
Cerdas, ganteng dan berwibawa adalah gambaran yang benar-benar cocok untuk Alex. Pria lulusan universitas ternama di Amerika Serikat itu merupakan salah satu calon dokter muda. Dia adalah adik ketiga Julien's dan masih berusia 28 tahun.
Sebelum mendapatkan lisensi praktek dari pejabat setempat. Alex diutus oleh ibu Julien's untuk tinggal di rumah Julien's. Dia diharapkan bisa memberikan perawatan yang optimal pada Beatrice yang tengah mengidap kanker serviks.
Alex mengejutkan semuanya. Ketika Julien's sedang sarapan bersama keluarga besarnya. Tiba-tiba Alex dengan menyeret sebuah koper berwarna hitam datang. Alex memberikan sapaan pada semuanya.
Theo dan Marrie yang mengenal Alex langsung menghampiri Alex. Keduanya langsung memeluk erat tubuh kekar Alex yang dipenuhi oleh otot. Sementara Romeo yang masih bayi ketika ditinggal Alex, nampak asing dengan wajah Alex. Romeo hanya menatap heran wajah tampan Alex.
Selesai melepas kangen dengan dua keponakan lucunya. Alex perlahan berjalan menghampiri Julien's yang duduk di kursi utama.
Alex langsung memeluk Julien's yang sedikit terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Alex. Namun dia berusaha tenang.
Setelah memeluk Julien's, Alex lantas memeluk Beatrice. Dia menangis melihat tubuh Beatrice yang nampak kurus. Wajah pucat Beatrice juga menjadi kesedihan tersendiri untuknya. Sebab Beatrice banyak memberikan dukungan pada Alex selama dia di Amerika Serikat.
Beatrice tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya dengan kedatangan Alex. Dia menangis terharu ketika memeluk erat Alex. Beatrice begitu bahagia bisa kembali bertemu dengan Alex.
Alex heran dengan keberadaan Nania. Dia menatap Nania yang terus menunduk begitu Alex datang.
"Siapa dia?" Tanya Alex menunjuk Nania.
Semua terdiam.
"Dia baby sitter Romeo." Jawab Beatrice singkat.
Alex yang nampak tertarik dengan kecantikan Nani, menghampirinya. Alex langsung menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Nania.
"Siapa nama kamu cantik?" Tanya Alex.
Julien's terkejut dengan ucapan adiknya tersebut. Sementara Nania nampak ragu untuk berkenalan dengan Alex. Namun perlahan tangannya mulai mengangkat untuk menjabat tangan Alex.
"Aku Nania." Jawab Nania menjabat tangan Alex.
__ADS_1
"Nama yang indah untuk perempuan yang cantik." Puji Alex.
Tak ingin Alex terus menggoda Nania. Julien's lantas langsung meminta Alex untuk mencicipi masakan Julien's pagi ini. Mengingat lamanya masa kuliah yang dijalani oleh Alex di Amerika Serikat, membuat Alex akan sangat rindu dengan masakan Julien's.
Alex duduk disamping Beatrice, kemudian dengan segera beberapa menu sarapan yang Julien's buat diletakkan diatas piring Alex. Hingga Alex larut dalam makanan yang Julien's buat. Dia begitu menyukai makanan yang Julien's buat. Hingga dia tak henti untuk menyantapnya.
Fokusnya Alex pada makanan yang dia makan, menjadikan momen untuk Nania menjauh. Dia segera mungkin bergegas menjauh dari meja makan.
Nania memilih untuk bersembunyi didalam kamar. Dia tak ingin Alex curiga padanya. Walaupun Beatrice telah mengenalkan Nania sebagai baby sitter dari Romeo. Tetapi Alex bukan tipikal yang mudah percaya. Sehingga rentan bagi Nania untuk tercium identitasnya.
