SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
PESTA BERSAMA ALEX DENGAN AURILLE


__ADS_3

Sebuah pesta kecil di gelar Glend di apartemen miliknya. Pesat untuk menyambut kelulusannya, mengundang beberapa kerabat dekat serta teman dekatnya saja. Alex tak terlalu dekat dengan Glend. Tapi kakak Glend yang bernama Benjamin, adalah pasien tetap dari seorang Alex. Hingga ketika ada sebuah pesta kecil-kecilan. Keluarga Glend mengundang Alex untuk datang merayakan bersama yang lainnya.


Ingin hati Alex menolak undangan dari keluarga Glend itu. Tetapi rasanya berat untuk menolak undangan itu. Terlebih hari ini Alex tidak memiliki acara apapun. Hingga dia akhirnya menerima undangan itu.


Alex sebenarnya ingin mengajak Nania untuk pergi bersamanya. Tapi apa Nania sudah melupakan kejadian di siang itu. Rasanya tidak akan semudah itu untuk Nania melupakan kejadian yang membuatnya memutus akses dari Alex.


Mungkin tidak apa harus pergi sendiri. Ini bukan pesta dansa yang harus pergi berpasangan. Ini hanya acara kelulusan biasa yang tentu tidak harus membawa pasangan untuk turut serta dalam acara tersebut.


Tak terlalu memikirkan penampilannya di malam ini. Jas berwarna merah yang pernah Alex kenakan kala berdansa dengan Nania di acara ulang tahun restoran. Kembali Alex kenakan. Dengan tambahan dasi kupu-kupu yang Alex letakkan, semakin menambah kesan gagah dari seorang Alex.


1 jam acara akan segera dimulai, Alex pun berangkat dengan mobil mewah miliknya. Diperjalanan yang ditemani oleh rintikan gerimis. Alex teringat kembali pada Nania. Perempuan itu seperti sulit untuk Alex lupakan. Terlebih Nania sudah banyak melukiskan kenangan indah di hati serta pikiran seorang Alex. Tak heran jika Alex begitu sulit melupakan Nania begitu saja.


Sebuah lagu yang sering diputar bersama Nania ketika dimobil, Alex putar. Alex ingin kembali mengingat kenangan indah yang pernah terlukis diantara dirinya dengan Nania. Sebuah kenangan yang tentunya sulit untuk dilupakan begitu saja. Mengingat momen kebersamaan dirinya dengan Nania terekam indah dalam bayangannya.


Tak ingin semakin larut dalam kenangan indah itu. Ketika hampir tiba di lokasi acara. Alex seketika mematikan lagu yang diputar di mobilnya. Namun mulut Alex tak bisa berhenti bernyanyi, sekalipun sudah tidak terdengar suara yang keluar dari musik itu.


Baru Alex berhenti berjanji, begitu tiba di lokasi acara. Dengan parkiran penuh sesak dengan mobil, serta orang yang lalu lalang disana. Alex tidak mungkin meneruskan senandung lagu yang ia nyanyikan. Mungkin Alex akan dilempar batu oleh orang lain saat mereka mendengar suara fals Alex ketika berjanji.


Sambil memeriksa beberapa aplikasi pesan singkat yang sedari tadi berbunyi. Alex berjalan mencari apartemen dari saudara kandung Benjamin tersebut. Tak ingin tersesat, Alex pun terus bertanya pada setiap orang yang berada di apartemen itu. Dengan begitu, Alex akan mudah menemukan apartemen tersebut.


Benar saja, Alex akhirnya menemukan apartemen itu. Tetapi dari kejauhan, Alex melihat banyak orang yang datang dengan menggandeng pasangan masing-masing. Disaat itu Alex sedikit tidak percaya diri. Bagaimana juga, ia akan terlihat asing saat berada disana. Mengingat hanya keluarga inti Benjamin saja yang Alex kenal. Sementara sisanya tentu asing untuk Alex, termasuk Glend si empunya acara.


Tanpa disadari, tempat Alex menghentikan langkahnya tersebut. Tepat di depan pintu apartemen dari seorang Aurille. Disaat bersamaan, Aurille yang mengenakan sebuah kaos dengan model over size. Serta celana jeans minim. Keluar dari dalam apartemen miliknya. Dia nampak begitu cantik dengan sebuah bandana yang menghias rambutnya.


Aurille juga terkejut dengan keberadaan dari seorang Alex. Terlebih dengan pakaian casual yang Alex kenakan. Semakin membuat Aurille heran.


"Alex... Kamu sedang apa disini?" Tanya Aurille.

__ADS_1


"Ternyata ini apartemen milik kamu?" Tanya Alex balik.


"Aku sudah hampir 2 tahun tinggal disini." Jelas Aurille.


"Kamu sendiri disini sedang apa?" Tanya ulang Aurille.


Alex tidak menjawab pertanyaan dari Aurille. Dia memikirkan sesuatu yang tentu berhubungan dengan Aurille.


"Kamu mau kemana?" Tanya Alex sambil memegang kedua bahu Aurille.


"Eeeee... Aku mau cari makan." Jawab Aurille bingung.


"Nanti aku akan pesanin kamu makan. Tapi hari ini kamu harus bantu aku terlebih dahulu." Alex melepaskan tangannya di bahu Aurille.


