SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
NANIA DI MAKI BEATRICE


__ADS_3

Pertemuan dari Nania dengan Marrisa, tak hanya membuat hati seorang Nania tergores oleh ucapan Marrisa yang merendahkan seorang Nania. Tapi pertemuan itu juga menjadi petaka besar bagi seorang Nania.


Luka gores yang ada pada kaki Romeo, sengaja di manfaatkan oleh Marrisa untuk melakukan sedikit hasutan pada seorang Beatrice. Dia sengaja membuat Beatrice marah dengan luka gores yang ada pada kaki seorang Romeo. Hingga Marrisa menuduh Nania tidak becus dalam mengurus dua anak Beatrice tersebut.


Beatrice yang mendapat laporan dari seorang Marrisa. Begitu percaya dengan sedikit kebohongan dari seorang Marrisa tersebut. Hingga Beatrice sudah siap memaki seorang Nania yang akan segera tiba di rumah.


Tak butuh waktu lama bagi Beatrice untuk meluapkan semua emosinya pada seorang Nania. Begitu terdengar suara klakson mobil sopir yang membawa Nania, dia langsung bergegas dari dalam kamarnya. Dia pun segera menuju halaman rumahnya. Untuk memberikan Nania peringatan akan apa yang telah di lakukan oleh dirinya tersebut.


Begitu Nania berada di hadapannya, Beatrice langsung menampar Nania dengan begitu kerasnya. Dia juga langsung memaki Nania dengan perkataan yang cukup kasar. Hingga Nania hanya bisa terdiam dengan makian yang di lontarkan oleh Beatrice pada dirinya.


Nania sempat tidak mengerti dengan tamparan yang di lakukan oleh Beatrice. Sampai akhirnya Beatrice pun mengatakan jika dirinya melakukan itu, sebab Nania yang dianggap tidak becus dalam menjaga Romeo dan Theo. Hingga kami Romeo sampai terkilir.


Romeo dan Theo yang terkejut dengan tamparan dari ibunya pada seorang Nania. Berusaha melindungi Nania dari amukan ibunya tersebut. Keduanya kompak meminta Beatrice untuk menyudahi aksi kejamnya tersebut pada seorang Nania. Hingga Theo sampai menangis meminta Beatrice untuk tidak kembali menampar seorang Nania yang sebenarnya tidak bersalah sama sekali.

__ADS_1


Beatrice kembali merasakan pusing yang cukup kuat. Amarahnya telah membangkitkan sel kankernya semakin ganas. Beatrice yang tanpa kontrol ketika memarahi Nania, akhirnya harus mengalami gejala kambuh kembali. Beatrice pun terlihat begitu merasakan sakit di bagian kepalanya.


Nania mencoba menolong Beatrice, tapi Beatrice justru mendorong kuat Nania. Hingga Nania pun langsung tersungkur di dorong oleh Beatrice. Belum makian yang kembali Nania dapatkan dari seorang Beatrice. Nania merasa sakit dengan perlakuan dari seorang Beatrice, tapi dia tetap membalas kejahatan Beatrice dengan kepedulian.


Beatrice yang semakin tersiksa dengan rasa sakitnya tersebut. Akhirnya tak mampu lagi untuk melawan sakitnya tersebut. Beatrice langsung jatuh pingsan. Untung Nania berhasil menangkap tubuh Beatrice yang hampir terjatuh ke atas lantai. Hingga Beatrice pun tidak mengalami benturan yang akan semakin memperburuk kondisi dari seorang Beatrice.


Nania yang begitu panik langsung meminta bantuan pada supirnya. Sang supir pun langsung membawa tubuh Beatrice yang memiliki sedikit daging itu ke kamar. Mungkin tubuh Beatrice akan lebih baik saat berada di atas kasur. Hingga dia akan merasa lebih tenang lagi. Tidak ada lagi rasa sakit yang mungkin Beatrice rasakan kembali.


Untung Alex sedang libur, sehingga dia bisa menggunakan waktu liburnya tersebut untuk mengecek kondisi dari seorang Beatrice. Alex pun langsung segera bergegas ke rumah Beatrice. Apalagi Nania yang menelpon seorang Alex. Dia tambah semangat untuk datang ke rumah Beatrice. Mengingat Nania merupakan orang yang begitu Alex cintai.