Dimeja makan, selain mendapatkan makanan lezat buatan Julien's. Alex juga harus menjawab beberapa pertanyaan dari Julien's. Sebab kedatangan Alex begitu mendadak, mengejutkan Julien's.
Alex menceritakan semuanya pada Julien's. Dia diminta oleh ibunya untuk menjadi dokter pribadi Beatrice. Mengingat Alex juga cukup paham dengan penyakit kanker yang Beatrice alami. Sehingga Beatrice tidak harus menjalani kemoterapi di rumah sakit lagi.
Celaka buat Julien's. Kedatangan Alex kerumahnya tentu akan cukup lama. Sehingga dia akan sulit untuk bermesraan dengan Nania. Lebih dari itu, bisa saja Alex mengetahui Julien's telah menikah lagi. Kini memiliki dua istri yang tabu bagi orang Prancis.
20 menit didalam kamar, lambat laun membuat Nania menjadi bosan. Semua aplikasi di ponsel pintarnya telah ia buka. Namun semuanya tak mampu membunuh rasa bosan yang hinggap. Hingga akhirnya Nania memilih bersiap untuk mengantar Theo menuju sekolah.
"Ini kamar kamu?" Tanya Alex mencoba melirik kedalam kamar Nania.
"Iya. Ini kamar aku." Jawab Nania gugup.
Alex perlahan berjalan menerobos masuk kedalam kamar Nania.
"Kamar kamu luas juga yah. Kalau di Amerika ukuran kamar baby sitter itu sama dengan pembantu biasanya. Mungkin kak Julien's dan kak Beatrice punya pertimbangan lain." Ucap Alex sambil menyeruput minumannya.
Nania hanya terdiam, dengan sedikit pandangan menunduk.
"Umur kamu berapa?" Tanya Alex keluar dari kamar Nania.
"25 tahun." Jawab Nania tetap gugup.
__ADS_1
"Kenapa mau jadi baby sitter?"
Dari kejauhan Julien's yang akan berangkat bekerja, melihat Nania yang sedang berbincang dengan Alex. Perasaan Julien's yang tak cukup nyaman, segera menghampiri keduanya.
"Sudah dulu Lex. Nania mau mengantar Theo ke sekolah. Jadi nanti lagi saja nanya Nanianya." Pinta Julien's sambil membawa Alex menjauh.
Sambil mengiring Alex menjauhi Nania. Julien's membalikkan kepalanya. Dia memberikan isyarat pada Nania untuk segera mungkin mengantar Theo menuju Sekolah.
Tak seperti pagi biasanya. Pagi ini Julien's harus berangkat kerja tanpa mencium kening Nania. Mungkin hal yang paling dibenci oleh Julien's itu akan kembali berlanjut. Mengingat Alex akan cukup lama tinggal di rumahnya. Sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk bermesraan dengan Nania.
Nania juga begitu meras kehilangan momen dicium oleh Julien's. Dia hanya bisa memandangi wajah Julien's ketika mencium pipinya dilayar ponselnya. Nania begitu menginginkan momen yang cukup berkesan setiap pagi tersebut. Kini dia hanya bisa membayangkan, sembari mengantar Theo ke sekolah.
"Mama Nania kenapa diam terus?" Tanya Theo dengan polosnya.
"Enggak apa kok sayang." Jawab Nania mencoba tersenyum.
"Mama Nania sedih ada om Alex datang ke rumah?" Tanya Theo kembali.
"Enggak. Mama justru senang." Ucap Nania.
Theo tersenyum.
"Oh iya Theo. Kalau di depan om Alex, jangan panggil mama. Panggil aja tante. Ok sayang." Pinta Nania.
"Kenapa ma?" Tanya Theo penasaran.
"Emm... Kenapa yah... Kayaknya mama senang aja dipanggil itu di depan om Alex." Jawab Nania.
"Ok kalau gitu."
Nania mengajak Theo untuk tos tangan. Keduanya lantas melakukan tos tersebut.
__ADS_1