
30 menit sebelum Thomas masuk kerja. Nick mengajak Thomas untuk sarapan di salah satu restoran milik Nick. Dia ingin memberikan apresiasi atas kesuksesan Thomas yang berhasil membuat restoran Julien's tercoreng.
Thomas datang lebih dulu dibanding Nick. Dia telah memesan secangkir teh hangat untuk menemaninya bermain game online. Dengan kaki yang dinaikkan keatas kursi lainnya. Nampak Thomas asyik bermain game online dengan pandangan sinis dari pengunjung lain padanya.
Menyadari banyak pengunjung lain yang tak menyukai sikapnya yang nampak seperti tak beradab. Thomas tak memperdulikannya. Dia justru malah sewot kala seorang pengunjung lain dengan tatapan sinis menatap wajahnya. Bahkan Thomas mengancam pengunjung itu dengan secangkir teh panas yang hendak dia minum.
Kelakuan yang tak beradab Thomas baru usai. Nick dengan setelan jas mewah dengan kacamata hitam mendatangi meja tempat Thomas singgah. Thomas dengan segera membersihkan kursi yang sebelumnya dia gunakan untuk menopang kaki kanannya. Dengan wajah santai, Thomas mempersilakan Nick untuk duduk disampingnya.
"Selamat pagi Thomas." Sapa Nick.
"Pagi pak Nick." Jawab Thomas lembut.
"Gimana kabar kamu?" Tanya Nick.
"Baik pak. Gimana dengan pak Nick sendiri?" Jawab Thomas.
"Luarbiasa. Kabar saya luarbiasa. Terlebih dengan apa yang telah kamu lakukan pada Restoran Julien's. Hal itu membuat saya merasa begitu bahagia." Ujar Nick.
"Saya juga senang dengan kejadian keracunan yang terjadi di restoran chef Julien's. Itu memang layak dia dapatkan." Ucap Thomas dengan wajah licik.
"Saya suka Thomas dengan kinerja kamu. Memang kamu bisa diandalkan." Ucap Nick sambil menepuk pelan bahu Thomas.
Thomas tersenyum.
"Oh iya Thomas saya ada sedikit uang untuk mengapresiasi keberhasilan kamu dalam menghancurkan restoran Julien's." Ucap Nick merogoh saku di jasnya.
"Tidak usah pak Nick. Saya senang melakukannya." Jawab Thomas.
"Tidak Thomas. Kamu layak mendapatkan apresiasi ini. Terima uang tidak seberapa ini." Ucap Nick menaruh amplop berisi uang.
__ADS_1
Thomas hanya bisa melongo melihat sebuah amplop tebal berisi uang pemberian dari Nick padanya.
"Ini serius buat saya?" Tanya Thomas menyakinkan diri.
"Iya Thomas itu untuk kamu." Tegas Nick.
"Terima kasih pak Nick." Ucap Thomas dengan begitu senang.
"Saya bakal kasih kamu lebih dari itu, jika kamu sukses lagi mengerjakan tugas dari saya." Ucap Nick.
"Tugas apa lagi?" Tanya Thomas bingung.
"Saya ingin kamu secara diam-diam hancurkan peralatan masak di restoran Julien's. Saya yakin kamu tahu maksud saya." Jawab Nick.
"Maksud pak Nick seperti kompor yang ada disana?" Tanya Thomas meyakinkan.
"Iya, apa saja. Agar restoran Julien's tidak bisa beroperasi." Jawab Nick.
"Kamu tidak sanggup?" Tanya Nick.
"Saya sanggup pak Nick. Saya siap melakukan tugas yang pak Nick berikan." Ujar Thomas dengan penuh keyakinan.
"Baik. Sekarang kamu saya perbolehkan berangkat bekerja. Tapi tetap dalam misi kita." Ujar Nick.
Thomas merapikan tas miliknya, termasuk memasukkan uang pemberian Nick. Setelah itu dia berpamitan pada Nick untuk berangkat bekerja.
Dengan terus memikirkan cara yang akan dilakukan untuk mengimplementasikan strategi dari Nick. Thomas mencoba berbagai cara dengan resiko yang mungkin akan terjadi. Dari beberapa ide yang muncul secara bergantian didalam otaknya. Akhirnya Thomas memilih sebuah rencana dengan resiko paling sedikit. Dimana hal itu bisa membuat Thomas aman dari potensi tertangkap basah saat melakukan kejahatannya.
Tak sedikit pun menampakkan raut wajah kriminal. Thomas masuk kerja dengan wajah seperti biasanya. Ada sedikit candaan bersama staf Lainnya. Sehingga tak nampak wajah orang jahat yang melakukan tindak kriminal.
