
Tidak ada yang membosankan bagi Nania. Setiap hari pergi ke sekolah untuk mengantar dua anaknya. Dia terlihat begitu bersemangat untuk mengantar kedua anaknya tersebut menuju sekolah.
Sudah menjadi rutinitas yang cukup sering di lakukan. Tidak ada rasa bosan yang terlihat dari wajah Nania. Dia tetap menjalani kesehariannya sebagai seorang ibu bagi Romeo dan Theo dengan begitu baiknya. Nania menikmati hari-hari yang bagi sebagian orang tentu menjenuhkan.
Nania kembali bertemu dengan orangtua siswa lain yang juga turut mengantar anak mereka. Seperti biasa, gosip menjadi sebuah asupan pagi hari yang di rasa lebih bernutrisi. Cerita tentang apapun di bahas, walaupun Nania lebih banyak diam dengan cerita yang ada.
Dering ponsel Nania berbunyi dengan kerasnya. Menghentikan aktivitas gosip yang di lakukan oleh orangtua siswa tersebut. Suaranya yang cukup keras, sempat membuat beberapa orangtua siswa tersebut terkejut. Mereka pun akhirnya menghentikan aktivitas yang sebenarnya tidak bermanfaat tersebut.
Panggilan telepon dari Thomas, orang yang selalu membuat dirinya naik darah. Nania sempat berpikir untuk tidak mengangkat panggilan telepon tersebut. Dia sebenarnya malas untuk berbincang dengan Thomas. Sebelum akhirnya Nania pun meminta izin pada orangtua lainnya untuk mengangkat panggilan telepon dari Thomas.
Nania memilih mengangkat panggilan telepon dari Thomas itu mendekat ke arah toilet. Dia tidak ingin ada orang yang tahu akan obrolan dari dirinya dengan Thomas. Apalagi Thomas di kenal sebagai orang yang kurang ajar. Dia selalu berusaha membuat Nania kalang kabut.
Baru di sapaan pertama saja, Nania langsung di buat ingin muntah oleh Thomas. Dia menyapa Nania dengan panggilan sayang. Sebuah kata yang tentu langsung di balas amukan oleh Nania.
"Aku minta kamu jangan pernah panggil sayang. Aku bukan siapa-siapa kamu. Paham!" Tegas Nania.
"Aku tambah semangat buat panggil sayang, aku semakin tertantang." Balas Thomas.
"Dengar yah Thomas. Kita tidak ada hubungan apapun lagi. Jadi jangan pernah sekali-kali kamu panggil aku sayang. Aku tidak suka itu." Ucap Nania kembali.
__ADS_1
Mendengar Nania yang semakin terlihat kesal, Thomas malah semakin terlihat semangat untuk membuat Nania marah. Dia terus mengucapkan kata-kata yang sebenernya Nania tidak sukai. Kata yang tentu bertolak belakang dengan keinginan Nania. Namun Thomas tetap memanggil Nania dengan kata-kata tersebut.
Tujuan dari Thomas di hari ini, tentu ingin mengajak Nani bertemu. Sedikit mengobrol hal yang baginya cukup penting. Sehingga Nania di minta untuk menemui seorang Thomas di luar sekolah.
Nania menolak! Tapi Thomas mengancam dirinya akan rahasia terbesar dari Nania dan Julien's. Hingga Nania mau tidak mau, harus menuruti permintaan dari Thomas tersebut. Nania pun langsung pergi menemui Thomas yang sudah menunggu dirinya di luar gerbang sekolah.
Nania yang tidak ingin jadi bahan perbincangan orangtua siswa yang lain, pergi untuk menemui seorang Thomas. Pergi keluar gerbang sekolah secara mengendap-endap. Dengan cara itu, Nania akan bebas dari berbagai fitnah yang mungkin akan menyerang dirinya. Fitnah besar dari orangtua siswa lainnya.
Tak jauh dari gerbang sekolah, tangan Nania langsung di tarik oleh Thomas. Dia membawa Nania semakin menjauh dari gerbang sekolah. Dengan begitu Nania dan Thomas bisa berbincang hangat dan dekat.
