SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PASCA ULANG TAHUN RESTORAN


__ADS_3

Masih ada amarah di hati Julien's pada Nania. Tetapi dia tak mau mengungkapkan itu. Dia memilih bungkam, sementara Nania tetap berusaha mencairkan suasana. Nania tersenyum, tetapi Julien's membalas dengan raut wajah datar. Sesekali mengalihkan pandangannya dari Nania.


Sebelum sarapan, Julien's lebih memilih meminum teh diatas balkon rumahnya. Tanpa Nania yang biasanya menjadi teman ngobrolnya bersantai. Dia menyeruput sedikit demi sedikit segelas teh tersebut dengan raut wajah datar.


Nania menyadari kedekatannya dengan Alex membuat Julien's cemburu berat. Tetapi bagaimana untuk menghindari Alex, sementara Alex berada di rumah Julien's yang merupakan tempat Nania tinggal juga. Sehingga sulit untuk berbohong pada Alex demi menghindarinya.


Sebuah postingan sosial media Julien's dengan latar belakang balkon rumahnya dengan segelas teh hangat. Langsung mendapat like dari Nania. Tak hanya memberi centang suka. Nania juga mencoba mendatangi Julien's yang nampak tengah galau dengan kondisi rumah tangganya dengan Nania.


Nania duduk disamping Julien's yang nampak acuh dengan kedatangan Nania. Sapa pagi dari Nania, dibiarkan berlalu ditelinganya. Matanya tetap menatap ratusan rumah yang berada di kompleks perumahan mewahnya. Dia seolah tak memperdulikan keberadaan Nania yang berada disampingnya.


"Kamu marah sama aku?" Tanya Nania mulai menggenggam tangan Julien's.


"Kamu pikir?" Tanya Balik Julien's.


Nania menunduk dengan pandangan yang begitu lesu. Dia berharap Julien's akan memaafkannya.


"Ternyata lebih berharga gaun mewah pemberian dari Alex. Dibanding gaun pemberian dari aku. Rasanya sakit untuk menerima kenyataan istri sendiri lebih memilih pemberian dari orang lain, dibanding dengan pemberian suaminya sendiri." Ujar Julien's tetap dengan raut wajah sedikit kesal.


"Aku...." Jawab Nania menggantung.


"Aku apa? Nan, kamu seharusnya bisa menghargai perasaan aku sebagai suami kamu. Walaupun kita bisa menunjukkan kebersamaan kita. Tapi seharusnya kamu bisa lebih menghargai aku." Jelas Julien's dengan nada tinggi.


Setelah itu Julien's langsung pergi meninggalkan Nania yang nampak bersedih dengan ucapan dari Julien's. Dia tak mampu menahan air matanya untuk tidak jatuh. Mengingat Julien's adalah orang yang paling dia cintai. Tetapi dia malah membuat Julien's kecewa dengan sikapnya tersebut.


Ditengah adanya bara dalam rumah tangga Nania dengan Julien's. Kondisi Beatrice sedikit memburuk. Dia mual dengan kepala yang terasa begitu pusing. Hingga dia pingsan, saat dia meninggalkan kamar mandi didekat dapurnya.


Marrie yang ingin mengambil sepotong roti untuk sarapan. Seketika berteriak memanggil ayahnya, begitu melihat Marrie tergeletak pingsan di dekat kamar mandi. Air matanya pun mulai membasahi seluruh wajahnya.


Tak hanya Julien's yang mendatangi Marrie yang memanggil ayahnya dengan suara tangisan. Penghuni rumah yang lainnya juga turut mendatangi Marrie. Mereka langsung terkejut dengan kondisi Beatrice tersebut.


Alex yang datang pertama kali, langsung membawa Beatrice ke kamarnya. Dia segera mengambil peralatan dokternya untuk mengecek kondisi Beatrice.


Sementara Alex mengecek kondisi Beatrice, Julien's mencoba menenangkan Marrie. Sementara dua anak Beatrice lainnya berada dalam dekapan erat Nania yang bermata sembab.


10 menit memeriksa Beatrice, Alex menyimpulkan Beatrice hanya kelelahan usai menghadiri pesta ulang tahun kemarin. Hingga Beatrice diminta untuk meminum obat kemoterapinya, juga tambahan vitamin yang bisa meningkatkan imunnya.


Tak berselang lama, Beatrice kembali siuman. Pandangannya kaburnya, dengan kepala yang masih terasa sedikit sakit. Julien's langsung menunjukkan perhatiannya pada Beatrice dengan langsung mendekatinya. Kemudian menggenggam erat tangan Beatrice yang terasa begitu dingin.