__ADS_1
Thomas pagi ini juga diminta memimpin doa yang mudah-mudahan dari doanya hari ini semua berjalan dengan lancar segala operasional di restoran. Thomas memejamkan matanya dengan tangan dilipat diatas dada. Dia nampak khusyuk berdoa meminta yang terbaik. Thomas mengakhiri doa dengan slogan restoran yang selalu diucapkan oleh setiap staf yakni "Tetap Kompak"
Baru di area dapur Thomas mulai merencanakan kejahatannya. Dia meminta untuk menyalakan kompor yang sebenarnya menjadi section lain. Tetapi dia tiba-tiba ingin menyalakan kompor tersebut.
Thomas jongkok, berpura-pura untuk menyalakan kompor yang dipenuhi oleh kabel-kabel tersebut. Bukannya menyalakan kompor tersebut, Thomas justru memutuskan kabel-kabel yang menjadi bagian penting dari kompor tersebut. Seolah-olah tak mengetahui apa yang terjadi. Thomas memainkan perannya dengan begitu epik. Dia memanggil temannya yang biasa berada di section tersebut.
"Kenapa yah kompor ini gak bisa menyala?" Tanya Thomas.
Teman Thomas itu pun mencoba menyalakan kompor tersebut. Tetapi saat melihat kabel-kabel yang terputus. Akhirnya dia baru menyadari jika kabel-kabel itu yang membuat kompornya tidak dapat menyala.
Tak menyalakan Thomas, dia hanya melaporkan pada pihak manajer akan kerusakan kompor tersebut. Pihak manajer langsung memanggil teknisi untuk membenarkan kompor yang rusak tersebut.
Tak hanya merusak kompor saja, Thomas juga melakukan perusakan terhadap freezer yang ada di dapur. Thomas berpura-pura mengambil bahan masakan yang akan di masak. Begitu berada di dalam freezer, dengan sengaja Thomas mencolok lubang es yang ada didalam freezer dengan sebuah sumpit. Sontak freezer itu pun mengalami masalah. Tetapi Thomas membiarkan freezer itu, tanpa memberitahu siapa pun. Hingga bahan makanan beku pun berpotensi mencair dan akhirnya busuk.
Tak puas dengan kompor dan freezer saja. Thomas juga merusak mesin bakar otomatis yang menjadi tempat dia memanggang segala jenis bahan bakaran. Thomas mengotak-atik mesin panggang tersebut, hingga akhirnya korsleting.
Lagi-lagi Thomas bersilat lidah kepada semuanya. Dia tidak mengetahui apapun yang terjadi. Thomas hanya mengerjakan sesuai SOP yang berlaku. Sehingga tidak mungkin merusak mesin bakar tersebut.
Kerusakan kompor dan mesin bakar otomatis turut mengganggu operasional yang ada. Semuanya makanan belum bisa dihidangkan hingga jam operasional buka, tetapi tidak kunjung buka. Sebab kompor yang masih mati dan mesin bakaran yang juga masih belum di perbaiki.
Jam istirahat tiba dengan hanya memperhatikan teknisi memperbaiki kerusakan kompor dan mesin bakaran. Thomas akhirnya memilih untuk keluar di jam istirahat pertama. Tetapi sebelum keluar, Thomas mengajak Nick untuk keluar terlebih dahulu. Thomas ingin melaporkan apa yang sudah dia lakukan di restoran Julien's yang menyebabkan restoran Julien's tutup seharian. Nick kembali mengajak Thomas bertemu di kafe miliknya yang tak jauh dari restoran Julien's.
Kali ini Nick yang menunggu Thomas. Sebab seharian ini Nick memilih untuk memantau kafenya yang mulai ramai. Dia ingin memastikan kinerja para pekerja sesuai dengan apa yang dia harapkan.
Thomas menghampiri Nick yang langsung disambut oleh Nick dengan beragam makanan. Thomas dapat makan siang gratis dari Thomas pun duduk di samping Nick.
"Bagaimana hari ini Thomas?" Tanya Nick antusias.
"Saya berhasil membuat kompor utama di restoran chef Julien's mati total. Juga saya menghancurkan mesin pembakaran. Selain itu saya juga mencungkil mesin freezer, agar freezer itu tidak menyala lagi. Sehingga bahan makanan disana akan busuk." Cerita Thomas.
__ADS_1
Nick tertawa dengan begitu hebatnya. Dia begitu senang dengan kerja dari Thomas. Sehingga Nick langsung memuji Thomas setinggi langit.