SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
SARAPAN BERSAMA AURILLE DAN ALEX


__ADS_3

Setengah jam dari waktu yang telah disepakati antara dirinya dengan Alex. Aurille sudah tiba di sebuah tempat makan yang menjual sarapan pagi. Bahkan Aurille sudah mengantri makanan untuk membelikan dua menu untuk dirinya dan Alex sarapan.


Aurille tak sabar untuk sarapan bersama Alex. Terlebih perlakuan romantis yang Alex berikan dimalam itu. Semakin membuat Aurille terkesima dengan Alex. Aurille berharap perasaan yang dia rasakan, ada juga pada diri seorang Alex.


Mengetahui Aurille telah datang lebih awal. Alex segera datang ke tempat makan itu juga. Alex pun tak kalah cepat dari waktu yang telah disepakati. Jika Aurille telah tiba di 30 menit dari perjanjian. Alex hanya berselisih 10 menit dari waktu Aurille tiba.


Dengan sebuah kemeja berwarna merah maroon, serta sebuah celana panjang hitam. Penampilan dari seorang Alex, cukup menyihir Aurille. Dia semakin terpesona dengan ketampanan dari seorang Alex. Hingga Aurille tak sungkan untuk memuji Alex.

__ADS_1


Alex pun turut memuji penampilan Aurille yang hari ini hanya mengenakan sebuah kardigan serta jeans panjang. Tak terlalu mencolok, tapi Aurille terlihat cantik juga. Hingga Alex layak memuji penampilan dari seorang Aurille.


Tak ingin larut dalam pujian. Akhirnya mulai menyodorkan menu sarapan yang dia pesan untuk Alex. Soupe a l’oignon menjadi menu andalan yang sering Aurille pesan. Dengan roti tongkat besar, sup daging sapi kental itu. Rasanya begitu nikmat disantap dikala pagi hari. Terlebih saat kondisi sup masih hangat, rasanya semakin nikmat.


"Kamu tidak masalah aku pesan menu sup ini?" Tanya Aurille mulai memotong roti tongkat besar dihadapannya.


"Tidak. Sup ini adalah menu makanan favorit aku. Dari mana kamu tahu aku suka menu makanan ini?" Tanya Alex yang mulai menyantap kuah sup yang tersedia.

__ADS_1


"Aku pikir semua orang Prancis suka menu ini. Makanan yang lezat ketika pagi hari. Terlebih ketika masih panas. Sensasi sup ini semakin istimewa." Jelas Aurille.


"Setuju, sup ini emang paling enak ketika masih panas. Aku sangat suka dengan sup ini. Terlebih ketika masih panas. Aku pikir rasa supnya semakin lezat." Lanjut Alex.


Baik Alex dan Aurille akhirnya sama-sama larut dalam menikmati semangkuk sup tersebut. Terlebih Alex yang terlihat begitu menyukai rasa dari sup tersebut. Tak henti Alex menyuap kuah sup yang kental tersebut.


Roti besar itu juga tak terlewat oleh Alex. Terlebih saat Alex mencocol kedalam kuah sup itu. Alex begitu menyukai rasa roti yang berpadu dengan kentalnya kuah tersebut.

__ADS_1


Melihat Alex makan dengan begitu lahapnya. Aurille begitu bahagia. Mungkin ini rasanya jatuh cinta, setelah ia merasakan mati rasa. Beberapa tahun yang lalu dia pernah menjalin hubungan dengan seorang pria. Tapi buruknya komunikasi antara dirinya dengan pria tersebut. Akhirnya Aurille pun harus berpisah dengan pria itu. Perpisahan yang membuat Aurille mati rasa. Pasalnya saat itu, Aurille masih mencintai mantan kekasihnya. Hingga dia sulit untuk jatuh cinta pada pria lain.


Kehadiran Alex mampu membuat mati rasa itu seakan tidak pernah ada. Hatinya bahagia ketika berada disamping Alex. Dia merasakan sesuatu yang berbeda dengan Alex. Pria tampan, pintar dan baik itu. Telah membuat dirinya jatuh cinta kembali.


__ADS_2