SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MAKAN MALAM NANIA DAN ALEX


__ADS_3

Berkutat kurang lebih 3 Jam di dapur, akhirnya tiga menu Prancis klasik yang Nania buat telah siap dihidangkan. Nania merapikan semua peralatan bekasnya memasak. Prinsip clean as you go yang diajarkan oleh Julien's ketika memasak. Selalu diingat Nania sebagai sebuah semboyan yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.


Peralatan semuanya sudah kembali bersih. Begitu juga dengan dapur yang kembali rapi, setelah Nania gunakan untuk memasak. Kini Nania bersiap untuk menaruh semua makanan itu keatas meja makan.


Consommé julienne, menjadi menu pertama yang ingin Nania siapkan di meja makan. Sup bening yang dihiasi dengan potongan sayuran beet rood. Mungkin akan menjadi menu yang cukup lezat untuk mengembalikan suasana hati seorang Alex pasca pulang bekerja.


Namun saat Nania akan menaruh menu makanan yang dia buat. Meja makan itu telah penuh diisi oleh beragam jenis menu makanan yang dipesan oleh ibu Alex secara daring. Tidak ada tempat yang tersisa lagi, akhirnya Nania kembali membawa mangkuk berisi sup itu kembali ke dapur.


Sedih rasanya, begitu menerima kenyataan yang ada. Dimana usaha Nania dalam membuat menu masakan yang akan dia hidangkan untuk Alex. Harus dikalahkan oleh beragam jenis menu masakan yang dipesan oleh ibu mertuanya secara daring. Usaha dari Nania terasa sia-sia. Terlebih Nania melakukan itu dengan penuh perjuangan dan determinasi.


Nania pergi dari dapur dengan kepala menunduk. Usahanya untuk bisa sedikit mendapatkan apresiasi dari ibu mertuanya pun gagal. Justru ibu mertuanya yang menggagalkan harapan dari Nania itu sendiri. Dia merasa begitu payah dengan keadaan dirinya sekarang.


Begitu Nania akan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Alex baru saja pulang dari tempatnya bekerja. Dia melihat wajah Nania yang terlihat begitu murung. Dengan segera Alex menghampiri Nania.


"Selamat malam Nania." Sapa Alex dengan penuh senyuman.


"Malam Alex." Jawab Nania yang tidak begitu semangat.


"Kamu kenapa bersedih seperti itu. Apa yang membuat kamu bersedih?" Tanya Alex penasaran.


"Tidak ada Alex. Aku baik-baik saja. Semuanya baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir akan hal itu. Aku harus masuk kedalam kamar aku terlebih dahulu." Pinta Nania.


Nania akhirnya berjalan pergi meninggalkan Alex. Satu persatu anak tangga mulai Nania jajaki. Bagian belakang baju Nania terlihat begitu kotor. Bahkan ada beberapa bagian bajunya yang dipenuhi oleh sisa tepung terigu. Terlihat baju itu begitu kotor.

__ADS_1


Melihat kotornya baju Nania. Terpikir akan satu hal dalam benak seorang Alex. Mungkin Nania baru saja memasak, hingga bajunya menjadi kotor seperti itu. Tapi jika dia baru selesai memasak, mengapa dia terlihat bersedih seperti itu. Apa masakan yang dia buat gagal. Bisa juga makanan itu rasanya tidak enak, lalu mendapat penilaian buruk dari ibunya. Hingga Nania menjadi bersedih seperti itu.


Alex bergegas menuju meja makan. Mungkin Alex akan menemukan jawaban dari segala pertanyaannya itu di meja makan. Mungkin saja ada sebuah jawaban yang pasti di meja makan. Mengapa Nania bersedih seperti tadi.


Alex terkejut dengan beragam jenis makanan yang terhidang diatas meja makan. Tapi semua makanan itu bukanlah makanan yang dibuat oleh Nania. Terlihat jelas makanan itu hasil dari pembelian secara daring.


Tak menemukan jawaban di meja makan. Akhirnya Alex mencoba mencari jawaban lain di dapur. Nania mungkin saja selesai memasak di dapur. Hingga Alex bisa mendapatkan jawaban yang pasti ketika memasuki dapur.


Alex melihat sebuah mangkuk besar, serta dua piring berisi makanan. Alex menghampiri kedua makanan itu. Terlihat makanan itu baru selesai dibuat. Mungkin tiga menu makanan ini dibuat Nania. Tapi mengapa ibunya membeli makanan secara daring. Padahal Nania memasak untuk menu makan malam ini. Apa ini yang membuat Nania bersedih? Dia merasa telah dibuat kecewa oleh ibu Alex. Nania memasak makanan, tapi ibunya malah membeli makanan secara daring. Mungkin saja ini yang buat Nania bersedih seperti itu.


