
Marrie terlihat begitu bahagia saat melihat ratusan ribu kembali api menari-nari indah di atas stadion. Ini mungkin pengalaman yang cukup menarik bagi seorang Marrie. Melihat kembang api dengan jumlah yang cukup banyak. Mungkin di akhir tahun ini sering terjadi, tapi tidak sebanyak di malam ini. Dengan jumlah yang cukup banyak, Marrie begitu bahagia melihat semuanya.
Oscar yang berada di samping Marrie, terlihat juga bahagia dengan kembang api yang di lihatnya. Apalagi ada Marrie di samping seorang Oscar. Kebahagiaan dari seorang Oscar pun berlipat ganda. Kebahagiaan yang pada akhirnya membuat Oscar mengucap syukur dengan nikmat yang di dapat oleh dirinya.
"Aku tidak pernah melihat pesta kembang api seperti ini. Aku pikir ini akan terjadi di akhir tahun, tapi ternyata pertengahan tahun pun ini sudah bisa aku lihat." ucap Marrie dengan wajah sumringah.
"Tapi kembang apinya tidak begitu cantik, di banding dengan kamu." balas Oscar sambil tersenyum.
__ADS_1
Wajah Marrie seketika memerah dengan apa yang di ucapkan oleh Oscar pada dirinya. Mungkin ini menjadi sebuah pengalaman pertama bagi seorang Marrie menyaksikan pembukaan acara olahraga. Tapi ini akan menjadi pengalaman paling berharga yang di dapat oleh Marrie. Mengingat Marrie berada bersama dengan seorang pria yang begitu di cintai olehnya.
Marrie pun berharap suatu saat bisa melihat pesta kembang api yang lebih meriah lagi. Dengan acara olahraga yang lebih spektakuler lagi. Bukan hanya mempertemukan para atlet Prancis. Tapi mempertemukan juga atlet dari seluruh dunia. Hingga acaranya akan menjadi jauh lebih meriah lagi. Marrie berharap itu akan segera terjadi di Nice.
Oscar yang juga tertarik pada acara olahraga tersebut. Berharap hal yang sama dengan Marrie. Melihat acara olahraga yang akan di gelar di Nice dengan berbagai negara yang turut hadir dalam acara tersebut. Hingga akan ada banyak orang dari berbagai negara yang datang ke kota Nice untuk menyaksikan acara olahraga tersebut.
"Aku pikir akan menyenangkan menjadi seorang petenis. Aku akan membawa raket, memukul bola dengan kerasnya. Hingga aku akan tumbuh menjadi seorang perempuan yang memiliki otot di kedua lenganku. Aku pikir itu ide yang cukup baik." jawab Marrie sambil tertawa.
__ADS_1
"Aku sendiri ingin jadi seorang pesepakbola terkenal. Kamu tahu kenapa?" ujar Oscar dengan sedikit pertanyaan.
"Karena kamu ingin terkenal!" jawab Marrie.
"Bukan, aku ingin melanjutkan cita-cita kakekku yang begitu menyukai sepakbola di Brazil sana. Dia mengatakan padaku untuk berlatih sepakbola setiap waktu. Sehingga suatu hari nanti aku akan menjadi seorang pesepakbola terkenal. Dia bisa menyaksikan aku bertanding di stadion. Membawa panji Brazil. Sesuai dengan harapan dari kakekku tersebut." ujar Oscar sedikit nostalgia.
"Kenapa kamu tidak pergi ke tempat latihan klub sepakbola? Tanya Marrie.
__ADS_1
Dengan wajah yang penuh kesedihan, akhirnya Oscar menceritakan bagaimana dirinya yang tidak mampu menjadi seorang pesepakbola. Ada sedikit masalah di kaki Oscar. Hingga impian Oscar untuk menjadi seorang pesepakbola profesional harus dia kubur. Padahal Oscar berharap dia akan menjadi seorang pesepakbola terkenal. Sesuai dengan harapan dari kakeknya terdahulu. Apa yang di harapkan oleh kakeknya akan menjadi sebuah kenyataan bagi Oscar. Namun nasib yang merubah kisah hidup seorang Oscar, hingga menjadi seperti saat ini.