
Kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh Oscar dalam melamar pekerjaan. Seakan membuatnya putus asa. Beragam jenis pekerjaan telah dilamar olehnya. Tapi tidak satu pun dengan keberhasilan. Semuanya gagal, apa yang dilakukan oleh Oscar berakhir dengan sebuah kegagalan.
Selepas mengantar Marrie ke sekolah, Oscar memarkir mobilnya di parkiran alun-alun kota. Mungkin ada beberapa wisatawan yang hendak mengelilingi kota Nice dengan mobilnya. Tentu itu pilihan yang baik yang dilakukan oleh Oscar. Mengingat banyak wisatawan asing yang masih kesulitan untuk mencari tumpangan mengelilingi kota Nice.
Seorang pria bermata sipit terlihat kebingungan. Dia terus melihat ponselnya, wajahnya terlihat begitu bingung. Mungkin ini akan jadi calon pelanggan pertama Oscar di hari ini.
"Selamat siang pak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Oscar dengan bahasa Inggris yang begitu fasih.
"Siang. Saya kebingungan mencari taksi online. Dari tadi saya berdiri disini. Tapi tidak ada satu pun yang bisa saya dapatkan." Jawab si turis dengan bahasa Inggris berlogat Mandarin.
"Boleh saya antar. Mungkin bapak bisa menaiki kendaraan saya. Kemana tujuan bapak?" Tanya Oscar kembali dengan begitu ramahnya.
"Saya ingin menemui teman saya di restoran. Apa kamu tahu restoran ini. Saya tidak pandai membaca tulisan berbahasa Prancis. Itu sangat membingungkan untuk saya. Lidah saya tidak sampai untuk mengucapkan kata-kata itu." Terang si turis tadi dengan sedikit wajah konyolnya.
"Baik pak. Saya akan antar bapak ke restoran tersebut. Saya tahu restoran itu." Ucap Oscar.
Si turis itu langsung tersenyum bahagia saat Oscar mengetahui lokasi dari restoran itu. Ini mungkin hari keberuntungan dari seorang Oscar. Dimana dia berhasil menemukan seorang pelanggan yang bisa memberikannya sedikit uang untuk makan. Begitu juga untuk turis tadi, mungkin dia akan telat menemui temannya. Jika dia tidak bertemu dengan Oscar. Ini adalah simbiosis mutualisme, dimana keduanya saling diuntungkan satu sama lainnya.
__ADS_1
Untuk semakin menambah pelayanan dari seorang Oscar. Diperjalanan menuju restoran itu, Oscar terus aktif mengajak turis itu untuk mengobrol. Mungkin dengan cara itu, dia bisa lebih akrab lagi dengannya. Mengingat pelayanan yang prima, bisa mendatangkan kepuasan bagi pelanggan yang menggunakan jasanya.
"Kalau boleh tahu, bapak berasal dari negara mana?" Tanya Oscar memulai pembicaraan.
"Saya berhasil dari China. Saya dari Guanzhou." Jawab si turis.
"Setahu saya Guanzhou adalah tempat kelahiran seorang Ma Yun atau orang biasanya memanggil namanya dengan panggilan Jack Ma. Apakah itu benar pak?" Tanya Oscar kembali.
"Benar sekali. Jack Ma lahir di kota saya. Tapi sekarang dia sudah tidak di Guanzhou. Dia sudah menjadi warga Beijing." Jawab si turis tadi.
Obrolan itu semakin terasa hangat dengan beragam pujian yang diberikan Oscar pada China. Dengan pujian yang terus dilontarkan, si turis itu semakin merasa bahagia. Dia merasa pelayan yang diberikan Oscar semakin prima. Begitu juga dengan obrolan bermutu yang Oscar berikan. Semakin menambah kenyamanan dari turis tersebut. Turis itu semakin merasa bahagia dengan perjalanan yang dijalaninya. Terlebih keindahan kota Nice. Semakin membuat turis itu menikmati suasana eksotis di hari ini.
Sebelum keluar dari dalam mobil. Turis itu mengucapkan terima kasih dalam bahasa Prancis. Memang terdengar sedikit aneh, tapi beberapa lembar uang yang diberikan oleh turis itu. Melupakan keanehan bahasa Prancis yang dilontarkan oleh turis itu. Dengan segera Oscar membalas ucapan dari turis itu dengan terima kasih. Sebuah balasan setimpal yang diucapkan oleh Oscar pada turis tersebut.
Restoran yang menjadi tujuan dari turis itu adalah salah satu restoran milik Julien's. Kebetulan saat itu, Julien's sedang berada di restoran itu. Julien's yang hendak keluar dari restoran. Melihat mobil Oscar yang terparkir di halaman restoran miliknya. Tapi mengapa ada seorang warga negara asing yang keluar dari mobil itu?
Julien's yang penasaran, langsung menghampiri mobil milik Oscar itu. Dia segera mendatangi Oscar yang terlihat begitu bahagia dengan ongkos dan uang tips yang diberikan turis tadi. Kedatangan Julien's yang secara tiba-tiba, langsung mengejutkan Oscar yang tengah menghitung uang dengan begitu khusyuk.
__ADS_1
"Oscar!" Kejut Julien's.
"Pak Julien's." Oscar terkejut.
"Sedang apa kamu disini. Tadi saya lihat ada seorang turis turun dari mobil kamu. Apakah kamu sekarang menjadi seorang driver taksi online?" Tanya Julien's begitu mendetail.
"Sebenarnya saya ingin pak jadi driver taksi online. Tapi apalah daya, saya selalu di tolak ketika melamar pekerjaan tersebut." Jawab Oscar mengiba.
"Kamu hanya kurang beruntung saja Oscar. Mungkin dilain kesempatan kamu bisa lebih baik lagi. Saya harap kamu bisa lebih bersabar lagi." Suntikan motivasi dari Julien's.
"Ya semoga saja." Balas Oscar tidak optimis.
Julien's sempat terdiam sambil berpikir sejenak. Dia mengingat kembali, apakah masih ada lowongan kurir yang bisa Oscar lamar di restoran miliknya.
Dia membuka ponselnya, lalu kembali mengecek beberapa dokumen serta nama staf yang ada di restoran miliknya. Rejeki untuk Oscar di hari ini. Posisi kurir ternyata masih kosong. Sehingga Oscar bisa masuk untuk di posisi itu. Julien's langsung menawarkan posisi kurir itu pada Oscar.
Dengan tangan terbuka, Oscar menerima tawaran yang diajukan oleh Julien's. Mungkin itu sesuatu hal yang cukup baik untuknya. Dia bisa bekerja sebagai kurir pengantar makanan. Terlebih Oscar cukup familiar dengan jalanan di kota ini. Sehingga tidak akan ada kendala apapun, ketika Oscar mengantar pesanan dari restoran Julien's.
__ADS_1
Julien's mengatakan esok hari Oscar diperbolehkan untuk bekerja. Tidak harus traning terlebih dahulu. Oscar bisa langsung bekerja seperti kurir lainnya. Dia pun bisa mengambil seragam di hari ini juga. Tentu atas rekomendasi dari Julien's selaku pemilik restoran.
Oscar langsung mengucapkan ribuan kata terima kasih pada Julien's. Dia begitu baik pada Oscar. Sehingga Oscar merasa apa yang dilakukan oleh Julien's padanya begitu berarti. Mengingat Oscar butuh uang untuk bertahan hidup.