SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
JULIEN'S MENGETAHUI NANIA MINUM OBAT KB


__ADS_3

Angin seolah menerbangkan para pelanggan setia Julien's kepada restoran milik Nick. Mereka berbondong-bondong mendatangi restoran Nick yang memiliki konsep makanan Prancis autentik seperti restoran Julien's. Terlebih dengan tawaran diskon yang diberikan restoran Nick pada para pelanggan baru. Para pelanggan setia restoran Julien's pun berpindah hati.


Di jam makan siang yang biasanya disesaki oleh para pelanggan yang lapar. Kini hanya terisi beberapa meja makan makan saja. Baik staf pelayan, maupun staf dapur kini lebih banyak bercanda. Dibanding sibuk melayani para pelanggan maupun membuat menu makanan untuk mereka.


Robert salah satu investor dari restoran Julien's mendatangi restoran. Dia begitu khawatir dengan kondisi restoran yang begitu sepi di kala jam makan siang. Robert meminta Julien's untuk kembali membuat gebrakan yang bisa membuat restoran mereka kembali tumbuh lagi. Hingga tidak akan mengalami kerugian.


Julien's berjanji pada Robert untuk kembali membuat restoran miliknya kembali berkembang usai berbagai cobaan menghadang. Julien's akan berusaha sekuat tenaga mengembalikan pelanggan setia mereka ke restoran Julien's.


Robert tak ingin sekedar janji, tetapi dia ingin ucapan Julien's bisa terbukti di bulan depan. Dimana Robert menargetkan keuntungan tinggi di bulan depan. Jika tidak bisa memenuhi target, investasi 10% yang ada di restoran Julien's. Akan ditarik oleh Robert. Itu peringatan keras dari Robert untuk Julien's.


Tak ingin kehilangan investornya, Julien's terus berpikir keras untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan setianya. Disalah satu sudut restoran, Julien's terus merenung mencari ide-ide yang bisa dia pakai untuk membuat restorannya kembali ramai.


Buntu! Julien's tak menemukan sebuah ide cemerlang untuk kembali membuat restorannya kembali di kunjungi oleh pelanggan setianya. Saking kesalnya Julien's tak menemukan ide yang bagus untuk restorannya. Julien's hingga memukul keras meja tempat menyandarkan tangan.


Pukulan keras yang dilakukan oleh Julien's terdengar hingga ke telinga beberapa pelanggan yang ada. Mereka menatap heran Julien's yang nampak begitu putus asa.


Sementara Mike yang saat itu bertugas sebagai manajer restoran langsung meminta maaf pada beberapa pelanggan yang terkejut dengan pukulan meja dari Julien's. Mike mengatakan semuanya baik-baik saja. Sehingga para pelanggan bisa melanjutkan makan siang mereka.

__ADS_1


Mike menghampiri Julien's. Dia duduk saling berhadapan dengan Julien's.


"Ada apa dengan chef Julien's?" Mike penuh kehati-hatian.


"Gak ada apa-apa Mike. Maafkan saya." Julien's meminta maaf dengan wajah kusut.


"Chef Julien's lebih baik istirahat di rumah. Sepertinya chef Julien's kurang enak badan." Pinta Mike.


Julien's menatap wajah Mike tetap dengan wajah kusutnya. Wajahnya semakin memerah. Hingga nampak seperti seorang yang menahan rasa sakit. Mungkin bukan fisik Julien's yang sakit, tetapi pikirannya yang terus menerus dihujani masalah.


Tiba di rumah, Julien's langsung memeluk Nania yang berada diatas kasurnya. Air matanya yang sedari tadi ia tahan selama di restoran. Akhirnya terjatuh, membasahi bagian belakang baju Nania.


Perlahan namun pasti, Julien's melepaskan pelukannya dari Nania. Lalu dengan sentuhan lembut, Nania mengusap air mata yang menetes dari mata Julien's.


"Ada apa sayang?" Tanya Nania.


Julien's tak menjawab. Dia lebih memilih kembali memeluk istrinya tersebut. Baru setelah memeluk Nania, Julien's mau bercerita akan kesedihan yang dialaminya. Dengan suara sedikit sendu. Julien's mulai bercerita pada Nania.

__ADS_1


"Pak Robert tadi datang ke outlet. Dia melihat pelanggan restoran yang semakin hari semakin menurun. Dia meminta aku untuk terus meningkatkan pendapatan restoran. Jika tidak, dia mengancam akan menarik investasinya di perusahaan aku." Ucap Julien's.


Nania melepaskan pelukan Julien's dari tubuhnya. Kemudian Nania mencoba memberikan semangat pada Julien's.


"Aku yakin kamu pasti bisa. Bulan depan, restoran kamu pasti bisa mencapai target." Ucap Nania.


"Tapi sulit Nan. Aku pikir itu sulit, terlebih banyak yang terpengaruh akan berita keracunan tempo hari itu. Banyak pelanggan setia aku lari ke restoran lain." Papar Julien's.


"Kalau seperti itu, kenapa kamu gak pakai startegi enforcement. Dimana kamu bisa melakukan enforcement pada publik figur. Sehingga akan banyak orang yang yakin kalau restoran kamu itu tidak seperti yang diberitakan." Saran Nania.


Julien's berpikir.


"Caranya bagaimana?" Tanya Julien's.


"Hahaha.. Itu gampang banget. Nanti aku bakal minta Aurille untuk menghubungi beberapa publik figur yang cukup terkenal. Mereka akan mereview makanan di restoran kamu. Sehingga akan banyak orang yang percaya lagi pada restoran kamu." Jawab Nania bijak.


Julien's perlahan mulai tersenyum. Dia paham dengan maksud dari Nania. Julien's menerima saran dari Nania tersebut. Julien's pun langsung meminta Amasya untuk melakukan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2