
Selesai makan malam dengan menu yang di kirim oleh Julien's. Ibu Alex segera meninggalkan meja makan. Tanpa memanggil Nania untuk makan bersamanya, dia justru membuang seluruh sisa makanan yang Julien's kirim ke tong sampah. Sementara untuk Alex, dia meminta Alex untuk membeli makan di luar.
Untung Nania sudah kenyang dengan makan siang yang diberikan oleh Alex tadi siang. Sehingga tidak harus makan malam lagi. Tubuhnya masih menyimpan banyak energi untuk tetap bisa beraktivitas di malam ini, tanpa makan malam pun.
Begitu ibu Alex pergi, Nania segera merapikan sisa makanan yang masih berserakan di atas meja makan. Entah memang sengaja di berantakan, atau tidak sengaja. Tapi meja bekas makan malam dari ibu Alex, begitu kotor dengan bekas makanan dan tissue.
Satu persatu piring itu di tumpu, lalu Nania bawa ke dapur. Selanjutnya Nania langsung mencuci piring itu. Baru akan mencuci piring itu, Nania langsung mendapat sebuah ocehan dari ibu Alex.
Nania yang mengambil sabun cuci piring cair dari wadah yang di pencet. Lupa menutup kembali pencetan tersebut. Akhirnya sisa sabun di wadah itu sedikit berserakan. Ibu Alex yang melihat itu, langsung memarahi Nania dengan kata-kata.
"Kalau sudah di pakai, jangan lupa di tutup. Sabun ini mahal, memang kamu mampu beli." Amuk ibu Alex dengan begitu kasarnya.
Nania langsung menutup kembali tombol penutup sabun pencuci piring tersebut. Tak lupa dia mengucapkan maaf atas kesalahannya.
"Saya heran sama Julien's, bisa-bisanya dia menerima kamu sebagai baby sitter dua anaknya. Kerja kamu saja seperti ini. Saya heran banget." Ucap ibu Alex.
Nania menghiraukan ucapan dari ibu Alex itu. Dia lebih memilih untuk terus fokus mencuci piring. Satu kesalahan lagi, mungkin dia akan kembali di maki. Sehingga Nania harus bisa bekerja sebaik mungkin.
__ADS_1
Usai dengan kata-kata makian dirinya pada Nania. Ibu Alex itu langsung masuk kedalam kamar mandi. Dia ingin segera mencuci tangannya yang sedikit kotor.
Namun baru di depan pintu kamar mandi. Dia terpeleset, lantai yang licin membuat ibu Alex terjatuh. Hasilnya ibu Alex pun terjatuh di kamar mandi. Dia mengerang kesakitan. Nania yang berada tak jauh dari kamar mandi, langsung membantu ibu Alex. Dengan sekuat tenaga, Nania mengangkat tubuh mertuanya itu menuju kamar.
Dengan pengorbanan Nania yang begitu besar dalam menolong dirinya. Ada sedikit hati yang mencair dari dalam diri mertuanya. Dia melihat ketulusan seorang Nania ketika menolongnya yang terjatuh. Nania tetap membantu dirinya, sekalipun ibu Alex itu tidak pernah baik pada Nania.
Begitu tubuh mertuanya, telah berada di atas kasur. Nania dengan segera menawarkan minum untuk ibu mertuanya itu. Mungkin sedikit air hangat bisa membantu menenangkan rasa sakitnya. Sembari menunggu Alex pulang.
Jika air hangat tidak di butuhkan, mungkin sedikit pijatan bisa diberikan Nania untuk dirinya. Tapi mertuanya itu menolaknya. Dia hanya meminta Nania mengganti pakaiannya yang basah. Dengan segera Nania langsung menuruti perintah dari mertuanya tersebut. Nania terlihat begitu cekatan dan lincah, sehingga mulai terlihat sisi positif seorang Nania oleh ibu mertuanya sendiri.
Dengan penuh perhatian serta kehati-hatian, Nania melepas pakaian dari mertuanya itu. Begitu juga ketika mengganti pakaiannya, Nania juga melakukannya dengan penuh kehati-hatian. Nania tidak ingin menyakiti ibu mertuanya. Terlebih dia baru saja sakit.
