SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
HONEYMOON JULIEN'S DENGAN NANIA


__ADS_3

Sebelum berangkat ke sebuah resort mewah bersama Nania untuk beberapa hari kedepan. Julien's menyempatkan diri terlebih dahulu untuk menemui Marrie. Dia ingin Marrie benar-benar memaafkannya. Sehingga dia bisa berangkat dengan tenang bersama Nania.


Julien's masuk ke kamar Marrie yang saat itu sedang tak dikunci. Marrie yang sedang memainkan ponselnya mengalihkan pandangannya dari Julien's. Dia masih dalam perasaan kecewa pada Julien's. Terlebih tamparan yang dia terima dari Julien's, tak hanya menyakiti fisiknya. Juga hati Marrie.


Dengan membawa makanan kesukaan Marrie. Julien's merayu Marrie untuk mau memaafkannya. Dia duduk disamping Marrie, kemudian mengajak Marrie bicara secara lembut.


"Kamu masih marah sama ayah?" Tanya Julien's.


Marrie terdiam dan terus bermain handphonenya.


"Iya ayah tahu ini berat buat kamu. Tapi kamu harus mengerti semua ini Mar. Apakah gak kasihan sama Theo dan Romeo. Mereka butuh sosok seorang ibu yang bisa menjaga mereka dan memberikan mereka kasih sayang." Rayu Julien's.


Marry tetap tak bergeming. Dia tetap tak menjawab ucapan ayahnya tersebut. Sehingga Julien's memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar Marrie.


"Ok kalau kamu masih marah sama ayah. Tapi ayah sudah minta maaf sepenuh hati sama kamu. Dan hari ini ayah dan bunda Nania mau pergi bareng Theo dan Romeo ke resort. Kita mau liburan. Kamu mau ikut gak?" Ucap Julien's.


Marrie tetap tidak bergeming. Tidak tetap tidak mendengarkan ucapan dari Julien's. Sehingga masih ada rasa bersalah dari seorang Julien's pada Marrie.


"Ya udah kalau kamu gak mau ikut. Ayah pergi dulu. Jagain mama." Pesan Julien's.


Julien's dan Nania yang sudah mengemas barang-barang mereka semalaman. Hanya tinggal membawanya ketika waktu keberangkatan tiba. Dengan Romeo yang tak mau lepas digendong Nania. Serta Theo yang menggenggam erat tangan kanan Nania. Semuanya berjalan menuju dalam mobil.


Dari dalam kamar, melalui kaca jendela. Beatrice mengintip keberangkatan Nania dan Julien's yang nampak begitu bahagia. Tetes demi tetes air matanya mulai membasahi wajahnya. Beatrice tak hanya kehilangan Julien's, namun juga kehilangan Theo dan Romeo anaknya.


Menggunakan mobil yang cukup lebar, Julien's membawa satu sopir serta seorang pembantu untuk menemani mereka selama di resort. Sehingga mereka tidak akan begitu kerepotan di resort nanti.


Tangan Julien's tak pernah absen menggenggam tangan Nania selama diperjalanan. Dia begitu takut jauh dari Nania. Sehingga tak mau untuk melepaskan genggamannya.


Diperjalanan keromantisan juga acap kali diperlihatkan oleh Julien's dan Nania. Keduanya tak canggung untuk melemparkan gombalan yang membuat pasangan ini semakin romantis.


Hampir 3 jam lebih melakukan perjalanan darat yang menguras tenaga. Tiba di resort yang akan dijadikan tempat Nania dan Julien's berbulan madu. Ditempat dimana kedua akan bebas untuk melakukan apapun, tanpa syarat dari seorang Beatrice.


Kesempatan untuk keduanya bermesraan, sebab kedua anak Julien's sedang tidur. Sehingga Julien's langsung mengajak Nania untuk beristirahat di kamar mereka berdua.


Julien's nampak begitu lelah, ditambah perasaan bersalahnya pada Marrie. Membuat Julien's nampak begitu tak bersemangat begitu sampai di resort. Nania yang tak ingin bulan madu ini berjalan datar saja. Mencoba cari cara untuk membakar semangat Julien's untuk kembali membara.