Tak hanya menelpon Alex saja, Nania juga menghubungi Julien's. Mungkin keberadaan Julien's akan membuat Beatrice lebih kuat lagi. Mengingat Julien's adalah orang yang paling Beatrice cintai. Tidak ada pria lain yang Beatrice cintai selain sosok Julien's yaah merupakan suaminya tersebut.


Alex tiba lebih dahulu dari seorang Julien's. Dia dengan peralatan dokternya, langsung memeriksa kondisi tubuh Beatrice. Alex menempelkan stetoskop di bagian dada seorang Beatrice. Dia merasa ada sesuatu yang benar-benar janggal dari seorang Beatrice. Sesuatu yang membuat kondisi Beatrice semakin memburuk.

__ADS_1


Nania pun menceritakan apa yang membuat kondisi Beatrice memburuk. Di mana Beatrice memarahi Nania secara membabi buta. Dia tak tahu apa salah dari seorang Nania. Sebab Beatrice langsung menampar Nania dengan begitu kerasnya. Hingga Nania merasakan bagian wajahnya yang cukup sakit di tampar dengan begitu kuatnya oleh Beatrice.


Alex heran dengan sikap Beatrice tersebut. Alex mengira ada sesuatu yang membuat Beatrice bersikap demikian pada seorang Nania. Tidak mungkin Beatrice menampar Nania tanpa sebab. Tentu ada sesuatu yang membuat Nania di tampar dengan kuatnya oleh Beatrice.


Akhirnya Nania mengingat satu perkataan dari seorang Beatrice. Di mana Beatrice mengatakan jika Nania tidak becus dalam mengurus kedua anaknya. Hingga kaki Romeo sedikit terkilir ketika di di toko es krim. Tapi Nania belum menceritakan itu semua, mengapa Beatrice sudah tahu akan hal tersebut. Itu yang menjadi pertanyaan yang cukup membingungkan bagi seorang Nania.


Julien's yang baru tiba, langsung larut dalam obrolan itu. Dia pun akhirnya menjawab rasa penasaran dari seorang Nania tersebut. Menurutnya yang memberitahu Beatrice itu adalah Marrisa. Sebab Julien's juga mendapat informasi yang sama dari Marrisa. Bahkan Marrisa mengatakan jika memang Nania yang mendorong Romeo hingga terjatuh dari mobil.


Nania pun terkejut mendengar apa yang di ceritakan oleh Julien's. Nania tidak menyangka Marrisa akan memfitnah dirinya seperti itu. Tidak mungkin seorang Nania dapat melakukan hal keji tersebut. Mengingat Nania begitu mencintai Romeo dan Theo seperti anaknya sendiri. Pengakuan dari seorang Theo dan Romeo pun semakin menguatkan Nania. Sehingga apa yang telah diucapkan oleh Marrisa adalah sebuah kebohongan belaka. Dia hanya mengarang cerita saja. Cerita yang akan membuat Nania terlihat buruk di hadapan seorang Beatrice dan Julien's.


Alex yang tidak mengenal sosok Marrisa, menjadi penasaran dengan sosok perempuan yang telah memfitnah Nania tersebut. Alex penasaran apa yang membuat Marrisa menjadi perempuan ular seperti itu. Apa keuntungan yang di dapat oleh Marrisa dengan memfitnah Nania demikian. Itu yang menjadi pertanyaan dari Alex.


Julien's pun menceritakan, jika Beatrice berniat untuk menjodohkan Julien's dengan Marrisa. Beatrice yang sudah memiliki harapan hidup yang pendek. Sudah menulis beberapa wasiat, salah satunya adalah Marrisa yang akan meneruskan perjuangan Beatrice sebagai ibu dari anak-anak Julien's. Tapi Julien's menolak permintaan dari Beatrice tersebut. Mengingat Julien's tidak menyukai sosok Marrisa yang di kenal sebagai seorang sosialita yang angkuh.

__ADS_1


__ADS_2