SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
HARI KETIGA JULIEN'S DI RUMAH SAKIT


__ADS_3

Nania tetap setia menemani suaminya di rumah sakit. Hari ini adalah hari ketiga, sekaligus hari terakhir Julien's berada di rumah sakit.


Tangan Julien's sudah mulai membaik. Dia sudah bisa menggenggam, termasuk menggenggam tangan Nania. Dia begitu bahagia, bisa kembali menggenggam erat tangan Nania.


Tangan nakal Julien's tak henti mengelus lembut paha Nania, saat Nania menyuapinya sarapan. Bukannya mengelak, Nania justru senang dengan perlakuan lembut yang diberikan Julien's. Dia nampak bahagia.


Bosen dengan suasana kamar, Julien's mengajak Nania untuk berjalan-jalan di taman. Dia meminta Nania membawanya menuju taman sambil.


Baru duduk di bangku taman, ponsel Julien's berdering keras. Salah satu rekan bisnisnya menelpon. Dengan segera dia mengangkat telepon tersebut.


"Hallo." Ucap Julien's.


"Hallo... Gimana kabar bapak?" Tanya rekan bisnisnya.


"Sudah lumayan, tapi masih terasa panas." Jawab Julien's.


"Hari ini kita semua bakal menjenguk bapak." Ucapnya kembali.


"Oh.. Terima kasih pak atas perhatiannya. Saya tunggu di rumah sakit." Ucap Julien's.


"Sekitar jam 10 kita bakal berangkat kesana." Janji rekan bisnis Julien's.


"Ok, saya tunggu." Ucap Julien's


"Kalau gitu sudah dulu pak."


"Iya." Tutup Julien's.


Julien's kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


"Siapa?" Tanya Nania.

__ADS_1


"Rekan bisnis aku." Jawab Julien's.


"Dia mau menjenguk kamu?" Tanya Nania kembali.


Julien's mengangguk.


"Itu artinya aku harus sembunyi dulu." Ucap Nania.


Julien's perlahan menggenggam tangan Nania. Lalu dia mencium dengan penuh cinta.


"Maafin aku yah."


Nania memeluk Julien's.


"Rasanya ingin menjadi seorang pasangan yang resmi. Tanpa harus sembunyi seperti ini. Tapi ini yang aku pilih. Jadi aku harus terima semua ini." Curahan hati Nania didalam hatinya.


Ditengah-tengah waktu berduaan yang begitu berkesan bagi Nania dan Julien's. Tiba-tiba Thomas menelpon Nania. Sontak Nania pun panik mendapatkan telepon dari Thomas. Demi menghindari kecurigaan dari Julien's. Nania lantas menolak panggilan dari Thomas.


"Kenapa gak diangkat?" Tanya Julien's penasaran.


"Emang sih terkadang agen asuransi seperti itu suka banget maksa. Ganggu juga. Padahal kita sudah bilang enggak, tapi tetap aja mereka mencoba merayu kita." Ucap Julien's.


Tak berselang lama dari ucapan Julien's. Panggilan telepon dari Thomas kembali menggentarkan ponsel Nania. Tak sekedar menolak panggilan telepon dari Thomas. Nania juga memilih menonaktifkan ponselnya.


"Kenapa di nonaktifkan ponsel kamu. Kenapa gak di block saja nomornya. Kalau ada orang yang mau nelpon kamu. Gimana?" Tanya Julien's.


"Enggak kok. Hari ini aku gak ada janji sama siapa pun. Jadi pasti aman." Jawab Nania tetap gugup.


"Ok kalau gitu. Terpenting waktu berduaan kita tidak terganggu." Ucap Julien's menggenggam erat tangan Nania.


Telepon Thomas yang terus di tolak oleh Nania. Membuat Thomas naik pitam. Dia marah, sebab Nania mencoba menolak ajakan darinya. Thomas yang mengetahui Nania sedang berada di rumah sakit bersama Julien's. Berniat mendatanginya. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Nania.

__ADS_1


Waktu pergi begitu cepat, salah seorang rekan bisnis Julien's mengabarkan rombongan itu akan sampai. Julien's yang masih di taman bersama Nania, segera mungkin bergegas kembali kedalam kamar perawatan Julien's. Julien's bersiap menyambut kedatangan dari para rekan bisnisnya tersebut.