Nania menggoda Julien's dengan menawarkan sebuah pijatan di pundak Julien's. Kemudian disambut Julien's dengan antusias pula. Nania mulai meraba pundak Julien's. Ditambah bumbu sensual. Perlahan membuat Julien's mulai terangsang.


Keduanya saling bertatapan, kemudian Julien's menjatuhkan tubuh Nania. Julien's semakin liar dengan puluhan sentuhan yang dia lakukan ditubuh Nania. Keduanya benar-benar bergelora.


Namun saat Julien's akan membuka baju Nania. Dari luar kamar, pembantu Julien's mengetuk pintu. Romeo gerbang dan mencari Nania. Sehingga Nania pun terpaksa harus menemui Romeo.

__ADS_1


Ahh, Julien's yang benar-benar sudah bergairah. Harus menahan lagi. Sebab Nania harus segera menemui Romeo. Gagal lagi, moments yang sangat Julien's inginkan tersebut.


Romeo begitu tenang dipelukan Nania. Dia langsung meminta Nania menggendongnya, kemudian mengajaknya jalan-jalan memutari kolam renang.


Melihat Nania yang sedang bermain dengan Romeo. Julien's memilih untuk menyiapkan makan siang untuk semuanya. Dengan pakaian chef yang sengaja dia bawa. Dia memasak dengan bahan yang alakadarnya.


Telur, keju, spaghetti serta beberapa rempah. Tak membuat Julien's kesulitan untuk menciptakan menu makan siang yang lezat. Dia tetap bisa berkreasi dengan bahan terbatas tersebut.


Hampir satu jam berada di dapur untuk membuat menu makanan siang. Menu yang Julien's buat pun matang. Terlihat menarik, ada dua menu yang Julien's buat. Spaghetti khas Italia. Serta omelette yang nampak cantik dan beraroma lezat. Kedua menu itu langsung membangkitkan selera makan semua yang ada di resort tersebut.


Semuanya nampak lahap ketika menyantap makanan yang Julien's buat. Nania nampak begitu perhatian pada Julien's. Berulang kali dia memberikan satu sendok penuh spaghetti kedalam mulut Julien's. Membuat Julien's semakin dimabuk cinta.


Julien's yang menginginkan makan malam nanti diisi oleh pesta barbeque. Sehabis makan siang, ingin mengajak Nania ke supermarket terdekat. Tentunya dengan kedua anaknya juga. Ide yang bagus. Nania menyetujui ide Julien's tersebut. Dia pun sangat menyukai membakar daging dan sosis.


Kenyang dengan makan siang yang dibuat oleh Julien's. Tanpa menunggu lama lagi, Julien's dengan mobilnya membawa Nania dan kedua anaknya menuju supermarket. Disana dia belanja banyak bahan untuk nanti malam. Tentu untuk stok dia selama di resort juga.


Selepas membeli semua bahan makanan. Julien's juga mengajak Nania untuk pergi ke sebuah toko perhiasan. Disana Julien's meminta Nania untuk mengambil semua perhiasan yang dia suka. Namun Nania bukan tipikal perempuan yang suka memamerkan suatu barang. Dia hanya meminta sebuah kalung berlian yang harganya tidak begitu mahal.


Julien's mengalungkan kalung tersebut tepat dileher indah Nania. Nania pun nampak semakin cantik dengan kalung yang melingkar indah dilehernya tersebut. Dia begitu cantik dengan kalung itu. Julien's pun beberapa kali memujinya.


Cuaca yang panas membuat Theo ingin makan es krim terlebih dahulu. Julien's tanpa pikir panjang mengarahkan mobilnya menuju sebuah kedai es krim yang tak jauh dari tempat Julien's memberikan Nania sebuah perhiasan mewah tadi.


2 es krim rasa vanilla untuk Theo dan Romeo, serta 2 es krim rasa coklat untuk Julien's dan Nania. Dengan meja yang berada diluar kedai. Keempatnya nampak begitu asyik menjilati setiap bagian es krim. Dengan Julien's yang beberapa kali melempar candaan pada Nania. Satu keluarga harmonis dan utuh yang hilang, kini kembali Julien's temukan. Hampir 3 tahun semenjak Beatrice sakit. Semuanya menjadi seperti hambar. Terlebih moments jalan-jalan yang jarang mereka lakukan.


