SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MENJENGUK BEATRICE


__ADS_3

Kabar yang di sampaikan oleh Marrie di grup percakapan pesan online akan kondisi Beatrice yang memburuk. Seketika membuat mertuanya dan Alex ikut khawatir. Mereka berdua pun berniat untuk menjenguk Beatrice di rumah sakit. Terlebih keduanya tidak memiliki kegiatan lain di hari ini. Sehingga ini adalah kesempatan yang baik untuk menjenguk Beatrice di rumah sakit.


Alex yang pertama kali mengetahui kabar itu, langsung mengutarakan niatnya untuk menjenguk Beatrice di rumah sakit. Ibunya langsung menyetujui ajakan dari Alex tersebut. Hingga dia ingin ikut bersama Alex dalam menjenguk Beatrice.


Tak hanya mereka berdua saja. Ibu Alex tersebut, juga turut mengajak Nania dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut. Mungkin dengan keberadaan Nania, ibunya bisa sedikit terbantu. Mengingat Nania adalah orang yang cukup cekatan. Tak heran ibu Alex tersebut mengajak Nania untuk ikut bersamanya dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Tentu Alex sangat setuju dengan ide dari ibunya itu. Nania akan ikut bersama mereka berdua ke rumah sakit. Itu adalah sebuah ide yang bagus bagi Alex. Sehingga Alex bisa semakin dekat dengan Nania. Harapan yang tentu sangat di inginkan oleh Alex.


Tak ingin Beatrice terlalu lama menunggu kedatangan mereka. Semuanya langsung mengganti pakaian mereka terlebih dahulu. Setelah itu ketiganya langsung masuk ke dalam mobil Alex. Nania tetap menunjukkan sikap sigapnya dalam membantu mertuanya masuk ke dalam mobil Alex.


Alex meminta Nania untuk duduk di samping dirinya yang mengemudi mobil. Padahal Nania awalnya ingin duduk di samping ibu Alex. Tapi permintaan Alex yang di setujui oleh ibunya, akhirnya Nania pun harus duduk di samping Alex.


Sepanjang perjalanan ibu Alex seakan menjadi nyamuk. Dia tak mendapat kesempatan untuk berbicara satu kata pun. Alex dan Nania mendominasi pembicaraan di dalam mobil. Hingga ibu Alex itu sempat sedikit kesal dengan obrolan yang di lakukan oleh Alex dan Nania yang asyik mengobrol berdua saja. Dia pun ingin larut dalam obrolan keduanya. Meskipun tentu ibunya akan banyak tidak tahu dengan tema obrolan terkini yang Alex dan Nania obrolkan. Termasuk akan hak konser yang akan di lakukan oleh salah satu musisi dunia di Nice pekan depan.


"Ibu nyesal banget kasih Nania duduk di samping Alex. Jadi ibu tidak ada teman untuk mengobrol." Ucap ibu Alex dengan wajah kesalnya.


Alex dan Nania tersenyum melihat ekspresi kekesalan dari ibunya tersebut. Keduanya langsung menenangkan ibunya yang terlihat semakin kesal tersebut. Bagaimana tidak, dia terlihat antusias dengan obrolan yang di lakukan oleh Alex dan Nania. Tapi dia tak memiliki kesempatan untuk berbicara sebanyak Nania dan Alex lakukan.


"Ibu mau ngobrol apa emang?" Tanya Alex sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Memang kalian yang bahas apa?" Tanya balik Ibu Alex.


"Kita lagi bahas konser Bu. Konser yang akan di gelar pekan depan." Jawab Nania.


"Ibu mau datang ke konser itu?" Tawar Alex.


"Boleh kalau memang kalian mau ajak Ibu buat nonton konser." Terima ibu Alex dengan begitu antusias.


"Jangan Bu, kaki ibu belum sembuh. Jadi harus sembuhin dulu kaki ibu. Baru kita nonton konser bareng." Pinta Alex.


"Sepertinya ibu akan sembuh dalam tempo dekat. Apalagi kalau ibu punya rencana buat nonton konser. Ibu akan segera sembuh." Ucap ibu Alex dengan begitu meyakinkan.


Berbarengan dengan mobil yang membawa ketiga anak Julien's. Mobil Alex juga tiba di rumah sakit. Begitu semuanya keluar dari dalam mobil. Semuanya langsung saling menyapa satu sama lain.


Nania langsung memeluk kedua anak tirinya yang telah lama menahan rasa rindu pada Nania. Begitu juga dengan Marrie yang sudah terlihat rindu pada neneknya. Dia memeluk neneknya yang terpaksa harus berada di kursi roda.


"Theo kangen mama Nania." Ucap Theo.


"Mama Nania juga kangen banget sama Theo." Balas Nania menyentuh hidung mancung Theo.

__ADS_1


"Mama Nania cuman kangen sama Theo saja. Romeo gak di kangenin sama mama Nania?" Romeo sedikit kesal.


Melihat wajah Romeo yang terlihat begitu kesal padanya. Nania langsung memangku tubuh Romeo. Dia mengatakan bahwa dirinya juga sangat merindukan seorang Romeo yang terkenal lucu itu.


Tak ingin berlama-lama lagi untuk bertemu dengan Beatrice. Semuanya pun segera menuju ruang perawatan dari Beatrice. Bergantian dengan Nania, kini Marrie yang mendorong kursi roda dari neneknya. Sementara Nania memangku Romeo menuju ruang perawatan dari seorang Beatrice.


Julien's yang sudah menunggu di depan ruang perawatan Beatrice. Langsung melambaikan tangan kanan, begitu melihat rombongan dari ibunya datang menuju ruang perawatan dari Beatrice. Rombongan itu langsung menghampiri Julien's yang semakin keras memanggil nama ibunya tersebut.


"Bagaimana Julien's keadaan dari Beatrice sekarang?" Tanya ibu Julien's.


"Kondisi Beatrice memburuk. Aku pikir beberapa hari ini Beatrice mengalami stress berat. Sehingga daya tahan tubuhnya melemah. Aku juga memiliki kabar buruk lainnya." Terang Julien's dengan begitu sedihnya.


"Apa ayah?" Tanya Marrie dengan sedikit panik.


"Ada sel kanker baru yang tumbuh di tubuh Beatrice." Jawab Julien's dengan begitu sedihnya.


Semuanya langsung bersedih dengan kabar yang di sampaikan oleh Julien's tersebut. Terutama Marrie yang langsung menangis usai mendengar kabar buruk yang di sampaikan oleh ayahnya tersebut. Marrie begitu bersedih dengan kabar buruk itu. Sehingga Marrie tak mampu menahan tangisnya untuk tidak jatuh.


Nania langsung meminjamkan bahunya untuk Marrie bersandar. Dia berusaha membuat Marrie kuat. Meminta Marrie untuk bisa lebih tenang lagi dengan kenyataan pahit yang harus di terima oleh Beatrice. Semua ini adalah ujian bagi semuanya, sehingga harus di tanggapi dengan kepala dingin.

__ADS_1


Melihat tegangnya wajah dari anggota keluarga lain. Romeo dan Theo juga akhirnya turut bersedih. Bahkan Romeo juga ikut menangis melihat Marrie menangis. Sekalipun Romeo tak mengerti semua permasalahan yang ada. Tapi kesedihan yang ada, membuat hati kecilnya ikut bersedih. Hingga akhirnya Romeo menangis hebat seperti yang di lakukan oleh Marrie.


__ADS_2