Nania tak bergeming dari tempat tidur mertuanya itu. Dia tetap setia menemani ibu mertuanya yang masih merintih kesakitan dengan insiden jatuh tadi. Beberapa kali Nania menawarkan sedikit pijatan lembut untuk dirinya. Tapi selalu di tolak oleh ibu mertuanya. Dia tak ingin terjadi sesuatu yang mungkin saja akan semakin buruk, sebab Nania bukan seorang dokter. Tentu Nania tidak tahu keberadaan saraf yang ada di tubuhnya.
Tak harus menunggu 10 menit. Terdengar seseorang yang membuka pintu rumah. Sudah pasti itu adalah Alex. Hingga Nania meminta izin pada ibu mertuanya untuk menyambut kepulangan dari Alex. Untuk kali pertama, ibu mertuanya itu membolehkan Nania untuk menyambut kepulangan Alex dari rumah sakit.
"Wajah kamu kenapa terlihat panik seperti itu Nan?" Tanya Alex begitu Nania berada di hadapannya.
__ADS_1
"Ibu kamu jatuh di kamar mandi Alex. Tadi aku sempat menawarkan dia untuk ke rumah sakit. Tapi dia menolaknya. Dia ingin menunggu kamu pulang." Jawab Nania dengan tergesa-gesa.
Alex langsung berlari ke arah kamar ibunya. Dia ingin mengecek kondisi ibunya yang terjatuh tersebut.
"Ibu baik-baik saja?" Tanya Alex sambil bersimpuh.
"Everything gonna be ok Sayang. Cuman kaki ibu sedikit terkilir " Terang ibu Alex menahan sakit.
Alex langsung melakukan pemeriksaan terhadap ibunya tersebut. Seluruh kondisi tubuh ibunya dalam keadaan normal. Mungkin iya, hanya kakinya saja yang terkilir. Sehingga Alex harus membantu ibunya dalam pengobatan kakinya tersebut.
Dengan segera Alex mengobati kaki ibunya. Beberapa cairan disuntikkan ke dalam tubuh ibunya. Selain bisa meredakan rasa nyeri yang ada di kakinya. Tentu cairan itu, juga bisa menjadi penawar akan kaki ibunya yang terkilir.
Tak hanya menyuntikkan cairan saja ke dalam tubuh ibu Alex. Sebuah perban juga dipasang di kaki kanan ibunya yang terkilir. Mungkin perban ini bisa sedikit meluruskan tulang kaki kanan ibunya yang terkilir. Mengingat bagian yang terkilir cukup vital.
Tak hanya mengucapkan terima kasih pada Alex. Ibunya juga turut mengucapkan terima kasih juga pada Nania. Dia begitu berterima kasih pada Nania yang telah membawanya ke kamar. Begitu juga dengan perhatian kecil yang diberikan oleh Nania. Itu cukup berarti untuk dirinya.
Alex langsung tersenyum bahagia akan ibunya yang sudah mulai menyukai Nania. Sedikit menyingkirkan pikiran buruk akan Nania. Mungkin ini akan jadi awal yang bagus, untuk Alex. Mengingat restu ibunya begitu sulit dia dapat, saat ingin mendekati Nania. Padahal Alex begitu berharap restu ibunya akan ada.
__ADS_1
Dengan peristiwa yang terjadi di hari ini. Sepertinya cahaya sudah mulai menerangi hati ibunya. Terlihat bagaimana ibunya sudah mulai baik kembali pada Nania. Setelah sekian lama memaki Nania, kini sikapnya berubah jauh. Menjadi lebih baik serta pengertian. Suatu hal yang jauh dari pikiran seorang Alex. Mengingat ibunya adalah perempuan yang keras kepala, serta sedikit egois. Perlu hal yang besar untuk merubah sudut pandang darinya. Tentu hal ini merubah sudut pandang ibunya akan Nania. Dari membenci, berubah menjadi rasa empati serta menyukai.