Alex terpikir sebuah ide yang cukup cemerlang. Dimana Alex dan Nania akan makan menu makan malam yang Nania buat. Tapi Alex dan Nania akan menyantap menu makan malam itu berdua saja. Keduanya akan dinner romantis.


Sebelum menyiapkan semuanya, Alex terlebih dahulu membersihkan tubuhnya. Dia mandi, mengganti pakaiannya. Sebelum akhirnya dia mendekor taman di rumahnya untuk makan malam bersama Nania.


Dua kursi kecil telah disiapkan oleh Alex. Sementara sebuah meja kecil juga telah Alex pasang. Meja pendek yang membuat suasana makan itu terasa lebih special lagi. Satu persatu menu makan malam yang Nania buat, Alex bawa untuk disantap disana. Begitu ketiga menu itu telah berada diatas meja. Alex dengan segera memanggil Nania untuk makan malam bersamanya.


Begitu sebuah lingerie tipis telah Nania kenakan. Dia segera membuka pintu kamarnya. Pakaian tipis yang Nania pakai, awalnya hanya untuk tidur saja. Mengingat Nania sudah ingin tertidur. Sehingga harus mengenakan pakaian tipis yang mengundang syahwat.


Alex langsung menelan ludah, begitu melihat penampilan Nania yang begitu menerawang. Bagian sensitif Nania terlihat begitu menonjol, sehingga Alex harus mengalihkan pandangannya untuk menghindari nafsunya tidak ada.


"Ada apa Alex?" Tanya Nania yang terus menarik pakaiannya.


"Aku ingin mengajak kamu makan malam." Jawab Alex mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Makan malam. Sepertinya aku tidak bisa. Aku ingin tidur saja." Terang Nania.


"Aku tahu kamu kecewa sama keputusan ibu yang membeli makanan secara daring. Tapi aku tidak akan membuat kamu kecewa Nania. Aku akan menghargai kamu. Menghargai usaha kamu dalam memasak makan malam untuk aku." Alex mulai berani untuk menatap wajah Nania.


Nania akhirnya luluh. Dia pun akhirnya menerima tawaran makan malam dari Alex. Terlebih Alex lebih memilih menu makan malam yang Nania buat. Dia merasa Alex begitu menghargai usaha darinya. Usaha untuk membuat menu makanan yang lezat tentunya.


Untuk membuat pakaiannya lebih tertutup lagi. Nania mengenakan sebuah sweater berwarna pink. Dengan begitu, tidak akan nampak lagi, area sensitif dari Nania yang dapat terlihat secara percuma oleh Alex.


Tiba di halaman rumah yang Alex sulap untuk menjadi tempat makan malam darinya dengan Nania. Seketika membuat Nania tersenyum lebar. Dia bahagia dengan apa yang Alex lakukan. Selain Alex menghargai masakannya. Alex juga membuat Nania tersenyum dengan dekorasi yang dibuat untuknya.


Ibu dari Alex yang keluar dari kandang, mencari keberadaan dari Alex. Dia ingin mengajak makan Alex dengan berbagai jenis menu makanan yang dia pesan. Ibu dari Alex itu mencari Alex ke segala penjuru rumah. Tapi dia tak juga menemukan keberadaan Alex.


Sampai akhirnya dia melihat Alex yang begitu bahagia makan bersama Nania di halaman rumah. Ibunya langsung menghampiri Alex dan Nania yang terlihat begitu akrab dengan candaan yang dibuat satu sama lain.


"Alex, kenapa kamu makan malam disini!" Tegur ibu Alex.


"Kenapa bu. Aku pikir tempat ini enak. Makanan dari Nania juga lezat. Jadi tidak salah kalau aku makan di sini." Balas Alex dengan begitu santainya.


"Tapi ibu sudah pesan banyak makanan untuk kita makan malam sayang. Kalau bukan kamu yang makan, siapa lagi yang akan makan." Gerutu dari ibu Alex.


"Lagian ibu aneh. Tahu Nania masak makanan super lezat. Ibu malah beli makanan secara daring." Bantah Alex.


"Makanan buatan dia gak enak sayang. Belum lagi dari segi kesehatan, ibu tidak yakin akan hal itu." Terang dari ibu Alex.

__ADS_1


"Ibu belum coba, tapi sudah menghakimi. Coba dulu, baru ibu bisa mengambil kesimpulan." Ucap Alex menyendokan sup itu untuk ibundanya.


Satu sendok sup itu langsung di tangkis oleh ibunya. Dia enggan menerima suapan yang diberikan oleh Alex tersebut. Dia justru menghina makanan yang Nania buat itu.


__ADS_2