan hal yang sulit bagi seorang Julien's untuk segera menyelesaikan semua tugas itu. Dalam hitungan menit, Julien's menyelesaikan semua tugas itu.


Tugasnya telah selesai. Kini Julien's segera mengganti pakaian formalnya menjadi pakaian kitchen layaknya para staf kitchen lainnya. Julien's segera pergi ke loker room untuk mengganti semua pakaiannya itu.


Saat Julien's mengganti pakaian miliknya. Dia teringat akan Nania. Terlebih saat dia melihat wallpaper ponselnya yang bergambar Nania. Julien's semakin dibuat rindu padanya. Mungkin Nania saat ini sedang asyik mengobrol dengan Alex di taman rumah Alex. Bisa juga mereka sedang sarapan berdua di restoran mahal. Beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi pada Nania dan Alex. Mengingat ini kesempatan yang bagus untuk Alex mendekati Nania.


"Seminggu, satu hari tidak melihat fisik kamu. Rasanya berat. Mungkin benar, rindu itu berat. Tapi kenapa harus ada rindu yang berat ini, jika nanti kita bisa kembali berjumpa Nania." Ucap Julien's sambil menatap photo Nania.


Terdengar suara ketukan pintu dari seseorang diluar loker. Mungkin seseorang itu ingin masuk kedalam loker room. Sehingga pintu yang awalnya Julien's tahan selama dia ganti baju. Langsung Julien's buka, mengingat dia juga telah selesai mengganti baju.

__ADS_1


Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah William. Dia meminta izin pada Julien's untuk keluar sebentar. Ada seseorang yang harus dia temui di luar. Ada urusan penting yang harus William selesaikan.


"Ada urusan apa, sehingga kamu meminta untuk izin keluar sebentar?" Tanya Julien's pada William.


"Ada sedikit masalah yang saya harus selesaikan chef. Sehingga saya harus keluar sebentar." Jawab William dengan sedikit menunduk.


"Bukan cinta chef, tapi keluarga kecil saya. Dimana ada sedikit kesalahpahaman antara saya dengan istri saya. Sehingga saya harus menemuinya yang telah satu bulan memilih tinggal di rumah orangtuanya." Jelas William.


"Apa satu bulan! Kamu tidak bertemu dia selama satu bulan itu. Hebat juga kamu." Ucap Julien's menepuk kedua tangannya.

__ADS_1


"Jika di tanya rindu, mungkin rindu. Tapi itu resiko yang harus saya terima. Menahan rindu yang ada. Sebagai konsekuensi yang harus saya terima." Jelas William kembali dengan begitu sedihnya.


"Satu minggu saja rasanya begitu berat. Apalagi satu bulan seperti itu. Mungkin saya lebih memilih untuk tidak menjauh. Sebab kerinduan itu bisa menyebabkan kematian rasa haha." Lakon Julien's.


"Hahah.. Benar chef . Setiap malam tidak ada yang memeluk jadinya. Padahal saya rasa, pelukan itu yang membuat seorang pria menjadi kuat. Maksudnya seorang suami. Pelukan dari istri itu adalah obat ketika suami lelah bekerja. Mungkin itu yang saya harus terima." Ucap William yang hampir selesai melepaskan seluruh pakaian chefnya.


Begitu William selesai mengganti semua pakaian miliknya. Dia izin pada Julien's untuk segera menemui istrinya yang telah sedari tadi menunggu dirinya di sebuah mini market. Mungkin dia juga sudah rindu seperti William yang telah lama tidak bertemu.


Julien's menyadari kerinduan dari seorang William. Jangankan seorang William yang masih muda dengan jiwa penuh gairah darinya. Julien's yang sudah diusia itu saja. Masih menahan rasa rindu teramat, ketika harus berada di posisi jauh dengan Nania. Satu hal yang wajar bila William begitu antusias untuk bertemu dengan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2