Nania segera pergi meninggalkan Julien's sendiri didalam ruang perawatan. Dia memilih untuk berada di kantin rumah sakit untuk menghindari pertemuan dengan rekan bisnis Julien's. Sebab mereka belum mengetahui tentang pernikahan kedua Julien's dengan Nania.


Tak berselang lama, rombongan rekan bisnis Julien's masuk kedalam ruang perawatan Julien's. Seketika ruang perawatan itu menjadi hangat dengan kedatangan 5 bisnis hebat yang menjadi rekan bisnis Julien's dalam melebarkan sayap bisnis restorannya.


Satu persatu mereka menyalami Julien's. Sedikit bercanda, mereka acap kali menggoda Julien's yang bisa terkena minyak panas. Mengingat Julien's dikenal sebagai seorang yang lihai dan sudah malang melintang didalam hal masak-memasak.


Salah seorang rekan bisnis Julien's menggoda Julien's dengan pasangan baru. Mengingat Julien's yang sendiri di dalam ruang perawatan. Dia pun menyarankan Julien's untuk mencari istri lagi. Mengingat Beatrice yang sudah sering sakit-sakitan.


Julien's tertawa mendengar sarannya tersebut. Semua candaan yang dilontarkan rekan bisnisnya, ditanggapi Julien's dengan begitu santai. Dia tak mempermasalahkan semuanya. Sebab mereka memang acap kali memiliki ide gila dan diluar pemikiran.


Ingin melihat rekan bisnis Julien's, Nania dengan sebuah coklat di tangan. Mengintip melalui kaca pintu ruang perawatan Julien's. Nania tersenyum sambil membayangkan dirinya berada ditengah-tengah mereka semua sebagai istri Julien's. Mungkin perasaan bahagia akan selalu menyertai Nania. Nania bisa mengobrol dan bercanda dengan mereka. Sehingga Nania memiliki banyak relasi juga.


Namun ditengah asyiknya Nania berimajinasi dengan menjadi satu-satunya nyonya Julien's. Tiba-tiba Thomas dari belakang membungkam mulut Nania. Dia menyeret Nania yang begitu kesulitan bernapas menuju lorong sempit rumah sakit. Nania berusaha melawan, namun kuatnya tenaga Thomas. Tak cukup untuk Nania melepaskan diri.


Thomas melepaskan tangannya dari mulut Nania begitu sampai di lorong sempit. Nania dengan wajah marah, menanyakan maksud Thomas membawanya ke lorong sempit tersebut.


"Kamu mau apa sih?" Tanya Nania.


"Aku mau kamu. Tadi kenapa kamu tolak panggilan telepon dari aku?" Tanya balik Thomas.


"Aku lagi sama suami aku." Jawab Nania mengalihkan pandangannya.


Thomas memegang wajah Nania. Kemudian mengarahkan tepat wajahnya menghadap kedua bola mata Thomas.


"Karena tadi kamu gak mau angkat telepon dari aku. Maka hari ini kamu harus mau melayani aku." Pinta Thomas dengan wajah cabul.


Perlahan Thomas membuka resleting Jeans-nya. Sementara Nania semakin ketakutan dengan sikap Thomas yang semakin cabul tersebut. Nania ingin berteriak, tapi mungkin karier suaminya akan hancur. Tapi dia juga enggan untuk melayani nafsu bejad dari Thomas.


Entah keberuntungan apa yang sedang menaungi Nania. Ketika Thomas hampir membuka ****** ********. Seorang petugas kebersihan melintas. Thomas yang malu, langsung menutup kembali resleting celananya

__ADS_1


"Sedang apa kalian disini?" Tanya petugas kebersihan.


Baik Nania dan Thomas tidak menjawab pertanyaan itu. Nania memilih kabur untuk menghindari Thomas. Sementara Thomas yang cukup kecewa dengan kedatangan petugas itu. Hanya berusaha menahan amarahnya pada petugas kebersihan tersebut. Sebelum akhirnya dia pun pergi mencari Nania.


__ADS_2