SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
Marissa Mulai Penasaran Dengan Julien's


__ADS_3

Ada satu pepatah Prancis kuno yang mengatakan, jika seseorang telah berjumpa sekali. Maka dia akan merindukan untuk bertemu kembali.


Pepatah itu seperti tepat untuk menggambarkan bagaimana seorang Marrisa yang mulai tertarik dengan seorang Julien's. Perempuan itu tidak bisa melupakan bagaimana pertemuan dengan Julien's membawa kenangan tersendiri bagi dirinya. Dia merasa pertemuan itu sangat indah, sehingga akan sangat sulit bagi Marrisa untuk melupakan pertemuan singkat nan mengesankan tersebut.


Marrisa tidak bisa melupakan sosok Julien's yang di kenal sebagai seorang juru masak ternama. Dia adalah sosok pria yang handal dalam memasak. Tapi di satu sisi, Julien's adalah sosok pria tampan yang berkharisma. Apalagi dengan penampilan Julien's yang begitu tampan di acara rapat. Semakin membuat jantung Marrisa berdetak kencang.

__ADS_1


Marrisa tersenyum saat dia melihat photo dirinya bersama Julien's serta beberapa staf Julien's. Marrisa tidak kuat saat melihat bagaimana senyum Julien's yang begitu manis, terlihat di dalam photo. Senyum itu semakin membuat Marrisa tak mampu menahan rindunya pada seorang Julien's.


Seorang asisten rumah tangga yang bekerja pada Marrisa, sedikit heran dengan sikap Marrisa yang terlihat berubah. Marrisa tidak pernah tersenyum saat pulang kerja. Mungkin pekerjaan yang terkadang membosankan, membuat Marrisa kurang begitu bahagia dengan pekerjaan yang di jalani oleh dirinya tersebut.


Tapi tidak dengan malam ini. Bagaimana Marrisa begitu bahagia saat pulang dari pertemuan dengan Julien's. Senyum Marrisa terlihat begitu lebar, menunjukkan bagaimana giginya terlihat begitu indah. Menampilkan sisi lain dari Marrisa yang kurang menikmati hidup selama ini.

__ADS_1


"Apakah ibu sedang jatuh cinta, saya pikir senyum ibu sama seperti ketika saya jatuh cinta terdahulu." tanya asisten rumah tangga Marrisa.


"Apakah kamu melihat saya sedang jatuh cinta, tapi saya pikir semua senyuman sama saja. Saya hanya sedikit bahagia saja, sehingga saya tersenyum dengan begitu lebarnya. Tapi saya tidak sedang jatuh cinta." jawab Marrisa sedikit berbohong.


Tidak ingin mengganggu kebahagiaan dari Marrisa yang sedang kasmaran. Asisten Marrisa itu pun segera pergi dari kamar Marrisa tersebut. Dia kembali ke dapur untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya yang masih tersisa. Sehingga Marrisa bisa kembali melanjutkan kenangan manisnya saat bersama dengan seorang Julien's yang terekam indah di dalam ingatannya.

__ADS_1


Kembali mengingat pertemuan dirinya dengan Julien's. Marrisa semakin di buat tidak berdaya dengan apa yang dia lihat dari seorang Julien's. Terlebih Julien's memperlihatkan bagaimana dirinya begitu mempesona bagi seorang Marrisa yang sudah lama menjanda. Marrisa pun semakin yakin untuk menerima permintaan dari Beatrice untuk menjadi istri dari Julien's.


Marrisa bangun dari posisi duduknya. Dia berjalan mendekat ke arah jendela kamarnya. Memandangi langit yang penuh dengan bintang. Dia mengingat terakhir kali jatuh cinta. Itu sudah sangat lama, sehingga jatuh cinta pada seorang Julien's terasa membuat Marrisa begitu di buat tak karuan. Apalagi Julien's membawa sebuah cinta suci yang akan membuat Marrisa semakin bahagia dengan yang di berikan oleh Julien's. Marrisa meyakini Julien's adalah sosok pria yang baik dan akan menjadi seorang suami yang selama ini di dambakan oleh Julien's.


__ADS_2