
Nania menatap cermin besar di kamar hotel. Dengan gaun pengantin menjuntai kelantai. Serta sedikit polesan make up, membuat Nania begitu cantik. Dia seolah tak percaya bahwa hari ini akan jadi hari pernikahannya dengan Julien's.
Senyum. Ekspresi yang nampak tak kala Nania menatap wajah dirinya di dalam cermin. Dia bahagia dengan pernikahan tersebut.
Pintu kamar hotel terbuka. Ibunya dengan sebuah gaun pendek mendekati Nania. Dia berdiri tepat dibelakang Nania. Beberapa nasehat dia sampaikan pada Nania. Nasehat yang akan menjadi bekal bagi Nania dalam menjalankan rumah tangga bersama Julien's.
Tak berselang lama, seorang asisten Julien's memanggil Nania untuk memasuki altar. Sebab pemberkatan pernikahan akan segera berlangsung.
Digandeng ibunya, Nania segera memasuki altar yang berada didalam hotel mewah di Nice. Hanya beberapa orang saja yang datang, termasuk Aurille. Sementara Beatrice dan ketiga anaknya tidak menghadiri pernikahan yang digelar tertutup tersebut.
Julien's sedikit gugup, walaupun ini adalah janji pernikahan yang kedua , dia ucap di depan pendeta. Namun rasa gugup tetap menghantuinya.
Rasa gugup itu seketika sirna, saat Nania berdiri disampingnya menghadap pendeta. Nania seakan menjadi obat gugup bagi Julien's.
__ADS_1
Pendeta membacakan doa-doa pemberkatan pernikahan bagi Nania dan Julien's. Doa yang diucapkan untuk memberikan berkat dalam pernikahan Julien's dengan Nania.
Janji suci diucapkan oleh Julien's. Janji untuk sehidup semati bersama Nania. Beberapa tamu meneteskan air mata, termasuk Aurille dan ibu Nania. Mereka terharu dengan janji lugas yang diucapkan Julien's dihadapan pendeta.
Official! Julien's secara resmi menjadi suami dari Nania. Begitupun sebaliknya. Rasa bahagia itu langsung ditutup dengan ciuman mesra antara Nania dan Julien's dihadapan para tamu. Keduanya nampak sudah terlatih saat berciuman. Sehingga tak nampak canggung.
Tak lama setelah pemberkatan usai. Acara resepsi dengan tamu yang sama pun digelar. Di acara itu Nania dan Julien's berkesempatan untuk melempar bunga, menari berdua dan ditutup dengan permainan piano yang indah dari Julien's dengan membawakan lagu Beautiful white. Tangis haru langsung dirasakan oleh semua tamu undangan yang hadir. Semuanya melihat ketulusan cinta dari seorang Julien's pada Nania.
Meskipun bukan Julien's yang memasak. Namun menu makan malam untuk pesta malam ini tak kalah juara. Semua tamu menikmati hidangan yang ada. Hingga banyak dari mereka yang puas dengan menu yang mereka makan.
Tak melewatkan kesempatan. Keduanya menghabiskan malam pertama dengan penuh keromantisan di kamar hotel. Julien's yang begitu antusias tanpa ragu mengutamakan keinginannya untuk melakukan hubungan badan. Pria baik nan 'nafsu' itu memang sedikit polos.
Julien's pertama kali mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur biasa. Tanpa ****** ***** maupun kaos dalam. Hanya baju tidur polos saja. Sementara Nania sendiri juga mengenakan baju tidur tipis yang benar-benar menerawang bagian tubuhnya. Sebuah hal yang Julien's sukai.
__ADS_1
Julien's tak ragu memberikan sentuhan pertama pada Nania. Dengan ucapan lembut I love you di telinga kirinya. bibir Julien's perlahan menjamah setiap area sensitif Nania. Kemudian Nania yang mulai bergairah pun masuk kedalam permainan cinta Julien's. Keduanya lantas berbarengan menjatuhkan diri keatas kasur. Hingga keduanya benar-benar larut dalam C.I.N.T.A. ahhh
Dilain sisi, tetes demi tetes air mata membasahi sprei kasur Beatrice. Dia menangisi pernikahan Julien's dan Nania. Walaupun dia sendiri memberikan izin pada keduanya untuk menikah. Namun berat untuk menerima semua kenyataan yang ada.
Theo, anak kedua Beatrice berumur 10 tahun tak tega melihat Beatrice menangis. Dia menghampiri Beatrice, kemudian memeluk erat Beatrice.
"Kenapa mama menangis?" Tanya Theo dengan sedikit tangisan.
"Mama gak kenapa Napa kok Nak." Beatrice bangun.
"Tapi kenapa mama menangis, ada yang sakit?" Tanya Theo kembali.
"Enggak sayang, mama baik-baik saja. Kamu jangan khawatir." Beatrice memangku Theo.
__ADS_1
"Ayah kemana ma?" Tanya Theo.
Beatrice terdiam. Kemudian dengan wajah sedikit bingung mengatakan bahwa Julien's sedang memasak di restoran. Sehingga malam ini tidak pulang.