SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JALAN PAGI NANIA DAN ALEX


__ADS_3

Menikmati sarapan manis yang dihidangkan oleh Nania. Mungkin akan semakin manis lagi, jika ditutup dengan berjalan-jalan di taman. Terlebih hari ini Alex mendapatkan shift malam. Hingga Alex bisa berjalan santai bersama Nania di taman di dekat rumahnya.


Nania yang mulai sedikit jenuh dengan pekerjaan rumah yang telah dia selesaikan. Menerima tawaran dari Alex tersebut. Mungkin jalan-jalan di taman bisa menjadi opsi yang menarik untuk sekedar melepas penak dengan pekerjaan rumah yang menumpuk.


Nania dan Alex berjalan secara berdampingan. Keduanya nampak terlihat begitu serasi, terlebih saat Alex memasangkan sebuah bunga yang ia petik di taman. Semakin membuat Nania terlihat serasi dengan Alex yang memiliki perawakan tinggi.


Alex menggoda Nania dengan mengatakan jika dirinya begitu terpesona akan kecantikan seorang Nania. Terlebih dengan sebuah bunga yang melekat indah di telinga kanannya. Semakin membuat Nania terlihat cantik dan mempesona.


Gombalan dari seorang Alex sedikit membuat Nania terbang melayang begitu saja. Mungkin Alex bukan seorang pujangga, tapi terkadang kata-katanya yang puitis. Kurang lebih bisa membuat seseorang akan terpanah dengan kata-kata indah yang dibuatnya. Tentu juga seorang Nania yang sudah sering dibuat melayang oleh kata-kata indah yang Alex buat.


Alex mulai berani menunjukkan sisi romantis lainnya pada Nania. Kondisi taman yang ramai, membuat Nania kesulitan untuk mencari tempat duduk. Alex dengan inisiatifnya, membayar sepasang kekasih yang sedikit asyik mengobrol. Dengan uang yang dimilikinya, Alex bisa dengan mudah mengusir pasangan itu.


Nania tidak harus mencari lagi bangku kosong untuk dirinya duduk. Sudah ada bangku kosong yang Alex beli dari pengunjung lain. Hingga Nania tak harus capek mencari bangku.


"Berapa kamu bayar pasangan itu?" Tanya Nania sambil duduk.

__ADS_1


"Aku cuman memberikan dua 50 euro. Itu saja sudah cukup untuk mengusir pasangan itu." Jawab Alex dengan santainya.


Nania hanya tersenyum kecil dengan apa yang dilakukan oleh Alex. Benar uang bisa membeli segalanya. Ketika Nania kesulitan untuk mencari tempat duduk. Alex bisa dengan mudah mendapatkannya. Hanya dengan uang 50 euro, dia tidak harus berebut bangku kosong untuknya duduk.


"Oh iya Nan. Kamu ingin makan atau minum apa?" Tawar Alex pada Nania.


"Mungkin air mineral cukup untukku Alex." Jawab Nania dengan santainya.


"Untuk makannya?" Tanya ulang Alex.


"Terserah kamu. Tapi cemilan sepertinya enak." Jawab Nania yang ragu-ragu.


Nania kembali pergi dari hadapan Nania. Seperti janjinya yang akan membelikan Nania makanan dan minuman. Alex segera bergegas pergi meninggalkan Nania. Mungkin Alex akan pergi dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama. Mengingat Nania tak bisa menunggu Alex terlalu lama.


Alex mendatangi sebuah super market yang tak jauh dari taman. Sama seperti permintaan Nania yang menginginkan sebotol air mineral, serta beberapa cemilan. Alex langsung memborong minuman yang diminta oleh Nania tersebut. Begitu juga dengan cemilan yang Nania minta. Langsung Alex turuti. Beberapa cemilan langsung masuk kedalam keranjang belanja dari seorang Alex.

__ADS_1


Selesai membayar di kasir. Alex langsung membawa semua pesanan dari Nania itu menuju taman. Taman dimana Nania sudah menunggu dirinya.


Tiba di taman, Alex langsung meminta maaf yang membuat Nania menunggu lama. Tapi itu tidak lama untuk Nania. Sehingga waktu itu cukup sebentar baginya. Alex pun tak harus meminta maaf seperti itu pada Nania. Dia tidak perlu melakukan itu, mungkin itu sedikit berlebihan untuknya.


Melihat Alex membawa bungkusan berisi makanan. Beberapa merpati yang awalnya bermain dengan pengunjung lain. Kini mendatangi Alex dan Nania. Mereka seolah tahu, ada makanan yang mungkin bisa mereka dapat dari Alex.


Nania terlihat begitu senang dengan kedatangan merpati itu. Dia mencoba menangkap beberapa merpati yang mendekatinya itu, tapi tak satu pun berhasil Nania tangkap. Merpati itu yang terlihat mudah ditangkap, ternyata dengan lincahnya menjauh dari Nania.


Melihat Nania yang begitu kesulitan untuk mendapat merpati. Alex dengan inisiatifnya sendiri, langsung memancing beberapa merpati itu mendekatinya. Mungkin Alex dengan cara itu, Nania bisa dengan mudah menangkap merpati itu.


Alex membuka sebungkus roti yang dia bawa. Melempar beberapa potongan roti itu keatas rerumputan hijau. Beberapa merpati yang melihat Alex melempar roti, langsung memakan potongan kecil roti itu. Beberapa lainnya mulai mendekati kearah Alex yang masih berada diatas bangku panjangnya.


Dengan kecerdikan seorang Alex. Merpati itu akhirnya berhasil Alex tangkap dengan mudahnya. Ini tidak sulit, tapi merpati ini sepertinya begitu jinak. Sehingga Alex bisa dengan mudah mendapatkan merpati itu.


Nania yang ingin mendekap merpati itu. Langsung menghampiri Alex. Tentu kedatangannya untuk sekedar mengelus lembut bulu merpati itu. Jika tidak, mungkin Nania ingin bermain dengan merpati yang memiliki warna putih tersebut.

__ADS_1


"Aku pikir merpati hanya menyukai jagung. Tapi mereka juga suka roti seperti orang Prancis." Ucap Nania dengan sedikit satire.


"Jadi kamu pikir mereka tidak ingin merasakan betapa lezatnya roti b


__ADS_2