Julien's tak segan untuk menciumi tangan Beatrice tersebut. Dia berusaha membuat Beatrice semakin tenang. Julien's juga menawarkan sarapan yang ingin Beatrice makan di pagi ini. Sebuah perhatian wajar dari seorang suami pada istrinya.

__ADS_1


Nania mencoba tak cemburu, tapi apalah daya. Hatinya terbakar api cemburu. Dia tetap tak bisa menahan rasa cemburu pada Julien's yang begitu perhatian pada Beatrice. Mungkin ini salah, tapi terkadang cinta menjauhkan logika dan empati. Hingga ego menguasai semuanya.


Tak ingin hatinya terus terbakar, Nania memilih untuk pergi meninggalkan kamar Beatrice. Nania berlari masuk kedalam kamarnya. Nania menutup rapat-rapat pintu kamarnya. Menangis dibalik pintu didalam kamarnya. Perasaan cemburu yang membakar hati dan perasaannya. Semakin membuatnya seperti seseorang yang jahat tak memiliki hati.


Alex yang baru menyadari kepergian Nania. Menanyakan pada Theo kearah mana Nania pergi. Theo menunjukkan Nania pergi kearah kamarnya. Hingga dengan segera Alex mendatangi kamar Nania.


Tok.. Tok.. Tok.. Tok... Alex mengetuk pintu kamar Nania. Nania yang menyadari ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Seketika mengelap air mata yang menetes dengan tisue. Kemudian dia berusaha membuat wajahnya seceria mungkin. Sehingga tidak ada yang tahu jika dia begitu cemburu dengan Julien's.


Nania membuka pintu, dia terkejut dengan kedatangan Alex. Dia ingin menjauhi Alex, sebab tak ingin membuat Julien's salah paham padanya. Tetapi Alex yang selalu memaksa Nania, membuat Nania kesulitan untuk menolak ajakan dari Alex.


"Pagi Nan." Sapa Alex.


"Pagi Alex." Jawab Nania dengan sedikit ketus.


Alex memperhatikan wajah Nania. Matanya terfokus pada sembabnya kedua mata Nania yang terlihat seperti seseorang yang sudah menangis.


"Mata kamu kenapa Nan?" Tanya Alex mencoba mengelus mata Nania.


Nania menghindari tangan Alex yang mencoba mengelus matanya tersebut. Kemudian dia meminta Alex untuk tidak mengelusnya dengan menjawab pertanyaan Alex dengan nada ketus.


"Aku baik-baik saja. Kamu gak usah khawatir seperti itu." Jawab Nania.


"Tapi aku lihat mata kamu seperti sembab. Kalau boleh aku bisa periksa kamu Nan." Pinta Alex.


Tak ingin mengobrol dengan Alex lagi. Nania langsung bergegas menuju kedalam kamarnya. Baru berbalik badan, tangan Nania langsung ditahan oleh Alex. Kemudian Alex menarik Nania, hingga saling berhadapan satu sama lain.


"Kenapa Nan. Kalau aku ada salah, kamu ngomong sama aku. Please." Tanya Alex meminta.


Nania dengan kasar melepaskan genggaman Alex tersebut. Dia mendorong Alex menjauh darinya. Kemudian kembali berbalik badan.


"Alex... Aku seorang baby sitter. Kamu seorang calon dokter. Apa kita pantas bersama? Aku pikir itu satu hal yang sulit untuk diwujudkan. Walaupun itu mungkin, tapi sulit untuk dapat terwujud." Terang Nania.


Tak memberi kesempatan Alex untuk bicara. Nania memilih langsung masuk kedalam kamarnya. Nania tak memperdulikan Alex yang diluar kamarnya terus meneriakkan nama Nania. Tetapi Nania tak kunjung membuka pintu kamar tersebut.


Nania sudah membulatkan tekadnya untuk menjauhi Alex. Dia ingin berkomitmen pada Julien's. Cintanya untuk Julien's. Sehingga Nania tak ingin membuat Julien's kecewa. Nania merasakan cemburu teramat begitu melihat Julien's dengan perhatian pada Beatrice. Nania pun bisa memahami betapa sakitnya Julien's ketika melihat Nania bersama Alex.


Melihat sifat Nania yang tiba-tiba berubah padanya. Alex tak gentar. Dia justru ingin semakin mengejar cinta Nania yang menurutnya sangat misterius dan penuh tantangan.


