
Julien's duduk di teras depan rumahnya dengan pandangan yang cukup kosong. Dia hanya melihat dedaunan yang berjatuhan seiring tiupan angin yang cukup kencang. Suara gemuruh angin yang kencang itu, semakin terdengar nyaring di telinga Julien's. Namun Julien's masih menikmati suara gemuruh yang cukup bising itu.
Untuk saat ini Julien's masih belum bisa menerima kenyataan akan Alex yang akan ikut liburan bersama dengan dirinya. Sebab kehadiran dari seorang Alex tentu akan menjadi masalah baru bagi dirinya. Jika Alex ikut, otomatis dia tidak memiliki kesempatan untuk bermesraan dengan seorang Nania. Padahal Julien's begitu berharap bisa membuat Nania bahagia di momen yang cukup indah tersebut.
Julien's terus mencari cara agar Alex tidak ikut bersama dengan dirinya menuju vila. Dia sangat tidak ingin Alex ikut. Tapi Julien's juga tidak ingin membantah ibunya. Ini akan menjadi sebuah dilema besar bagi seorang Julien's. Mengingat Julien's di hadapkan pada dua pilihan paling sulit dalam hidupnya.
Tak berselang lama, Nania datang dengan membawa dua gelas jus jeruk yang menjadi minuman kesukaan dari seorang Julien's. Tentu satu gelas itu untuk dirinya, sementara segelas lainnya untuk Julien's. Nania begitu senang bisa membuat jus jeruk untuk Julien's di tengah cuaca panas yang ada di hari ini.
Julien's pun begitu antusias saat Nania membawa segelas jus jeruk untuk dirinya. Julien's menyukai jus jeruk yang di bawa oleh Nania. Dia tak sabar untuk mencoba jus jeruk tersebut. Mengingat penampilan dari jus jeruk itu terlihat begitu mempesona. Itu yang membuat seorang Julien's tak sabar untuk dapat merasakan sensasi yang bisa dia dapat dari jus jeruk itu.
__ADS_1
"Apakah kamu membuat jus jeruk ini dari tayangan video?" tanya Julien's sedikit bercanda.
"Tidak, aku membuatnya sendiri. Aku pikir membuat jus jeruk sama sekali tidak susah. Lebih susah membuat makanan Prancis tradisional." jawab Nania dengan penuh suka cita.
Julien's pun tersenyum dengan jawaban dari seorang Nania. Dia benar-benar tidak menyangka Nania akan membuat jus jeruk yang cukup menggoda tersebut. Namun Julien's harus merasakan rasa dari jus jeruk tersebut. Dia tak ingin tertipu oleh penampilan dari jus tersebut. Memang penampilan dari jus itu terlihat menggoda, tapi untuk rasa. Tentu ini akan jauh berbeda. Julien's belum tahu rasa dari jus jeruk tersebut. Hingga Julien's harus bisa merasakan rasa jus jeruk itu segera.
"Kamu tahu rasa jus jeruk ini seperti apa?" tanya Julien's dengan tatapan tajamnya.
"Seperti apa?" tanya balik Nania.
__ADS_1
"Pas seperti rasa cintaku padamu. Tidak berlebihan, tapi tidak kurang juga. Ini benar-benar kombinasi yang cukup pas. Enak di lidah dan di perut. Aku menyukai jus jeruk ini seperti aku menyukai senyum kamu. Rasanya sama-sama menyegarkan." jawab Julien's terus meminum jus jeruknya.
Nania tersenyum dengan sedikit gombalan dari seorang Julien's. Dia benar-benar merasakan sebuah kebahagiaan yang tiada tara saat berada di samping seorang Julien's. Dia bahagia dengan apa yang Julien's berikan. Cinta, perhatian dan banyak hal lain juga di berikan oleh Julien's pada seorang Nania. Itu yang buat Nania begitu bahagia bisa berada di samping seorang Nania. Nania pun berharap akan selalu ada di samping seorang Julien's.
"Aku begitu bahagia ada di samping kamu. Aku mencintai kamu lebih dari apapun. Aku harap cintamu padaku juga sama seperti itu. Aku harap kita akan sama-sama memiliki rasa cinta yang besar satu sama lainnya." ujar Nania.
Julien's menggenggam tangan kanan Nania. Dia menatap wajah Nania dengan penuh cinta. Julien's ingin selalu membuat seorang Nania bisa nyaman ada di pelukan dirinya. Sehingga Julien's akan selalu bisa menjadi sosok yang akan mendampingi seorang Nania dalam keadaan apapun.
Nania pun langsung memeluk Julien's dengan penuh cinta. Di pelukan seorang Julien's tersebut, Nania mengatakan jika dirinya begitu bahagia dengan apa yang di berikan oleh Julien's. Sehingga Nania bisa merasakan cinta di setiap harinya. Cinta yang Nania benar-benar butuhkan selama ini. Cinta yang tak akan pernah hilang sampai kapan pun.
__ADS_1