SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
BEATRICE KURANG ENAK BADAN


__ADS_3

Sarapan sudah terhidang sepenuhnya di meja makan. Tapi Beatrice tak kunjung datang ke meja makan. Kemana dia pergi? Semua mempertanyakan keberadaan seorang Beatrice yang tak urung muncul. Begitu juga dengan Julien's yang sudah tak sabar untuk menyantap menu sarapan yang di buat oleh dirinya sendiri.


"Kemana mama Marrie?" Tanya Julien's pada Marrie.


"Entah. Aku juga tidak tahu mama pergi kemana." Jawab Marrie dengan bingung.


"Mama mungkin masih di kamar." Celoteh Theo.


Dengan inisiatifnya sendiri, Romeo ingin memanggil Beatrice yang di duga masih berada di dalam kamarnya. Romeo turun dari kursinya. Dengan segera Romeo berjalan ke arah kamar Beatrice.


Sopan santun yang di ajarkan oleh Nania pada Romeo. Benar-benar di praktekkan dengan baik oleh Romeo. Sekalipun itu adalah kamar ibunya, tapi Romeo tetap mengetuk pintu terlebih dahulu. Itu merupakan sebuah pengajaran yang sering di ajarkan oleh Nania pada Romeo. Sebuah sopan santun terpenting dalam hidup seseorang.

__ADS_1


Beberapa kali ketukan pintu yang di lakukan oleh Romeo tak mendapat jawaban. Romeo akhirnya memilih untuk meninggalkan kamar Beatrice untuk memberitahu Julien's. Romeo ingin memberitahu Julien's, jika Beatrice tak merespon ketukan pintu yang di lakukan oleh dirinya. Hingga Romeo memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar dari Beatrice tersebut.


"Mama tidak menjawab ketukan pintu dari aku ayah." Ucap Romeo dengan begitu bingungnya.


"Berapa kali Romeo mengetuk pintu kamar mama?" Tanya Julien's pada Romeo.


"Tiga kali. Mama Nania selalu mengajarkan Romeo untuk mengetuk pintu terlebih dahulu. Sebelum masuk ke kamar seseorang. Jika tiga kali sudah tidak ada jawaban. Maka kita harus meninggalkan kamar tersebut. Supaya kita tidak menggangu orang itu." Jawab Theo dengan begitu bijaknya.


Julien's akhirnya memilih untuk menjemput Beatrice secara langsung di kamarnya. Tentu itu adalah langkah yang bagus untuk dirinya. Mengingat Beatrice yang tak urung datang ke meja makan. Hingga Julien's harus menjemput Beatrice sendiri.


Sama seperti yang dilakukan oleh Romeo. Julien's juga mengetuk pintu kamar terlebih dahulu. Dengan seperti itu, tentu Beatrice tidak akan terganggu.

__ADS_1


Sama seperti Romeo, ketukan pintu yang di lakukan oleh Julien's. Tak mendapat respon apapun dari dalam kamar. Beatrice tak menjawab ketukan pintu yang di lakukan oleh Julien's tersebut. Hingga akhirnya Julien's memutuskan untuk langsung membuka pintu kamar tersebut.


Julien's langsung panik, ketika melihat Beatrice muntah-muntah di dalam kamar mandi. Dia terlihat begitu kurang sehat. Wajahnya begitu pucat, dengan mata yang terlihat begitu sayu. Julien's berusaha menolong dirinya yang nampak begitu lemas.


Dengan penuh perhatian, Julien's membopong tubuh Beatrice yang lunglai itu ke atas kasurnya. Menyelimuti tubuh Beatrice dengan selimut hangat itu. Sebelum membawakan Beatrice segelas air hangat untuk sedikit membuat tubuh Beatrice lebih hangat lagi.


"Kamu minum terlebih dahulu air hangat ini." Julien's meminum air hangat itu pada Beatrice.


Baru meminum air itu, Beatrice langsung muntah lagi. Hingga Julien's semakin panik. Julien's akhirnya memutuskan untuk membawa Beatrice ke rumah sakit. Mengingat kondisi Beatrice yang terlihat semakin tidak berdaya. Tubuhnya yang semakin terlihat lemas itu memang perlu pertolongan dari dokter untuk penanganan lebih lanjut lagi.


Melihat tubuh ibunya yang terlihat begitu lemas. Marrie yang baru datang ke kamar Beatrice, langsung panik. Dia terlihat tak menyangka Beatrice akan terlihat begitu payah. Marrie turut bersama Ayahnya membawa tubuh Beatrice itu masuk ke dalam mobil. Untuk pergi bersama ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2