SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
USAHA MARRISA


__ADS_3

Di tengah kesibukan dari dirinya yang di tunjukkan sebagai salah satu panitia pembukaan acara. Marrisa masih menyempatkan diri untuk mendatangi Julien's yang berada di kursi VIP. Dengan membawa dua buah permen lollipop besar yang hendak di berikan pada Theo dan Romeo. Marrisa pun mencoba menarik perhatian Julien's.


Marrisa terus menarik perhatian Julien's bersikap manis pada kedua anak Julien's tersebut. Bahkan Marrisa mengajak kedua anak Julien's itu untuk naik ke atas panggung. Walaupun keduanya langsung menolak ajakan dari Marrisa tersebut. Baik Theo dan Romeo merasa tidak harus untuk naik ke atas panggung. Sebab mereka bukan bagian dari atlet yang akan bertanding, sehingga tidak harus naik ke atas panggung.

__ADS_1


Sikap dewasa yang di perlihatkan oleh Theo dan Romeo itu langsung mendapatkan pujian dari seorang Julien's. Dia merasa dua jagoannya itu jauh lebih cerdas daripada seorang Marrisa yang di kenal sebagai tokoh publik. Seharusnya Marrisa bisa lebih cermat daripada dua jagoan ciliknya yang masih kecil tersebut.


Marrisa tak menyerah untuk menunjukkan sikap perhatian dari dirinya pada seorang Julien's. Dia menawarkan Julien's cemilan yang mungkin ingin di makan oleh Julien's. tapi Julien's menolak dengan tegas, dia hanya ingin menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya. Bukan makan yang akan menggangu dirinya menyaksikan pertunjukan selanjutnya di pembukaan tersebut. Sehingga Marrisa di minta untuk tidak menggangu Julien's dalam menyaksikan pembukaan acara tersebut.

__ADS_1


Marrisa benar-benar kesal dengan sikap Julien's yang terlihat begitu dingin pada dirinya. Hingga Marrisa bingung untuk mencari cara lain dalam meluluhkan hati seorang Julien's. Dia tidak tahu harus mencari cara seperti apa lagi untuk membuat Julien's bertekuk lutut pada dirinya. Mengingat Marrisa begitu tertarik pada seorang Julien's.


Marrisa yang awalnya ingin mendapatkan perhatian dari Julien's. Justru malah merasakan rasa sakit yang cukup besar dengan ulahnya sendiri. Hingga kakinya benar-benar berdarah. Julien's yang tak tega melihat Marrisa kesakitan dengan apa yang terjadi, akhirnya langsung menolong seorang Marrisa.

__ADS_1


Dengan pertolongan pertama yang di berikan oleh Julien's tersebut. Marrisa pun merasa begitu senang. Marrisa melihat Julien's memiliki perhatian yang cukup lebih pada dirinya. Sehingga usaha dari seorang Marrisa untuk bisa mendapatkan perhatian dari seorang Julien's pun berhasil. Dia sukses membuat Julien's memberikan perhatian lebih pada dirinya. perhatian yang memang di harapkan oleh seorang Marrisa.


Julien's sedikit mengurut kaki Marrisa yang terkilir tersebut. Namun saat Julien's sedang mengurut kaki Marrisa tersebut. Dari kejauhan, Nania melihat bagaimana Julien's memberikan sentuhan lembutnya pada seorang Marrisa. Ada sedikit rasa cemburu dari dalam diri Nania. Tapi Nania harus tetap berpikir positif akan apa yang di lakukan oleh Julien's pada Marrisa. Sehingga Nania tidak harus cemburu pada seorang Julien's. Hal yang harus di hindari oleh Nania. Dia harus percaya sepenuhnya pada seorang Julien's, percaya akan semua yang di lakukan Julien's bukan atas dasar cinta pada seorang Marrisa. Sebab cinta Julien's hanya untuk Nania seorang.

__ADS_1


__ADS_2