"Cuman es krim, masa gak bisa." Jawab Nania dengan polos.


"Kalau jilat yang lain?" Tanya Julien's menggoda Nania.


Nania yang mulai menyadari maksud dari Julien's langsung mencubit pinggang Julien's.


"Apaan sih, gak enak ada Theo sama Romeo." Bisik Nania.


"Kok gak enak sih. Emang jilat apa yang kamu maksud." Julien's semakin menggoda.


Nania yang awalnya mengira ucapan Julien's mengarah pada hal jorok. Namun ternyata ucapan Julien's tersebut masih pada seputar makanan. Sehingga Nania nampak sedikit malu.


"Jilat yang aku maksud itu jilat coklat.... ." Julien's kembali menggoda.


"Batangan." Tambah Julien's.


Seketika pikiran Nania kembali mengarah kearah yang jorok.

__ADS_1


"Aku tahu maksud kamu. Udah ah Julien's malu ada anak-anak." Tegas Nania.


"Tapi emang jago juga kalau menjilat ituan." Goda Julien's kembali.


"Jagolah..!" Tegas Nania.


Julien's mendekati Nania. Kemudian mengatakan.


"Buktiin yuk malam ini."


Nania hanya tersenyum saja. Kemudian langsung melumuri hidung Julien's dengan es krim miliknya. Sehingga kedua anak Julien's tertawa melihat hidung Julien's yang dipenuhi oleh es krim. Hahah.


Selesai membuat anak-anaknya puas menyantap es krim. Julien's kembali membawa mobilnya menuju resort. Dia membawa mobil itu dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sehingga tak terasa perjalanan itu telah mereka lewati dengan selamat.


Julien's membereskan semua belanjaan yang mereka beli. Sementara Nania mengantar Theo dan Romeo untuk tidur siang ke kamar masing-masing.


Beristirahat sejenak. Julien's membaringkan tubuhnya diatas kasur. Sembaring menunggu Nania menidurkan kedua anaknya. Julien's menenangkan pikirannya dengan sebuah lagi romantis yang meningkatkan gairahnya.


Butuh 15 menit bagi Nania untuk membuat Theo dan Romeo tidur. Nania yang tak memiliki kegiatan apapun lagi. Langsung menghampiri Julien's yang sudah berada diatas kasur.


Nania mencium pipi Julien's. Kemudian seketika Julien's langsung terbangun dari tidurnya. Tanpa ragu Nania tidur disamping Julien's. Kemudian dengan mesranya Julien's memeluk Nania.


"Lagunya enak yah." Ucap Nania.


"Lebih enak lagi kalau..." Timpal Julien's menggantung.


"Kalau apa?" Tanya Nania.


"Kalau kayak es krim tadi, dijilat." Ucap Julien's sambil tertawa.


Nania seketika tertawa.


"Emang pengen dijilat juga?" Goda Nania.


"Pengen!" Julien antuasias sambil menatap wajah Nania.


"Mana yang mau dijilat?" Tanya Nania.


Celana panjang Julien's melepaskan celana panjangnya secara perlahan. Sementara Nania juga secara perlahan memainkan tangannya diarea sensitif Julien's. Keduanya semakin melayang.


Ketika celana Julien's sudah berada dibawah. Dengan tangan Nania sudah menggenggam rudal milik Julien's. Nania perlahan mengarahkan kepalanya ke rudal milik Julien's. It's first time for her doing that. Tapi Nania melakukan dengan sempurna. Sehingga Julien's begitu merasa puas dengan apa yang Nania lakukan.

__ADS_1


Tak hanya itu saja. Keduanya juga melakukan hal yang tentunya membuat kasur mahal di resort itu bergoyang kencang. Terlebih Nania yang sudah mulai terbiasa, begitu juga Julien's yang emang terkenal sedikit maniak dalam hal tersebut. Tak heran keduanya melakukan hubungan intim yang sempurna.


Malam tiba, dengan musik klasik yang Julien's putar membuat suasana malam ini begitu hangat. Tak hanya mengajak Nania dan kedua anaknya saja. Namun Julien's juga mengajak sopir dan pembantunya untuk turut dalam acara bakar-bakaran tersebut.


__ADS_2