SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
MARRISA KEMBALI MENJENGUK BEATRICE


__ADS_3

Dengan sebuah pakaian yang begitu seksi, Marrisa berharap bisa membuat Julien's tertarik pada dirinya. Sedikit riasan di wajah, semakin membuat Marrisa penuh percaya diri saat menjenguk seorang Beatrice di rumah sakit. Di tangan kanannya, sebuah keranjang buah berisi buah segar sudah di bawa oleh Marrisa. Hingga Marrisa pun siap menjenguk Beatrice yang masih terbaring di rumah sakit.


Marrisa percaya diri bisa membuat Julien's terpesona pada dirinya. Penampilan Marrisa siap membuat Julien's jatuh hati pada Marrisa. Apalagi Marrisa seorang intelektual yang di kenal sebagai tokoh publik ternama di kota Nice. Ini akan menjadi nilai tambah bagi seorang Marrisa di hadapan Julien's.


Tapi apalah daya Marrisa, ketika dia sudah dandan dengan begitu seksinya. Ternyata Julien's tidak ada di rumah sakit. Dia memimpin tim restorannya untuk menghidangkan makan siang untuk para atlet. Sehingga saat Marrisa masuk kedalam kamar perawatan Beatrice. Dia terlihat mencari keberadaan dari seorang Julien's.


"Kamu nyari siapa Marrisa?" tanya Beatrice dengan wajah lemahnya.

__ADS_1


"Aku tidak melihat Julien's, dia kemana?" jawab Marrisa.


"Dia sedang memasak di restorannya, para atlet itu butuh makan siang. Sehingga Julien's harus datang ke restoran untuk memastikan semua makan siang untuk para atlet dapat di hidangkan dengan baik." ujar Beatrice.


Marrisa begitu kecewa saat mengetahui Julien's tidak ada di kamar perawatan seorang Beatrice. Ingin menyelam sambil minum air. Marrisa bermaksud menjenguk Beatrice, sambil bertemu dengan seorang Julien's. Hingga dia bisa bertemu secara langsung dengan Julien's yang begitu dia rindukan.


Marrisa hanya tersenyum dengan pertanyaan dari Beatrice tersebut. Dia merasa malu untuk mengungkapkan perasaan cintanya pada seorang Julien's. Tapi Marrisa begitu mau untuk bisa memiliki seorang Julien's. Hingga ini menjadi sebuah dilema besar bagi seorang Marrisa untuk mengungkapkan rasa cintanya pada seorang Julien's yang masih ada.

__ADS_1


"Tapi aku tidak melihat rasa cinta itu dari Julien's. Dia tidak pernah menunjukkan bagaimana dia tertarik padaku. Sehingga aku pikir, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan saja." ungkap Marrisa dengan raut wajah sedihnya.


Beatrice pun mencoba membuat Marrisa kembali bersemangat untuk mendapatkan cinta seorang Julien's. Beatrice yakin Marrisa mampu menaklukkan hati seorang Julien's. Marrisa adalah sosok perempuan cerdas yang sudah pasti menjadi dambaan semua pria. Itu juga pasti ada di dalam benak seorang Julien's. Sehingga Marrisa harus bisa percaya diri, jika dirinya akan tetap bisa mendapatkan Julien's. Marrisa hanya perlu bersabar, serta harus tetap yakin dengan semua yang akan di jalani oleh dirinya tersebut.


Marrisa pun kembali semangat untuk mendapatkan Julien's. Sebab Beatrice sebagai istri dari Julien's sendiri, mendukung penuh seorang Marrisa. Sehingga tidak ada alasan bagi seorang Marrisa untuk tidak percaya diri dalam merebut hati seorang Julien's. Sebab Marrisa mampu melakukan hal tersebut. Dia hanya butuh waktu saja untuk bisa membuat Julien's jatuh hati pada seorang Marrisa. Itu yang harus di lakukan oleh Marrisa pada seorang Julien's.


Marrisa kini mulai fokus pada penyakit seorang Beatrice. Dia sudah tidak membahas seorang Julien's lagi. Saat ini Marrisa mulai tertarik untuk membahas seorang Beatrice yang sudah mulai membaik.

__ADS_1


__ADS_2