Ibu Julien's yang mendengar kabar pingsannya Beatrice, langsung mendatangi rumah Julien's untuk melihat kondisi Beatrice. Dia ingin mengetahui menantu kesayangan tersebut tidak terjadi apapun. Tanpa make up sedikit pun, ibu Julien's langsung bergegas ke rumah Julien's.

__ADS_1


Kedatangan tiba-tiba ibunya, sedikit membuat Alex terkejut. Dia yang sedang melakukan fitness di salah satu ruangan rumah Julien's. Langsung menghentikan aktivitas fitness yang dilakukannya. Dia segera mungkin menghampiri ibunya tersebut.


"Ibu tumben datang kesini?" Tanya Alex di depan rumah Julien's.


"Kenapa, kamu gak senang ibu datang kesini?" Tanya balik ibunya.


"Enggak bu. Ini masih pagi banget. Jadi gak biasanya ibu datang ke rumah kak Julien's pagi seperti ini. Apalagi tanpa make up seperti ini." Alex terheran.


"Tadi Marrie telepon ibu, dan dia bilang namanya pingsan. Makanya ibu datang kesini." Jawab ibunya.


"Tadi mbak Beatrice sempat pingsan. Mungkin dia kecapean semalam pulang larut dari acara ulang tahun restoran. Tapi syukur sekarang dia sudah sembuh." Terang Alex.


"Syukur kalau dia sudah membaik." Ucap ibu Julien's.


Kedua matanya tak henti menatap kearah sekitar rumah Julien's. Dia terlihat sedang mencari seseorang di rumah Julien's.


"Ibu nyari apa?" Tanya Alex bingung.


"Dimana perempuan penggoda itu?" Tanya ibunya berbalik.


"Siapa sih bu. Gak boleh seperti itu, Nania tidak seperti yang ibu pikir. Dia perempuan baik-baik." Ucap Alex.


"Terserah kamu Alex. Terpenting dia tetap seorang perempuan penggoda yang merebut suami orang." Tegasnya.


Ibu Julien's tak mau berdebat dengan Alex lagi. Dia memilih langsung masuk menemui Beatrice di kamarnya.


Didalam kamar Beatrice, Julien's dengan penuh perhatian menyuapi sendok demi sendok sereal kedalam mulut Beatrice. Perhatian lembut yang Julien's berikan pada Beatrice. Secara tak langsung membuat ibunya dibuat meleleh. Pasalnya ayah Julien's juga dulu memperlakukannya seperti Julien's memperlakukan istrinya. Dengan penuh cinta dan kelembutan.


"Kalian romantis banget sih. Ibu jadi iri." Ucap ibu Julien's yang mengejutkan Julien's dan Beatrice.


"Ibu, kenapa gak bilang mau kesini?" Tanya Julien's.


"Ibu tadi langsung kesini begitu mendengar Beatrice pingsan dari Marrie. Ibu benar-benar panik. Jadi tidak sempat mengabari kamu Julien's." Ucap ibunya.


"Makasih Bu sudah mau datang buat menjenguk aku." Ucap Beatrice.


"Iya sayang. Ibu khawatir banget ketika mendengar kamu pingsan." Ucap ibu Julien's mengelus lembut kepala Beatrice.


Ditengah kesunyian yang terjadi. Arah obrolan ibunya dengan Julien's dan Beatrice berubah. Dimana dia justru mulai mengatakan kebenciannya pada Nania. Iya perempuan yang dia sebut sebagai penggoda tersebut telah meracuni Alex. Sehingga dia ingin memisahkan Nania dari Alex.

__ADS_1


Ibunya meminta Beatrice dan Julien's untuk memecat Nania sebagai baby sitter dari Romeo. Ibunya tak ingin Alex semakin dekat dengan Nania. Dia menceritakan bagaimana Alex rela melawan ibunya demi membela Nania. Suatu ketakutan yang begitu mendalam dalam diri ibunya.


Baik Julien's maupun Beatrice, keduanya tak merespon permintaan dari ibunya. Sebab tak mungkin mengusir Nania untuk Julien's yang mana Nania sendiri adalah istrinya. Begitu juga dengan Beatrice yang tak mungkin mengusir Nania yang telah menjadi ibu bagi kedua putranya, Romeo dan Theo. Sehingga permintaan ibunya juga ditepis dengan keyakinan akan Nania yang tak harus dipecat dari rumah ini sebagai baby sitter dari Romeo.


__ADS_2