Nania yang tidak menyukai pertemuan dirinya dengan Thomas. Langsung meminta Thomas untuk mengutarakan maksud dirinya membawa Nania ke tempat tersebut. Dia ingin Thomas langsung pada poin utamanya saja. Tidak banyak bicara, dia harus mengutamakan maksud dan tujuannya segera.
Thomas yang menjepit posisi Nania, berusaha membuat Nania. Tidak bisa pergi kemana-mana. Dia mengurung Nania dengan kedua tangannya. Hingga jaraknya dengan Nania sangat dekat.
Beberapa orang memperhatikan Nania dengan Thomas. Namun lebih banyak yang tidak peduli dengan apa yang Thomas lakukan pada Nania. Walaupun Nania terlihat cukup begitu ketakutan dengan apa yang di lakukan oleh Thomas pada dirinya. Orang-orang itu membiarkan Thomas mengurung Nania.
"Kamu cantik banget hari ini." Ucap Thomas memainkan rambut Nania.
Nania dengan segera menyingkir tangan kanan Thomas tersebut dari rambutnya. Dia tak ingin Thomas menyentuh bagian tubuhnya. Termasuk rambut indahnya. Nania menolak setiap hal yang di lakukan oleh Thomas pada dirinya.
__ADS_1
"Kenapa jadi galak, padahal kamu sebenarnya senangkan dengan setiap sentuhan yang aku berikan." Ucap Thomas kembali merayu Nania.
"Dengar Thomas, aku sudah tidak ingin lagi berurusan sama kamu. Jadi aku mohon, biarkan aku pergi. Aku tidak ingin melihat kamu lagi." Tegas Nania dengan begitu jelasnya.
Mendengar ucapan dari Nania, Thomas yang awalnya terlihat begitu bahagia. Perlahan berubah menjadi marah. Tentu amarahnya bersumber dari ucapan Nania yang baginya tidak sopan.
"Kamu dengar Nania, aku selalu bersifat baik sama kamu. Tapi kenapa kamu selalu bersikap kasar seperti ini padaku. Kalau kamu memang ingin seperti ini. Aku akan membocorkan semua rahasia kamu pada semua orang. Termasuk keluarga chef Julien's." Ancam Thomas dengan begitu marahnya.
Tanpa di sadari, saat Thomas sedang mengucapkan ancaman dari dirinya pada Nania. Di belakang Thomas, Alex datang secara tiba-tiba. Dia pun penasaran dengan ucapan Thomas yang hanya setengah itu.
"Rahasia apa?" Tanya Alex penasaran mendekat ke arah Thomas dan Nania.
Nania seketika panik dengan kedatangan dari Alex. Dia tidak ingin Thomas mengucapkan rahasia pernikahan dari dirinya dengan Julien's. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin Alex akan begitu marah. Hingga kabar pernikahan dari Julien's dengan Nania akan menjadi perbincangan hangat di kalangan keluarga. Bisa juga menjadi ancaman besar bagi karier seorang Julien's.
Thomas yang marah pada Nania, masih memberikan Nania sedikit waktu. Dia tidak langsung mengatakan tentang rahasia itu. Tapi Thomas melempar sebuah kode rahasia yang semakin membuat Alex penasaran akan hubungan Nania dengan kakaknya tersebut. Kode rahasia yang harus Alex segera temukan jawabannya.
"Saya bisa berikan kamu apapun, asal kamu bilang pada saya. Apa rahasia Nania?" Tanya Alex pada Thomas.
"Rahasia Nania dengan seorang chef terkenal maksud anda?" Tanya balik Thomas melempar kode.
__ADS_1
Alex sempat terdiam. Apa mungkin rahasia Nania itu benar-benar bersama Julien's. Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan besar dalam diri Alex. Belum mengatakan rahasia tersebut. Thomas malah memilih untuk pergi dari hadapan Alex dan Nania. Dia justru membuat Alex semakin penasaran dengan rahasia tersebut. Alex bertanya-tanya akan rahasia yang Nania miliki. Sebuah pertanyaan besar yang masih belum Alex dapatkan jawabannya.