"Bantu apa?" Tanya Aurille bingung.


Ketika sudah berada didalam apartemen. Alex baru menjelaskan maksud dan tujuannya pada Aurille.


"Hari ini aku mendapat undangan dari salah satu pasien aku. Adiknya merayakan kelulusannya, dia membuat pesta kecil-kecilan. Aku pikir orang-orang akan datang sendirian. Tapi saat aku lihat dari depan pintu apartemen kamu. Lebih banyak orang yang datang bersama pasangan mereka." Jelas Alex dengan begitu detailnya.


"Terus apa yang harus aku lakukan Alex?" Tanya Aurille masih belum paham.


"Hari ini kamu temanin aku untuk datang ke acara itu. Aku tidak ada teman satu pun disana. Mungkin kamu bisa menjadi teman ngobrol aku disana." Ajak Alex.


Aurille sedikit berpikir. Sementara Alex melekatkan kedua tangannya untuk memohon pada Aurille.


Akhirnya Aurille menerima tawaran dari Alex. Mungkin ini kesempatan yang baik untuk Aurille bisa semakin dekat dengan Alex. Mungkin kesempatan langka ini tidak akan terulang dalam waktu singkat. Hingga Aurille harus memanfaatkan momen baik ini sekarang juga.

__ADS_1


Aurille meminta waktu 20 menit untuk merubah penampilan darinya. Waktu yang tentu cukup singkat, bagi beberapa perempuan yang akan pergi ke sebuah pesta. Tapi minimnya waktu yang dimiliki oleh Aurille. Akhirnya 20 menit pun coba dimanfaatkan Aurille sebaik mungkin.


Sempat sedikit bingung untuk merias wajahnya. Tapi berkat bantuan dari Nania lewat panggilan video call. Waktu 20 menit itu cukup untuk Aurille berdandan secantik mungkin. Terlebih dengan kepiawaian dari Nania dalam menentukan make up yang sesuai dengan Aurille. Hingga Aurille tidak harus kesulitan untuk mencari alat make up yang sesuai.


5 menit yang tersisa, digunakan oleh Aurille untuk menggunakan sebuah gaun cantik berwarna senada dengan Alex. Begitu tepat 20 menit, Aurille pun keluar dengan perasaan yang begitu ceria.


Penampilan cantik dari seorang Aurille, seketika mendapatkan pujian dari Alex. Penampilan cantik dari Aurille memang begitu terlihat mempesona. Gaun merahnya semakin membuat Aurille terlihat seperti seorang putri kerajaan. Beberapa kali Alex memuji Aurille dengan penampilannya malam ini.


Alex tak sungkan untuk menggandeng tangan Aurille. Dimana Alex begitu erat menggandeng tangan Aurille tersebut menuju apartemen dari keluarga Benjamin. Rasa deg-degan seketika mengguncang hati Aurille. Ia tak tahan menatap manisnya wajah Alex ketika menatap wajahnya. Aurille semakin dibuat terpesona saat Alex menatap wajahnya dengan senyum kecil yang manis. Ah... Jantung Aurille terasa akan copot.


Dari tidak percaya diri, hingga berjalan menuju acara itu dengan tatapan penuh meyakinkan. Alex menyapa setiap orang dengan senyum penuh percaya diri. Begitu juga ketika bertemu dengan keluarga Benjamin, Alex terlihat percaya diri dan yakin. Terlebih ada Aurille disampingnya. Semakin membuat Alex terlihat gagah.


"Selamat atas kelulusannya. Saya harap ini bukan akhir, tapi awal untuk menggapai semua kesuksesan dimasa mendatang." Ucapan selamat yang diberikan Alex pada Glend.


"Terima kasih dokter Alex. Saya mengetahui semua track record seorang dokter Alex. Terima kasih dokter telah membantu kakak saya melawan penyakit yang dideritanya." Glend menyambut baik ucapan selamat yang Alex berikan.


Aurille yang tak mengenal keluarga dari Glend. Hanya terdiam, menatap bingung semuanya. Padahal apartemen Aurille dengan apartemen Glend berada dalam satu barisan. Tapi kurangnya sosialisasi antara keduanya. Menjadikan Aurille dan Glend tidak saling mengenal satu sama lainnya.


Demi membuat suasana mencair. Aurille turut mengucapkan selamat juga pada Glend.


"Selamat untuk kelulusannya. Semoga semakin sukses dihari mendatang." Ucap Aurille dengan begitu manisnya.


"Terima kasih." Jawab singkat Glend.


Keluarga dari Benjamin menanyakan status dari seorang Aurille pada Alex. Mungkinkah dia adalah pasangan dari Alex. Disaat itu Alex kebingungan untuk menjawab status dari Aurille. Bagaimana tidak, Aurille hanya salah satu pasien dari Alex. Hingga tak mungkin itu disebut oleh Alex.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Alex mengakui Aurille sebagai pasangan darinya. Ah Aurille bukan senang lagi dengan pengakuan dari Alex. Ini momen yang ditunggu oleh Aurille. Dimana dia memang menginginkan menjadi pasangan seorang Alex yang merupakan dokter tampan.

__ADS_1


__ADS_2